Program Makan Bergizi Gratis Dinyatakan Berhasil oleh Pemerintah

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:53:12 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Dinyatakan Berhasil oleh Pemerintah

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis terus menjadi sorotan nasional seiring dengan dampaknya yang semakin luas bagi masyarakat. 

Setelah berjalan lebih dari satu tahun, pemerintah menilai program ini tidak hanya berhasil menjangkau puluhan juta penerima manfaat, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian dan penciptaan lapangan kerja. 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa capaian program tersebut menunjukkan keberhasilan yang secara statistik sangat signifikan.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. 

Sasaran program tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Prabowo, angka ini merupakan pencapaian besar yang sebelumnya tidak banyak diperkirakan oleh publik.

Capaian Program Yang Dianggap Melampaui Ekspektasi

Prabowo menuturkan bahwa kecepatan dan skala pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melampaui ekspektasi banyak pihak. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun lebih, program ini telah menjangkau puluhan juta orang di seluruh Indonesia.

“60 juta dalam 1 tahun 4 bulan (atau) 5 bulan. Tidak ada yg menduga kita mampu, tidak ada yang menduga,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal peluncuran, program ini tidak lepas dari berbagai keraguan. Sejumlah pihak bahkan memprediksi program akan gagal dijalankan secara masif, baik dari sisi distribusi maupun keamanan pangan. Namun, Prabowo menilai hasil di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Menurut Prabowo, meskipun terdapat laporan kasus keracunan, jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan total makanan yang telah dibagikan kepada penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa risiko tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menilai program secara keseluruhan gagal.

Statistik Dan Penilaian Keberhasilan MBG

Dalam penjelasannya, Prabowo membandingkan kasus keracunan dalam program MBG dengan kejadian serupa yang juga dapat terjadi di restoran umum. Ia menekankan bahwa risiko tersebut tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dalam kegiatan penyediaan makanan dalam skala besar.

“Kita makan di restoran paling mahal di Jakarta aja ada yang keracunan. Kalo kita jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,008 atau 7,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Prabowo menyimpulkan bahwa secara statistik program MBG dapat dinyatakan berhasil. Ia menilai angka kejadian yang sangat kecil justru menunjukkan sistem pengelolaan program berjalan dengan baik.

“Artinya apa? Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” sambung Prabowo.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan pemerintah bahwa evaluasi program dilakukan berdasarkan data dan capaian nyata di lapangan, bukan hanya pada persepsi atau asumsi yang berkembang di masyarakat.

Dampak Langsung Terhadap Lapangan Kerja

Selain manfaat gizi bagi masyarakat, Prabowo menyoroti dampak ekonomi dari Program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah beroperasi puluhan ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

“Dengan kondisi sekarang saja, hari ini MBG telah ada dapur SPPG yabg sdh operasional 22.275 dapur operasional. Dalam proses penilaian 13.829. Dengan 22 ribu saja sekarang kita sdh menciptakan lapangan kerja 1 juta. 22 ribu kali 50 orang yang digaji setiap hari,” tutur Prabowo.

Menurutnya, setiap dapur SPPG mempekerjakan puluhan tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses pengolahan, distribusi, dan pengawasan makanan. Hal ini membuat program MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat lokal.

Prabowo menilai, keberadaan dapur-dapur tersebut memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Target Perluasan Hingga Akhir Tahun Depan

Ke depan, pemerintah menargetkan perluasan Program Makan Bergizi Gratis agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Prabowo menyebutkan bahwa hingga Desember 2026, program ini ditargetkan dapat menjangkau sekitar 82 juta orang.

“Itu nanti di ujungnya kalo kita sampe 82 juta, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih sangat besar. Namun, Prabowo menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak akan terselesaikan hanya dengan kritik atau kecaman terhadap pemerintah.

“Kalau kita teriak, teriak, teriak, kita mencela, mencela, mencela, menghardik, tidak akan tercipta. Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden RI saya telah menghasilkan 1 juta lapangan kerja, hanya dari MBG,” pungkas Prabowo.

Menurut Prabowo, Program Makan Bergizi Gratis merupakan contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat memberikan manfaat ganda, baik dari sisi peningkatan kualitas gizi masyarakat maupun penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Terkini

Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu Februari 2026 Lengkap

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:26 WIB

Jadwal Kapal Pelni Saumlaki Dobo Februari Sangat Terbatas

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:25 WIB

Update Jadwal DAMRI Bandara YIA Ke Jogja 3 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:24 WIB

Jadwal KRL Solo - Jogja Selasa, 3 Februari 2026 Lengkap

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:23 WIB