IHSG Menguat Menembus Level 9.000, Sentimen Positif Berlanjut

Senin, 26 Januari 2026 | 10:29:12 WIB
IHSG Menguat Menembus Level 9.000, Sentimen Positif Berlanjut

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini menunjukkan pergerakan positif, berhasil menguat dan menembus level 9.000.

Ini menandakan sentimen pasar yang optimis di awal perdagangan hari Senin, 26 Januari 2026. Pergerakan IHSG yang menguat ini menjadi sorotan, mengingat indikator ekonomi global yang cenderung variatif.

Pembukaan IHSG di Zona Hijau

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG dibuka di zona hijau dan menunjukkan tren yang menguntungkan bagi investor. Berdasarkan data dari RTI, hingga pukul 9.15 WIB, IHSG tercatat berada di level 9.004,57, mengalami kenaikan sebesar 0,60% atau 53,56 poin dari posisi sebelumnya. 

Angka ini menunjukkan penguatan yang signifikan pada pembukaan hari ini, setelah sebelumnya IHSG diperdagangkan di level 8.967,72.

Tentu saja, fluktuasi IHSG pada hari ini sangat menarik untuk diikuti, mengingat pasar saham Indonesia baru saja mengalami penurunan pekan lalu. 

Pada sesi perdagangan pagi ini, level tertinggi yang tercatat adalah 9.007,98, sementara level terendah berada di 8.957,68. Dengan pergerakan yang cukup dinamis ini, IHSG tetap berada dalam zona positif dan mampu menarik perhatian para pelaku pasar.

Aktivitas Transaksi di Pasar Saham

Volume transaksi pada pagi ini tercatat cukup tinggi, dengan total mencapai 6,36 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi tercatat Rp 4,30 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 512.154 kali. 

Pergerakan volume dan nilai transaksi ini menunjukkan tingkat likuiditas yang cukup baik di pasar saham Indonesia pada awal perdagangan hari ini.

Jumlah saham yang menguat juga terlihat lebih dominan dibandingkan yang melemah. Sebanyak 341 saham tercatat menguat, sementara 212 saham mengalami penurunan harga. 

Selain itu, 153 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Kinerja positif ini mencerminkan adanya optimisme di kalangan investor domestik meskipun kondisi pasar saham global cenderung berfluktuasi.

Sentimen Positif di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

Di tengah gejolak pasar saham global, IHSG berhasil mempertahankan posisi hijau, berbanding terbalik dengan indeks saham di beberapa negara Asia lainnya. 

Indeks Nikkei di Jepang tercatat turun 1,70%, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong juga melemah 0,21%. Indeks Shanghai Composite di China pun tercatat turun 0,20%.

Fluktuasi pasar saham di Asia ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti kebijakan moneter global, ketidakpastian ekonomi, serta kondisi politik dan sosial di berbagai negara. 

Meski begitu, pasar saham Indonesia, yang tercermin dalam pergerakan IHSG, tampak mampu bertahan di tengah ketidakpastian tersebut, mengindikasikan adanya kepercayaan diri dari investor lokal terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Indikasi Kekuatan Ekonomi Domestik

Kenaikan IHSG ini juga bisa jadi dipicu oleh faktor-faktor fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan akan terus stabil, dukungan kebijakan fiskal pemerintah, serta perbaikan sektor-sektor ekonomi yang tertekan pada tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar optimisme pasar.

Selain itu, sektor-sektor unggulan Indonesia seperti konsumsi domestik, sektor infrastruktur, dan sumber daya alam diprediksi akan terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Hal ini tentu saja menjadi sinyal positif bagi pasar saham Indonesia, yang kemudian tercermin dalam penguatan IHSG pada awal perdagangan hari ini.

Potensi Penguatan IHSG ke Depan

Sejalan dengan perkembangan ini, analis memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren positifnya, meskipun masih ada beberapa tantangan eksternal yang perlu diwaspadai. 

Jika faktor-faktor positif ini terus berlangsung, penguatan IHSG dapat berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, beberapa sektor saham seperti sektor finansial dan konsumer dapat menjadi sektor-sektor yang menarik untuk diperhatikan oleh para investor. 

Dengan adanya kebijakan yang mendukung inklusi keuangan dan konsumsi domestik yang terus tumbuh, saham-saham di sektor-sektor tersebut berpotensi menjadi primadona di bursa saham Indonesia.

Terkini