Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Lampaui Target 2025

Selasa, 03 Februari 2026 | 08:57:05 WIB
Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Lampaui Target 2025

JAKARTA - Di tengah dinamika global sektor energi dan meningkatnya kebutuhan dalam negeri, kinerja hulu migas nasional menunjukkan sinyal positif. 

Sepanjang 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berhasil mencatatkan produksi minyak dan gas bumi yang melampaui satu juta barel setara minyak per hari. Capaian ini menegaskan peran strategis PHE dalam menjaga pasokan energi nasional sekaligus menopang stabilitas ekonomi Indonesia.

Produksi migas PHE pada 2025 tercatat sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Angka tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas bumi mencapai 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). 

Raihan ini dicapai di tengah tantangan industri migas global, mulai dari fluktuasi harga energi hingga tekanan terhadap keberlanjutan produksi di lapangan-lapangan matang.

Selain mencerminkan kinerja operasional yang solid, capaian produksi tersebut menjadi indikator penting bahwa upaya optimalisasi lapangan dan pengembangan proyek strategis masih mampu menjaga laju produksi migas nasional.

Aktivitas Operasi Dan Eksplorasi Terus Digenjot

Tidak hanya dari sisi produksi, sepanjang 2025 PHE juga menunjukkan intensitas kegiatan operasi yang tinggi. Perusahaan merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, disertai kegiatan workover pada 1.288 sumur. 

Selain itu, aktivitas well service tercatat mencapai 37.259 pekerjaan, yang berperan penting dalam menjaga performa sumur-sumur eksisting agar tetap produktif.

Di sektor eksplorasi, PHE melaksanakan survei seismik dua dimensi sepanjang 2.931 kilometer serta survei seismik tiga dimensi seluas 855 kilometer persegi. 

Upaya tersebut diperkuat dengan pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan cadangan migas nasional.

Langkah agresif di bidang eksplorasi ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri hulu migas. Dengan pemetaan potensi yang lebih akurat, perusahaan memiliki dasar kuat untuk mengembangkan lapangan baru sekaligus mengoptimalkan potensi yang sudah ada.

Penguatan Cadangan Dan Proyek Strategis Migas

PHE juga mencatatkan kinerja signifikan dalam penguatan sumber daya dan cadangan migas. Sepanjang 2025, penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE). 

Kontribusi terbesar berasal dari sumur Migas Non-Konvensional di area Aman Trough, Wilayah Kerja Rokan. Sementara itu, penambahan cadangan terbukti atau P1 tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE).

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menyebut capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam mengelola operasi hulu migas secara efisien dan berkelanjutan.

“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah.

Sejumlah proyek strategis turut mendukung pencapaian tersebut. Di antaranya adalah Put on Production and Exploration (POPE) sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima. 

Keberhasilan pemboran di struktur Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat turut mendorong Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Regional Sumatra mencatat rekor produksi minyak hingga 30 ribu barel per hari.

Inovasi Teknologi Dorong Produksi Berkelanjutan

Dalam upaya menahan laju penurunan produksi di lapangan tua sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, Subholding Upstream Pertamina menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) di Wilayah Kerja Rokan. 

Teknologi ini diaplikasikan pada sumur KB525 dan KB570, menjadikan Pertamina sebagai pionir penerapan MSF di Indonesia.

Keberhasilan penerapan teknologi tersebut menunjukkan bahwa inovasi memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. 

Selain itu, sejumlah proyek yang telah onstream sepanjang 2025 juga memberikan kontribusi signifikan, seperti Proyek Sisi Nubi Area of Interest yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam, Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan, serta pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan oleh PHE Tomori Zona 13 Regional 4.

Menurut Hermansyah, penyelesaian proyek-proyek strategis tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional. 

“Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira Subholding Upstream, mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” katanya.

Menutup tahun 2025, PHE Jambi Merang juga mencatat capaian positif melalui sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran. Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi sumur tersebut mencapai 451,42 barel minyak per hari, melampaui target awal sebesar 400 barel per hari.

Ke depan, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Terkini

Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu Februari 2026 Lengkap

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:26 WIB

Jadwal Kapal Pelni Saumlaki Dobo Februari Sangat Terbatas

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:25 WIB

Update Jadwal DAMRI Bandara YIA Ke Jogja 3 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:24 WIB

Jadwal KRL Solo - Jogja Selasa, 3 Februari 2026 Lengkap

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:23 WIB