LAPD Lakukan Akuisisi Kontraktor Tambang Sebagai Awal Transformasi

Senin, 02 Februari 2026 | 12:12:16 WIB
LAPD Lakukan Akuisisi Kontraktor Tambang Sebagai Awal Transformasi

JAKARTA - Pergantian pemegang saham pengendali menjadi momentum penting bagi PT Leyand International Tbk (LAPD) untuk menata ulang arah bisnis perseroan. 

Tidak lama setelah struktur kepemilikan berubah, emiten ini langsung melangkah lebih agresif dengan menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) terkait rencana akuisisi perusahaan kontraktor pertambangan, PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS).

Langkah ini menandai babak baru bagi LAPD, yang sebelumnya belum memiliki eksposur langsung ke sektor energi dan pertambangan. Melalui aksi korporasi tersebut, manajemen berharap dapat memperluas portofolio usaha sekaligus membuka sumber pendapatan baru yang dinilai lebih prospektif dalam jangka menengah hingga panjang.

Kesepakatan awal ini dilakukan antara LAPD dengan tiga pemegang saham BSS, yakni PT JSI Sinergi Mas sebagai pemilik mayoritas, PT Sapta Sinergy Saguna, dan PT Mineral Sumber Rejeki. Penandatanganan PPJB menjadi fondasi awal sebelum transaksi akuisisi tersebut diselesaikan secara penuh sesuai ketentuan yang disepakati para pihak.

Struktur Akuisisi Dan Kepemilikan Saham

Berdasarkan struktur kepemilikan saat ini, PT JSI Sinergi Mas menguasai 52.500 saham atau setara 87,5% saham BSS. Sementara itu, PT Sapta Sinergy Saguna memiliki 4.500 saham atau setara 7,5%, serta PT Mineral Sumber Rejeki sebanyak 3.000 saham atau setara 5%.

Melalui PPJB yang telah ditandatangani, LAPD berencana mengambil alih hampir seluruh saham perusahaan target. Setelah seluruh persyaratan dalam perjanjian terpenuhi, Leyand International akan menguasai 59.400 saham atau setara 99% kepemilikan BSS.

Konsekuensinya, kepemilikan para pemegang saham lama akan terdilusi secara signifikan. Porsi saham PT JSI Sinergi Mas akan menyusut menjadi 0,875%, PT Sapta Sinergy Saguna menjadi 0,075%, dan PT Mineral Sumber Rejeki tersisa 0,050%. Struktur kepemilikan baru ini menempatkan LAPD sebagai pengendali utama BSS secara efektif.

Manajemen menilai penguasaan hampir penuh atas saham BSS memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengambilan keputusan strategis serta integrasi bisnis ke dalam struktur usaha LAPD ke depan.

Nilai Transaksi Dan Skema Pembayaran

Para pihak dalam transaksi ini telah menyepakati nilai akuisisi sebesar Rp59,43 miliar. Nilai tersebut mencerminkan keseluruhan saham yang akan diambil alih oleh LAPD dari tiga pemegang saham BSS.

Rincian transaksi mencakup pembelian saham milik PT JSI Sinergi Mas dengan nilai Rp51,975 miliar. Sementara itu, saham PT Sapta Sinergy Saguna dibeli dengan nilai Rp4,455 miliar, dan saham PT Mineral Sumber Rejeki senilai Rp3 miliar.

Pembayaran atas transaksi tersebut akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam PPJB. Skema pembayaran bertahap ini memberi ruang bagi LAPD untuk menyesuaikan arus kas sekaligus memastikan pemenuhan seluruh persyaratan administratif dan legal sebelum transaksi dinyatakan efektif sepenuhnya.

Manajemen menegaskan bahwa struktur transaksi telah dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak, termasuk keberlanjutan operasional perusahaan target serta kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal yang berlaku.

Syarat Pendahuluan Dan Proses Penyelesaian

Sebelum transaksi akuisisi dapat ditutup, terdapat sejumlah syarat pendahuluan yang wajib dipenuhi oleh para pihak. Salah satunya adalah diperolehnya persetujuan dari pemegang saham perusahaan target sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, penyelesaian transaksi juga mensyaratkan diperolehnya seluruh izin, otorisasi, serta persetujuan dari pihak ketiga yang relevan. Ketentuan ini mencakup aspek regulasi maupun perizinan operasional yang berkaitan dengan aktivitas usaha di sektor pertambangan.

“Jangka waktu pemenuhan syarat tersebut dibatasi paling lambat tiga bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian,” papar manajemen LAPD.

PPJB ini ditandatangani oleh Direktur Utama LAPD Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, Direktur PT JSI Sinergi Mas Agus Subiyanto, Presiden Direktur PT Sapta Sinergy Saguna Muhammad Haikel Anies, serta Direktur PT Mineral Sumber Rejeki Sayed Noval. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen awal seluruh pihak untuk merealisasikan rencana akuisisi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Strategi Ekspansi Ke Sektor Energi Dan Tambang

Sebagai informasi, PT Bersaudara Sinergi Sejahtera merupakan perusahaan kontraktor pertambangan full service yang memiliki wilayah operasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Perusahaan ini selama ini dikendalikan oleh PT JSI Sinergi Mas, yang juga merupakan pemegang saham pengendali baru LAPD.

Rencana akuisisi BSS sejalan dengan strategi PT JSI Sinergi Mas untuk mengembangkan lini usaha LAPD ke sektor energi dan pertambangan, setelah resmi menguasai 51% saham perseroan. Integrasi bisnis antara LAPD dan BSS diharapkan dapat menciptakan sinergi operasional, terutama dalam pemanfaatan jaringan, aset, dan peluang proyek di sektor tambang.

Manajemen LAPD memandang langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental bisnis. Dengan masuk ke sektor pertambangan, perseroan berupaya mendiversifikasi sumber pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada lini usaha sebelumnya.

Ke depan, LAPD diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman dan kapabilitas BSS sebagai kontraktor pertambangan untuk memperluas cakupan bisnis, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

Terkini

Permintaan Imlek dan Ramadhan Dorong Harga CPO Februari

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:52 WIB

Masuk Bursa Bloomberg Dorong Harga Kakao Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:49 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini Beras Turun Telur Gula Naik

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:42 WIB

Rincian Tarif Listrik PLN Februari Tetap Berlaku Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:40 WIB