OJK Prediksi Penyaluran Pembiayaan Meningkat Jelang Idul Fitri Tahun Ini

Senin, 09 Maret 2026 | 11:03:37 WIB
OJK Prediksi Penyaluran Pembiayaan Meningkat Jelang Idul Fitri Tahun Ini

JAKARTA - Menjelang perayaan Idulfitri, aktivitas ekonomi masyarakat biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

Kebutuhan rumah tangga bertambah, konsumsi masyarakat meningkat, dan banyak pelaku usaha kecil mulai mempersiapkan stok dagangan untuk memenuhi lonjakan permintaan. 

Kondisi ini membuat permintaan terhadap berbagai layanan pembiayaan ikut mengalami kenaikan, terutama pada periode Ramadan hingga mendekati Lebaran.

Fenomena tersebut sudah menjadi pola yang berulang setiap tahun. Banyak masyarakat memanfaatkan layanan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun modal usaha musiman. 

Mulai dari pedagang makanan, penjual pakaian, hingga usaha kecil lainnya membutuhkan tambahan dana agar dapat memanfaatkan peluang peningkatan transaksi menjelang hari raya.

Di tengah dinamika tersebut, sektor jasa keuangan turut berperan dalam menyediakan akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat. Berbagai lembaga pembiayaan seperti pergadaian, multifinance, hingga pinjaman daring menjadi pilihan yang cukup populer karena prosesnya relatif cepat dan mudah diakses.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun memproyeksikan bahwa tren peningkatan pembiayaan ini akan kembali terjadi pada Ramadan hingga menjelang Idulfitri tahun ini. Lonjakan kebutuhan konsumsi masyarakat serta kebutuhan modal usaha musiman diperkirakan akan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman memproyeksikan penyaluran pembiayaan berpotensi meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Periode Ramadhan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” ujar Agusman.

Ia menuturkan secara historis, penyaluran pembiayaan selalu tumbuh positif di industri pergadaian, industri multifinance, hingga industri pinjaman daring (pindar) pada dua tahun terakhir.

Pertumbuhan Pembiayaan Pergadaian Menjelang Lebaran

Menurut Agusman, industri pergadaian menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir, terutama menjelang periode Ramadan dan Lebaran.

Ia menyampaikan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pergadaian pada Maret 2024 tumbuh sebesar 1,78 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) serta naik 1,66 persen mtm pada Maret 2025.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan pergadaian masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memperoleh dana cepat dengan sistem agunan.

Agusman memperkirakan industri pergadaian akan tetap tumbuh positif di tengah tingginya kompetisi dengan berbagai produk pembiayaan digital, seperti pinjaman daring dan Buy Now Pay Later (BNPL/paylater), karena mampu menawarkan pembiayaan alternatif berbasis agunan yang mudah diakses masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa minat pelaku usaha untuk terjun ke industri pergadaian masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyatakan terdapat 165 pelaku usaha yang mengajukan izin usaha pergadaian sepanjang 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, dengan total perusahaan pergadaian berizin hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 223 perusahaan.

“Saat ini terdapat dua perusahaan yang sedang berproses meningkatkan lingkup usaha menjadi nasional sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan aspek permodalan, tata kelola dan kesiapan operasional,” tuturnya.

Tren Positif Industri Multifinance

Selain pergadaian, industri multifinance juga diperkirakan mengalami peningkatan penyaluran pembiayaan menjelang Idulfitri. Agusman menjelaskan bahwa tren tersebut terlihat dari realisasi pembiayaan pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 2,05 persen mtm dengan tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross terjaga di 2,45 persen.

Sementara pada Maret 2025, pertumbuhan pembiayaan multifinance tercatat sebesar 0,78 persen mtm dengan tingkat NPF gross sebesar 2,71 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun penyaluran pembiayaan meningkat, kualitas pembiayaan di sektor multifinance masih tetap terjaga dalam batas yang relatif aman.

Hal ini menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan pembiayaan di sektor tersebut masih berjalan secara sehat.

Lonjakan Pembiayaan di Industri Pinjaman Daring

Selain pergadaian dan multifinance, industri pinjaman daring atau pindar juga menunjukkan tren peningkatan pembiayaan yang cukup signifikan menjelang Lebaran.

Agusman mengungkapkan bahwa nilai penyaluran pembiayaan pada Maret 2024 meningkat hingga 8,9 persen mtm. Sementara pada Maret 2025, pertumbuhan penyaluran pembiayaan di sektor ini tercatat sebesar 3,8 persen mtm.

Kenaikan tersebut mencerminkan semakin luasnya penggunaan layanan pembiayaan digital oleh masyarakat. Kemudahan akses, proses yang cepat, serta layanan berbasis teknologi membuat pinjaman daring semakin diminati oleh berbagai kalangan. Meski demikian, OJK tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas pembiayaan di tengah pertumbuhan yang terjadi.

Meskipun nilai pembiayaan terus meningkat, kualitas pendanaan (TWP90) industri pindar diperkirakan tetap terjaga di bawah 5 persen pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

"Untuk itu, diperlukan antara lain penguatan credit scoring dan verifikasi borrower (peminjam) agar pertumbuhan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan," imbuhnya.

Momentum Ramadan Dorong Aktivitas Ekonomi

Peningkatan penyaluran pembiayaan menjelang Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor jasa keuangan, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Tambahan pembiayaan sering dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, mulai dari belanja kebutuhan Lebaran hingga persiapan mudik. Di sisi lain, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga memanfaatkan pembiayaan untuk menambah modal usaha selama Ramadan.

Periode ini memang dikenal sebagai salah satu musim bisnis paling ramai dalam setahun. Banyak sektor usaha mengalami lonjakan permintaan, mulai dari kuliner, pakaian, hingga berbagai produk kebutuhan hari raya.

Karena itu, keberadaan lembaga pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perputaran ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat serta peluang usaha musiman yang muncul menjelang Lebaran, sektor pembiayaan diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam menjaga dinamika ekonomi nasional.

Terkini