OJK Sampaikan Arahan Untuk Investor Saat IHSG Melemah Tajam

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:12 WIB
OJK Sampaikan Arahan Untuk Investor Saat IHSG Melemah Tajam

JAKARTA - Volatilitas pasar saham kembali menjadi sorotan investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam pada awal pekan ini. 

Pelemahan yang cukup dalam menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian investor, namun pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya tetap melihat kondisi pasar dalam perspektif jangka panjang dan fundamental emiten.

IHSG 2 Februari 2026 ditutup melemah sebesar 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73. Penurunan ini disebabkan tekanan jual yang dimulai sejak pembukaan perdagangan dan berlangsung hingga penutupan pasar. Meski koreksi cukup signifikan, OJK menilai ada sinyal positif yang tetap mendukung pasar domestik.

Menurut Friderica Widyasari Dewi, pejabat sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner OJK, meski IHSG terkoreksi, aliran dana investor asing menunjukkan indikasi positif. 

“Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar,” ujarnya.

Dinamika Pasar Regional dan Global

Friderica menekankan bahwa pelemahan IHSG tidak bisa dilepaskan dari tren pasar saham regional dan global. Indeks di sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Hong Kong, India, Singapura, dan China, cenderung melemah pada hari yang sama. Harga emas global juga mengalami penurunan, sehingga kondisi domestik perlu dilihat dalam konteks dinamika internasional.

Tekanan jual di pasar saham Indonesia kali ini juga dipengaruhi aksi rebalancing portofolio oleh investor. Banyak saham yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan mengalami koreksi, sementara saham dengan fundamental kuat tetap diminati. Hal ini menandakan pasar masih mempertimbangkan kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan.

Fokus pada Saham Fundamental

Menurut Friderica, koreksi yang terjadi pada saham-saham tertentu merupakan hal wajar. “Saham-saham yang turun hari ini sebagian besar merupakan saham yang harganya sudah naik terlalu tinggi sebelumnya,” jelasnya. 

Sebaliknya, saham dengan fundamental solid tetap mampu mencatat kenaikan terbatas, menunjukkan minat investor terhadap emiten yang kinerjanya baik.

Oleh karena itu, OJK mengimbau investor untuk tetap fokus pada saham yang memiliki prospek jangka panjang dan kinerja fundamental yang kuat, serta tidak terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek. Investor yang mengedepankan analisis fundamental biasanya lebih mampu menghadapi volatilitas pasar dengan tenang.

Imbauan OJK untuk Investor

OJK bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) terus memastikan perdagangan di pasar modal berlangsung teratur, wajar, dan efisien. Friderica menekankan pentingnya sikap tenang dan tidak panik bagi investor.

 “Kalau investasi di pasar modal itu melihat jangka panjang, melihat fundamental yang baik dan prospek ke depan yang masih sangat baik. Jadi tolong jangan panik, tetap tenang. Kami di OJK dan SRO terus memastikan semuanya berjalan dengan baik,” katanya.

Investor diimbau untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap penurunan sementara dan tetap memperhatikan strategi investasi yang berbasis fundamental. 

Mengelola portofolio dengan mempertimbangkan diversifikasi, evaluasi risiko, dan prospek jangka panjang dapat membantu mengurangi dampak volatilitas pasar.

Strategi Menghadapi Volatilitas

Beberapa strategi yang disarankan bagi investor menghadapi kondisi pasar seperti ini antara lain:

1. Mempertahankan fokus pada emiten dengan kinerja fundamental yang kuat.

2. Menghindari keputusan impulsif atau panik akibat penurunan sementara.

3. Meninjau kembali portofolio dan menyesuaikan alokasi aset sesuai profil risiko.

4. Memanfaatkan volatilitas untuk membeli saham berkualitas dengan harga wajar (buy the dip).

5. Mengikuti informasi resmi dari OJK dan SRO agar keputusan investasi lebih tepat dan aman.

Pelemahan IHSG memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi dengan pendekatan jangka panjang, investor memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan pasar. Memahami dinamika pasar regional dan global juga membantu menilai fluktuasi pasar domestik secara lebih rasional.

Terkini

AJB Bumiputera 1912 Ingatkan Pemegang Polis Segera Perbarui

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:16 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Terbaru 3 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:15 WIB

Harga Emas Antam UBS Galeri24 Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:14 WIB

OJK Sampaikan Arahan Untuk Investor Saat IHSG Melemah Tajam

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:12 WIB

BNI Laporkan Pertumbuhan Kredit Dua Digit Yang Stabil

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:11 WIB