Adira Finance Targetkan Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan Dobel Digit 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:08:14 WIB
Adira Finance Targetkan Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan Dobel Digit 2026

JAKARTA - Industri pembiayaan nasional masih bergerak dalam lanskap yang penuh kehati-hatian. 

Pemulihan sektor otomotif yang belum sepenuhnya stabil, ditambah dinamika ekonomi yang masih berfluktuasi, membuat perusahaan pembiayaan perlu menyusun strategi pertumbuhan secara realistis. 

Di tengah kondisi tersebut, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance tetap memasang target ekspansif untuk tahun depan.

Adira Finance menargetkan penyaluran pembiayaan tumbuh dobel digit pada 2026, dengan kisaran pertumbuhan sebesar 10% hingga 12%. 

Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen dalam menjaga momentum pertumbuhan, meskipun sejumlah tantangan masih membayangi, khususnya dari sektor otomotif yang menjadi salah satu kontributor utama bisnis perusahaan.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengakui bahwa tantangan pada tahun ini berpotensi memengaruhi upaya pencapaian target tersebut. Menurutnya, kondisi pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih menjadi faktor yang perlu dicermati secara serius oleh perusahaan pembiayaan.

Harapan Pemulihan Pasar Otomotif

Gani menjelaskan bahwa kinerja sektor otomotif masih menjadi perhatian utama Adira Finance. Hingga saat ini, pasar kendaraan bermotor dinilai belum kembali ke level normal seperti sebelum periode perlambatan. Oleh karena itu, perusahaan berharap pemulihan dapat terjadi secara bertahap sepanjang tahun ini.

Ia menilai bahwa kondisi pasar otomotif pada tahun ini diharapkan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun belum sepenuhnya pulih. Dengan asumsi tersebut, Adira Finance tetap memasang target pertumbuhan yang moderat namun berkelanjutan untuk pembiayaan otomotif.

“Untuk otomotif, kami berharap bisa bertumbuh antara 4% sampai 6% untuk sisi piutang pembiayaan Adira Finance. Kalau penyaluran pembiayaan, berharap antara 10% sampai 12%. Jadi, kami ingin menjaga tetap di atas 10%, walaupun situasinya masih harus wait and see juga,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manajemen Adira Finance tetap berhati-hati dalam membaca arah pasar, sembari menjaga agar target pertumbuhan tetap realistis dan dapat dicapai.

Peran Nonotomotif Dalam Pertumbuhan

Selain sektor otomotif, Adira Finance juga mengandalkan kontribusi pembiayaan nonotomotif sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan. Gani menyampaikan bahwa kinerja pembiayaan perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang solid, terutama berkat kontribusi dari segmen nonotomotif.

Menurutnya, pembiayaan nonotomotif menjadi penopang penting di tengah belum optimalnya pemulihan pasar kendaraan bermotor. Diversifikasi portofolio pembiayaan ini dinilai membantu perusahaan menjaga laju pertumbuhan secara keseluruhan.

“Mengenai kinerja 2025, kinerja pembiayaan perusahaan pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama didorong kontribusi pembiayaan nonotomotif Adira Finance,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan pembiayaan nonotomotif tersebut juga diperkuat oleh dampak penggabungan usaha dengan Mandala Finance. Sinergi dari penggabungan tersebut memberikan tambahan skala bisnis dan memperluas basis pembiayaan perusahaan.

Dampak Penggabungan Dengan Mandala Finance

Gani menyebut bahwa pertumbuhan pembiayaan Adira Finance pada 2025 mencapai 18% secara year on year. Angka tersebut sudah memperhitungkan dampak penggabungan usaha dengan Mandala Finance, yang resmi dilakukan sebelumnya.

“Pertumbuhan itu ditopang kinerja nonotomotif Adira Finance,” kata Gani.

Penggabungan dengan Mandala Finance dinilai memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan, baik dari sisi volume pembiayaan maupun diversifikasi portofolio. Dengan basis bisnis yang lebih luas, Adira Finance memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan segmen pembiayaan di luar otomotif.

Sinergi tersebut juga membantu perusahaan dalam memperkuat daya saing di industri pembiayaan yang semakin kompetitif. Melalui integrasi bisnis, Adira Finance dapat mengoptimalkan jaringan, sistem, serta strategi pemasaran untuk menjangkau lebih banyak nasabah.

Kondisi Keuangan Dan Kualitas Pembiayaan

Dari sisi kinerja keuangan, Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan yang cukup signifikan sepanjang 2025. Gani menerangkan bahwa total pembiayaan yang disalurkan perusahaan sepanjang tahun tersebut mencapai Rp 43 triliun.

Sementara itu, total piutang pembiayaan Adira Finance tercatat sebesar Rp 61 triliun. Angka tersebut mencerminkan skala bisnis perusahaan yang terus berkembang, seiring dengan strategi ekspansi yang dijalankan.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan, Adira Finance juga menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat. Gani menyampaikan bahwa rasio Non Performing Financing (NPF) berada di level 2% pada akhir 2025. Tingkat NPF tersebut menunjukkan kualitas aset yang relatif terjaga di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

Dengan kinerja pembiayaan yang solid, portofolio nonotomotif yang semakin kuat, serta kualitas pembiayaan yang terjaga, Adira Finance optimistis dapat mencapai target pertumbuhan dobel digit pada 2026. 

Meski demikian, manajemen menegaskan akan tetap mencermati perkembangan pasar secara seksama dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.

Pendekatan hati-hati namun adaptif tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko, sekaligus memperkuat posisi Adira Finance di industri pembiayaan nasional.

Terkini

Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu Februari 2026 Lengkap

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:26 WIB

Jadwal Kapal Pelni Saumlaki Dobo Februari Sangat Terbatas

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:25 WIB

Update Jadwal DAMRI Bandara YIA Ke Jogja 3 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:24 WIB

Jadwal KRL Solo - Jogja Selasa, 3 Februari 2026 Lengkap

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:23 WIB