Daging Sengkel: Keistimewaan Potongan Sapi yang Penuh Gizi

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:09:18 WIB
Daging Sengkel: Keistimewaan Potongan Sapi yang Penuh Gizi

JAKARTA  - Jika kamu adalah penggemar masakan Indonesia, mungkin sudah familiar dengan bakso urat yang terbuat dari daging sapi berkualitas. 

Namun, tahukah kamu bahwa ada bagian daging sapi yang sering menjadi bahan utama bakso urat dan berbagai hidangan lezat lainnya? Namanya adalah daging sengkel. Meskipun sering diabaikan, daging ini memiliki banyak manfaat dan rasa yang khas jika dimasak dengan benar.

Daging sengkel berasal dari bagian kaki sapi dan memiliki tekstur yang unik karena mengandung banyak jaringan ikat. Walaupun potongan ini lebih keras dibandingkan bagian daging sapi yang lebih lembut seperti ribeye atau sirloin, daging sengkel tetap menjadi bahan favorit untuk hidangan-hidangan yang membutuhkan kaldu kaya rasa dan tekstur empuk.

Bagian Sapi yang Menyimpan Banyak Keistimewaan

Daging sengkel berasal dari bagian kaki sapi, tepatnya di bagian bawah kaki yang berada di atas sendi lutut. Daging ini terdiri dari otot-otot yang aktif bergerak dan banyak mengandung jaringan ikat, termasuk kolagen dan tulang. 

Kolagen inilah yang membuat daging sengkel memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan dengan bagian lain yang lebih empuk seperti filet mignon atau ribeye.

Meskipun memiliki tekstur yang keras, daging sengkel sebenarnya menyimpan potensi rasa yang luar biasa. Kandungan kolagen yang tinggi akan berubah menjadi gelatin saat dimasak dengan teknik yang tepat, sehingga menjadikan daging ini empuk dan menghasilkan kaldu yang kaya dan gurih. 

Ini sebabnya, daging sengkel sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan kaldu, bakso urat, dan hidangan-hidangan berkuah lainnya.

Daging sengkel tersedia dalam dua bentuk utama, yaitu dengan tulang (bone-in) dan tanpa tulang (boneless). Potongan dengan tulang memberikan rasa yang lebih kaya dan cita rasa yang mendalam berkat sumsum tulang yang terkandung di dalamnya. 

Sementara itu, potongan boneless lebih praktis dan mudah diolah namun tetap mempertahankan cita rasa khas dari daging sengkel berkat kandungan jaringan ikat yang melimpah.

Olahan yang Cocok untuk Daging Sengkel

Daging sengkel sangat cocok untuk hidangan-hidangan tradisional Indonesia yang kaya akan rasa, seperti bakso urat, soto Betawi, gulai, semur, rawon, oseng, dan sate.

 Bagian ini juga sering digunakan dalam masakan yang membutuhkan proses memasak lama, karena kandungan kolagen yang ada dalam daging sengkel dapat menghasilkan kaldu yang kaya rasa.

Daging sengkel memiliki dua bagian utama yang berbeda dalam tekstur dan cara pemanfaatannya. Bagian atas kaki, yang dikenal dengan sebutan shin shank, lebih berisi daging dan lebih cocok untuk teknik memasak seperti braising atau memasak dengan cara sup dan semur. 

Sementara itu, bagian bawah kaki dekat kuku atau hock shank lebih kecil dan lebih padat dengan lebih banyak tulang. Bagian ini lebih cocok digunakan untuk membuat kuah kaldu yang gurih.

Kedua bagian daging sengkel ini mengandung sumsum tulang, yang berperan penting dalam memperkaya rasa dan tekstur masakan. Sumsum tulang ini akan meleleh saat dimasak dan memberikan cita rasa gurih yang khas pada hidangan, menjadikannya lebih nikmat dan lezat.

Memilih Daging Sengkel yang Tepat untuk Memasak

Untuk mendapatkan hasil masakan terbaik, penting untuk memilih daging sengkel yang segar. Daging sengkel yang baik biasanya memiliki tulang yang besar dan daging yang cukup tebal. 

Jika kamu ingin memanfaatkan sumsum tulang untuk kaldu atau masakan berkuah, pastikan kamu memilih potongan daging sengkel yang mengandung banyak tulang. Selain itu, daging sengkel dari sapi muda cenderung memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih halus. 

Namun, jika kamu menginginkan cita rasa yang lebih kuat dan masakan yang membutuhkan waktu pemasakan lama, pilihlah daging sengkel dari sapi dewasa.

Selain itu, pastikan daging sengkel yang kamu beli dalam keadaan segar dan disimpan dengan benar. Harga daging sengkel lokal biasanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram, sesuai dengan kualitas dan jenis potongan yang dipilih. Mengetahui cara memilih daging sengkel yang segar dan berkualitas akan memastikan hasil masakan yang lebih enak dan bergizi.

Peluang Mengolah Daging Sengkel di Rumah

Sekarang setelah mengetahui potensi daging sengkel, apakah kamu tertarik untuk mencoba mengolahnya sendiri di rumah? Daging sengkel bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga bergizi. 

Dengan menggunakan teknik memasak yang tepat, seperti slow cooking atau braising, kamu bisa menghasilkan hidangan dengan daging yang empuk dan kaya rasa.

Salah satu cara yang paling umum untuk mengolah daging sengkel adalah dengan membuat bakso urat. Potongan daging sengkel yang dipadukan dengan sedikit lemak sapi dan rempah-rempah khas bakso menghasilkan bakso yang kenyal dan lezat. 

Kamu juga bisa mencoba membuat soto Betawi yang kaya rempah dengan menggunakan daging sengkel untuk memberikan rasa kaldu yang mendalam dan gurih. Masakan seperti gulai, semur, dan rawon juga bisa menjadi pilihan yang sangat cocok untuk menggunakan daging sengkel sebagai bahan utama.

Dengan berbagai manfaat yang dimiliki daging sengkel, tidak heran jika potongan daging ini menjadi favorit dalam masakan Indonesia. Tidak hanya memberikan cita rasa yang unik dan kaya, tetapi juga memberikan banyak keuntungan dalam hal tekstur dan nilai gizi. Cobalah untuk mengeksplorasi potensi daging sengkel dan bawa kelezatan masakan tradisional Indonesia ke dapur rumahmu.

Terkini

Rekomendasi Tempat Makan Siang Terbaik di Surabaya 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:26:58 WIB

Rekomendasi Tempat Makan Nasi Goreng Malam Jakarta

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:26:57 WIB

Label Musik Dorong Aturan Hak Cipta Lagu Berbasis AI

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:26:54 WIB