Baznas Targetkan Pengumpulan ZIS Ramadhan 2026 Capai Rp515 Miliar

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:16:07 WIB
Baznas Targetkan Pengumpulan ZIS Ramadhan 2026 Capai Rp515 Miliar

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI) menetapkan target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp515 miliar selama bulan Ramadhan 1447 H (2026 M). 

Target ini khusus untuk Baznas pusat, yang berfokus pada penghimpunan dana dari berbagai sumber, terutama dari perusahaan-perusahaan besar yang semakin menunjukkan komitmen mereka dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga ini. 

Ketua Baznas RI, Noor Achmad, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut memang terbilang ambisius, namun keyakinan terhadap pencapaian ini didasari pada tren positif kesadaran masyarakat dan dukungan dari sektor korporasi.

“Peningkatan target ini bukan hanya angka semata, namun sebagai upaya memperluas manfaat zakat untuk mustahik, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang,” jelas Noor Achmad. 

Menurutnya, tingginya kesadaran zakat pada bulan Ramadhan menjadi faktor pendorong utama dalam pencapaian target tersebut.

Zakat sebagai Kekuatan Kolektif Umat untuk Membangun Kesejahteraan

Baznas menekankan bahwa zakat bukan hanya sebuah kewajiban individu semata, tetapi juga merupakan kekuatan kolektif umat dalam upaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. 

Oleh karena itu, setiap donasi yang terkumpul akan diarahkan untuk memberikan dampak yang luas dan langsung kepada mustahik di seluruh Indonesia. 

Dengan mengoptimalkan peluang di bulan Ramadhan, Baznas berharap dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan zakat ini.

Sebagian besar dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk program-program sosial yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan bencana. 

Baznas berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap dana yang diterima dikelola dengan amanah dan profesional, serta memberikan dampak yang maksimal bagi penerima manfaat.

Noor Achmad juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat secara transparan, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga ini dapat terus meningkat. 

Kepercayaan tersebut, menurutnya, akan mendorong semakin banyak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui Baznas, memperkuat sinergi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.

Inovasi dan Kemudahan Akses Zakat untuk Masyarakat

Untuk mencapai target Rp515 miliar, Baznas juga fokus pada peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memperkuat layanan digital, baik melalui kanal pembayaran di situs resmi Baznas maupun aplikasi mobile. 

Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, terutama generasi muda dan mereka yang tinggal di perkotaan, dalam menunaikan kewajiban zakat tanpa harus mengunjungi kantor Baznas secara langsung.

Selain itu, Baznas juga menggandeng sejumlah mitra strategis, termasuk perbankan dan penyedia layanan keuangan digital untuk memperluas jaringan layanan zakat di berbagai platform online. 

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi muzaki di mana pun mereka berada, sehingga partisipasi mereka dalam pengumpulan ZIS semakin tinggi.

Pendekatan Langsung melalui Layanan Jemput Zakat dan Gerai Zakat

Baznas juga memperkenalkan berbagai upaya untuk memperluas jangkauan pengumpulan zakat dengan membuka layanan jemput zakat dan mendirikan gerai-gerai zakat di lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan (mal). 

Layanan jemput zakat memungkinkan muzaki untuk langsung memberikan zakat mereka dengan pendampingan, sementara gerai zakat memberikan kenyamanan bagi mereka yang lebih suka bertransaksi secara langsung. 

Inovasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang mungkin belum terbiasa atau merasa kesulitan untuk melakukan pembayaran zakat melalui saluran digital.

Selain itu, Baznas juga memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga pemerintah, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas-komunitas masyarakat. 

Sinergi ini diharapkan dapat menggali lebih banyak potensi zakat, infak, dan sedekah dari berbagai kalangan, baik individu maupun perusahaan, untuk mendukung pengumpulan ZIS yang maksimal.

Komitmen untuk Pengelolaan Zakat yang Transparan dan Akuntabel

Dalam mengelola dana ZIS yang terkumpul, Baznas menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap prosesnya. Baznas berkomitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan dana zakat, sehingga setiap dana yang diterima benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. 

Rizaludin Kurniawan, pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, menyatakan bahwa pengelolaan dana zakat yang transparan akan meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat.

Kepercayaan publik menjadi elemen kunci dalam keberhasilan Baznas, baik dalam mencapai target pengumpulan ZIS, maupun dalam mengoptimalkan distribusi bantuan kepada mustahik. 

Untuk itu, Baznas selalu mengupayakan komunikasi yang efektif dan membangun hubungan yang baik dengan semua pihak terkait, guna memastikan zakat yang diterima dapat digunakan untuk memberikan manfaat maksimal bagi penerima zakat.

Terkini