JAKARTA - Industri asuransi jiwa menghadapi dinamika yang semakin kompleks pada tahun ini. Perubahan kondisi ekonomi global dan domestik, fluktuasi pasar keuangan, hingga tekanan biaya layanan kesehatan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan oleh pelaku usaha.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life dalam menjaga kesinambungan kinerja bisnis dan profitabilitas perusahaan.
Ciputra Life mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja laba perseroan pada tahun ini. Manajemen menilai, tantangan tersebut perlu dicermati sejak dini agar perusahaan dapat menyusun langkah antisipatif yang tepat dan menjaga stabilitas kinerja sepanjang tahun.
Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global dan domestik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Menurutnya, dinamika tersebut dapat berdampak langsung terhadap volatilitas pasar investasi yang menjadi bagian dari pengelolaan portofolio perusahaan asuransi.
Dinamika Ekonomi Dan Tekanan Biaya
Listianawati menyampaikan bahwa selain kondisi ekonomi, tingkat inflasi biaya layanan kesehatan juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi jiwa. Kenaikan biaya medis berpotensi meningkatkan klaim, yang pada akhirnya dapat menekan margin keuntungan apabila tidak dikelola secara hati-hati.
“Beberapa faktor yang menjadi perhatian, antara lain kondisi ekonomi global dan domestik yang dapat mempengaruhi dinamika dan volatilitas pasar investasi, serta tingkat inflasi biaya layanan kesehatan,” kata Listianawati.
Ia menambahkan, tantangan tersebut diperberat oleh perlambatan daya beli masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam membeli produk asuransi, sehingga berpotensi menahan laju pertumbuhan premi.
“Ditambah, adanya perlambatan daya beli yang dapat mempengaruhi pertumbuhan premi,” ungkapnya.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat perusahaan perlu mencermati kondisi pasar dengan lebih seksama, terutama dalam merumuskan kebijakan bisnis dan strategi pemasaran produk asuransi jiwa.
Antisipasi Risiko Dan Penguatan Fundamental
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Ciputra Life menegaskan pentingnya langkah antisipasi yang terukur. Listianawati mengatakan bahwa setiap risiko yang muncul perlu dikelola secara cermat agar tidak berdampak signifikan terhadap kinerja laba perusahaan.
“Oleh karena itu, sejumlah tantangan tersebut perlu diantisipasi dan dikelola secara cermat, agar kinerja tetap terjaga sepanjang tahun ini,” ujarnya.
Menurut Listianawati, tantangan yang dihadapi justru menjadi bagian dari proses penguatan fundamental bisnis perusahaan. Melalui pengelolaan risiko yang lebih disiplin, Ciputra Life berupaya memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan penyesuaian strategi bisnis agar tetap relevan dengan kondisi pasar. Selain itu, inovasi produk dan layanan juga menjadi fokus utama untuk menjawab kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Tak kalah penting, pengendalian biaya yang terukur menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, Ciputra Life berupaya memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dimitigasi sejak dini, sebelum berdampak lebih besar terhadap kinerja keuangan.
Strategi Kejar Target Laba
Di tengah berbagai tantangan, Ciputra Life tetap memasang target pertumbuhan laba yang ambisius. Perusahaan menargetkan pertumbuhan perolehan laba mencapai dobel digit pada 2026. Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis ke depan, sekaligus komitmen untuk terus meningkatkan kinerja.
Listianawati mengungkapkan bahwa untuk mencapai target tersebut, Ciputra Life akan menerapkan sejumlah strategi utama. Salah satunya adalah fokus pada pengembangan kerja sama dengan mitra bisnis, baik yang sudah ada maupun mitra baru.
Kerja sama strategis dinilai dapat memperluas jangkauan pemasaran produk serta meningkatkan penetrasi pasar. Selain itu, inovasi produk juga menjadi kunci penting agar perusahaan mampu menawarkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Tak hanya pada sisi produk, Ciputra Life juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas layanan. Perusahaan berupaya memperkuat layanan purna jual atau after sales service guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.
Digitalisasi Dan Kinerja Keuangan
Seiring dengan perkembangan teknologi, Ciputra Life juga terus mendorong inisiatif digitalisasi dalam operasional dan layanan kepada nasabah. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah nasabah dalam mengakses produk dan layanan perusahaan.
“Selain itu, kami juga senantiasa mengembangkan produk baru sesuai dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan layanan kepada nasabah, terutama melalui inisiatif digitalisasi. Dengan demikian, nasabah dapat dengan mudah menjangkau produk Ciputra Life,” kata Listianawati.
Langkah-langkah tersebut didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang relatif solid. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan, Ciputra Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 507,2 miliar pada 2025.
Sementara itu, laba setelah pajak yang dibukukan Ciputra Life mencapai Rp 54,8 miliar. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan tahun ini sekaligus mengejar target pertumbuhan laba pada 2026.
Dengan strategi yang terarah, pengelolaan risiko yang disiplin, serta fokus pada inovasi dan layanan, Ciputra Life optimistis dapat menjaga kinerja bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika industri asuransi jiwa.