Kenali Tanda Parfum Kedaluwarsa dan Cara Menyimpannya Agar Awet

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:02:49 WIB
Kenali Tanda Parfum Kedaluwarsa dan Cara Menyimpannya Agar Awet

JAKARTA - Parfum bukan hanya sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi identitas bagi banyak orang. 

Sering dibawa ke mana-mana, parfum memiliki daya tarik yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, meski sering digunakan, banyak orang yang tidak sadar bahwa parfum juga memiliki masa kedaluwarsa. 

Bahkan meskipun parfum sangat bernilai dan bisa mahal, tidak sedikit yang mengabaikan bagaimana cara menyimpannya dengan benar untuk memastikan tetap awet.

Menurut Amandine Pallez, senior creative director Bvlgari Parfums, parfum bisa rusak dan kehilangan kualitasnya seiring waktu. Tanda yang paling mencolok dari parfum yang sudah tidak layak pakai lagi adalah perubahan pada karakter aromanya. 

"Bukan hanya sekadar intensitas wangi yang berkurang, tetapi aroma parfum akan berubah menjadi lebih asam, tajam, bahkan terkesan metalik atau plastik," ujar Pallez. 

Perubahan ini disebabkan oleh oksidasi, yang terjadi ketika parfum terlalu lama terpapar udara, menyebabkan kandungannya berkurang kualitasnya.

Faktor-Faktor Penyebab Parfum Rusak

Salah satu penyebab utama parfum cepat rusak adalah paparan oksigen yang terjadi setiap kali botol parfum dibuka. Semakin sering parfum terpapar udara, semakin besar kemungkinan aroma parfum berubah. 

Beberapa jenis parfum memang lebih tahan lama, misalnya yang mengandung bahan kayu, amber, atau leather. Bahan-bahan tersebut memiliki stabilitas kimia yang lebih tinggi, sehingga dapat bertahan lebih dari tiga tahun jika disimpan dengan benar.

Namun, bukan hanya aroma yang berubah ketika parfum kedaluwarsa. Cairan parfum itu sendiri juga bisa mengalami perubahan warna. Parfum yang awalnya berwarna kekuningan bisa berubah menjadi cokelat gelap, yang menjadi indikasi bahwa kandungan dalam parfum sudah rusak. Ini adalah tanda yang jelas bahwa parfum sudah tidak lagi aman untuk digunakan.

Jenis Parfum dan Umur Simpan yang Berbeda

Setiap jenis parfum memiliki ketahanan yang berbeda-beda, tergantung pada konsentrasi alkohol dan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. 

Parfum dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, seperti eau de parfum atau perfume extract, cenderung lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis parfum yang memiliki kadar alkohol lebih rendah seperti eau fraiche atau eau de cologne.

Biasanya, parfum dengan konsentrasi lebih tinggi memiliki daya tahan antara satu hingga tiga tahun, sementara yang lebih ringan bisa bertahan lebih singkat. 

Untuk itu, penting bagi para pengguna parfum untuk memahami label yang tertera pada kemasan parfum agar tahu bagaimana cara merawat dan menyimpannya dengan benar agar tetap awet.

Tips Menyimpan Parfum Agar Lebih Tahan Lama

Agar parfum tetap awet dan tidak cepat rusak, penyimpanan yang tepat sangatlah penting. Menyimpan parfum di tempat yang sejuk, gelap, dan terhindar dari paparan langsung sinar matahari akan membantu memperpanjang umur simpan parfum. 

Jangan terlalu sering memindahkan parfum dari botol aslinya karena setiap kali botol dibuka, parfum akan terpapar oksigen yang mempercepat proses oksidasi.

Jika Anda memiliki parfum yang belum dibuka, parfum tersebut bisa bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan yang sudah dibuka, asalkan disimpan dengan benar. 

Untuk memastikan parfum tetap dalam kondisi terbaiknya, pastikan juga botol parfum tertutup rapat setelah digunakan dan disimpan pada suhu yang stabil. Hindari tempat yang panas dan lembap karena dapat mempengaruhi komposisi parfum.

Bahaya Menggunakan Parfum yang Sudah Kedaluwarsa

Penting untuk diingat bahwa parfum yang sudah teroksidasi dan rusak dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Menggunakan parfum yang sudah kedaluwarsa, terutama yang mengandung bahan kimia yang telah terdegradasi, dapat menyebabkan ruam, alergi, atau reaksi kulit lainnya. 

Untuk itu, sangat disarankan untuk tidak menyemprotkan parfum yang sudah tidak layak pakai langsung ke kulit. Sebagai alternatif, Anda bisa menyemprotkannya pada pakaian atau sapu tangan, tetapi risiko tetap harus diperhatikan.

Pada dasarnya, parfum yang sudah kedaluwarsa tidak hanya akan mengurangi pengalaman aromatik yang seharusnya dinikmati, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan kulit jika digunakan secara langsung. 

Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda parfum rusak sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus memastikan aroma yang harum tetap terjaga.

Terkini