Dampak Positif Melamun Bagi Mental Kreativitas Dan Pikiran

Selasa, 03 Februari 2026 | 08:57:13 WIB
Dampak Positif Melamun Bagi Mental Kreativitas Dan Pikiran

JAKARTA - Melamun kerap dicap sebagai kebiasaan yang tidak produktif. Banyak orang merasa bersalah ketika pikirannya melayang di tengah aktivitas karena dianggap tidak fokus atau membuang waktu. 

Padahal, tanpa disadari, melamun adalah bagian alami dari cara kerja otak manusia. Pikiran yang mengembara justru dapat memberi jeda penting bagi mental, terutama di tengah tekanan rutinitas yang padat.

Mengutip Real Simple, terapis pernikahan dan keluarga Saba Lurie, LMFT, menjelaskan bahwa melamun adalah hal yang wajar karena pikiran manusia secara alami memang cenderung mengembara. 

Lebih dari itu, melamun juga bisa berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah, terutama ketika seseorang merasa kewalahan atau memiliki pengalaman traumatis.

“Terkadang melamun dapat berfungsi sebagai teknik mengatasi masalah, terutama jika kita mengalami trauma atau merasa kewalahan. Melamun seolah-olah dapat membawa kita keluar dari momen saat ini dan membawa kita ke tempat lain, dan ini dapat memiliki manfaat dan kerugian,” ujar Lurie.

Dengan pemahaman yang tepat, melamun tidak selalu berdampak negatif. Justru, ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh jika kebiasaan ini terjadi secara wajar dan tidak berlebihan. 

Berikut beberapa dampak positif melamun yang perlu diketahui.

Membantu Meredakan Tekanan Emosional

Salah satu manfaat melamun yang paling terasa adalah kemampuannya membantu meredakan stres dan kecemasan. Saat melamun, pikiran diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari tekanan yang terus-menerus datang. 

Pikiran bisa mengalir bebas, membayangkan hal-hal menyenangkan, harapan di masa depan, atau sekadar situasi yang memberi rasa nyaman.

Otak manusia membutuhkan relaksasi secara teratur agar dapat bekerja optimal. Melamun menjadi salah satu cara sederhana untuk memberi jeda tersebut. Dengan membiarkan pikiran mengembara, tubuh dan mental mendapatkan kesempatan untuk menurunkan ketegangan yang menumpuk.

Saat melamun, seseorang tidak dituntut untuk fokus pada target atau tanggung jawab tertentu. Kondisi ini membantu menurunkan beban emosional, sehingga stres dan kecemasan dapat berkurang secara perlahan. Tak heran jika setelah melamun, banyak orang merasa pikirannya lebih ringan dan suasana hati membaik.

Memberi Ruang untuk Menyelesaikan Masalah

Melamun sering disalahartikan sebagai bentuk pelarian dari masalah. Padahal, membiarkan pikiran berkelana justru dapat membantu menyegarkan mental yang lelah akibat berpikir terlalu keras. Ketika seseorang terus memaksakan diri untuk mencari solusi, otak bisa mengalami kebuntuan dan kesulitan melihat jalan keluar.

Dalam kondisi seperti ini, melamun berperan sebagai jeda yang dibutuhkan pikiran. Dengan beristirahat sejenak dari tekanan pemecahan masalah, otak memiliki kesempatan untuk mengatur ulang informasi yang ada. Hal ini memungkinkan munculnya sudut pandang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

“Ini memungkinkan kita untuk beristirahat sejenak dari pemecahan masalah yang kompleks sehingga kita dapat kembali dengan perasaan segar dan seringkali dengan perspektif baru,” kata Lurie.

Melalui proses ini, melamun bukan hanya membantu menenangkan pikiran, tetapi juga mempersiapkan mental untuk kembali menghadapi persoalan dengan cara yang lebih jernih dan efektif.

Mendorong Munculnya Ide Kreatif

Manfaat lain dari melamun adalah kemampuannya meningkatkan kreativitas. Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi Bianca L. Rodriguez, Ed.M, menyebutkan bahwa banyak orang mengalami momen “aha” justru saat sedang melakukan aktivitas ringan yang tidak membutuhkan fokus penuh. Pada saat-saat inilah, pikiran sering kali berada dalam kondisi melamun.

Kegiatan sederhana seperti mandi, berjalan santai, atau berbaring tanpa tujuan tertentu sering membuka ruang bagi otak untuk menerima dan mengolah informasi baru. Dalam kondisi ini, pikiran bebas menghubungkan ide-ide yang sebelumnya tampak tidak berkaitan.

“Melamun meningkatkan kreativitas dengan membiarkan pikiran kita membuat hubungan tak terduga antara ide-ide,” jelas Lurie.

Proses ini sangat bermanfaat bagi siapa pun yang membutuhkan ide segar, baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari. Kreativitas yang muncul dari melamun sering kali terasa lebih alami dan tidak dipaksakan.

Melamun Perlu Dikendalikan dengan Bijak

Meski memiliki banyak manfaat, melamun tetap perlu dilakukan secara seimbang. Jika dibiarkan berlebihan, melamun bisa berubah menjadi kebiasaan yang mengganggu aktivitas atau memicu pikiran negatif, seperti menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.

Namun, jika dilakukan dengan sadar dan tidak berlarut-larut, melamun justru dapat menjadi alat sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Mengambil beberapa menit dalam sehari untuk membiarkan pikiran beristirahat bukanlah hal yang salah. Sebaliknya, hal ini bisa membantu menjaga keseimbangan emosi dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Beauties, melamun bukanlah musuh produktivitas. Kebiasaan ini bisa menjadi cara alami tubuh dan pikiran untuk bernapas sejenak di tengah kesibukan. Selama tidak berlebihan, melamun justru dapat membawa manfaat positif yang sering kali tidak disadari.

Terkini

AJB Bumiputera 1912 Ingatkan Pemegang Polis Segera Perbarui

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:16 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Terbaru 3 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:15 WIB

Harga Emas Antam UBS Galeri24 Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:14 WIB

OJK Sampaikan Arahan Untuk Investor Saat IHSG Melemah Tajam

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:12 WIB

BNI Laporkan Pertumbuhan Kredit Dua Digit Yang Stabil

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:11 WIB