Pakar Ekonomi Nilai Ketahanan Energi Indonesia Semakin Kuat Stabil

Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26:13 WIB
Pakar Ekonomi Nilai Ketahanan Energi Indonesia Semakin Kuat Stabil

JAKARTA - Kondisi energi global kerap menjadi perhatian banyak negara karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan. 

Namun bagi Indonesia, sejumlah pengamat menilai bahwa situasi tersebut tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. 

Berbagai langkah kebijakan yang telah dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir dinilai mampu memperkuat ketahanan energi nasional.

Pandangan tersebut disampaikan oleh pakar ekonomi dan bisnis dari Universitas Hasanuddin di Makassar, Hamid Paddu, yang menilai bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam membangun sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Pandangan Pakar Mengenai Ketahanan Energi Indonesia

Pakar Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar Profesor Hamid Paddu mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir mengenai kondisi energi di dalam negeri.

Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi menunjukkan bahwa Indonesia sedang berada pada arah kebijakan yang tepat.

Hamid menanggapi laporan media internasional asal Inggris, The Economist, yang berjudul “Which country is the biggest loser from the energy shock”.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara yang berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi.

“Saya kira, on the right track. Karena 'The Economist' tentu lebih fair. Mereka tentu melaporkan berbasis data, evidence based yang ada. Informasi yang dia punyai dengan kebijakan yang mereka ketahui,” kata dia.

Menurut Hamid, laporan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa upaya pemerintah dalam memperkuat sektor energi telah mendapat perhatian dari berbagai pihak di tingkat internasional.

Diversifikasi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional

Hamid menjelaskan bahwa salah satu alasan Indonesia dinilai relatif aman dari dampak krisis energi global adalah karena pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber energi.

Langkah diversifikasi tersebut mencakup pengembangan berbagai sumber energi alternatif selain bahan bakar fosil.

Salah satunya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi transisi energi.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan terhadap konsumsi energi berbasis fosil di dalam negeri.

Selain langkah yang dilakukan pemerintah, perusahaan energi nasional seperti Pertamina juga turut berperan dalam memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan.

Salah satu sumber energi yang terus dikembangkan adalah energi panas bumi atau geothermal yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Pengembangan energi panas bumi dinilai mampu menjadi salah satu sumber energi berkelanjutan yang dapat mendukung kebutuhan listrik nasional dalam jangka panjang.

Ketahanan Energi Lebih Stabil Dibanding Negara Lain

Dalam laporan yang sama, ketahanan energi Indonesia disebut memiliki tingkat stabilitas yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.

Hamid menyebut bahwa Indonesia bahkan dinilai memiliki ketahanan energi yang lebih kuat dibandingkan beberapa negara berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Ia mencontohkan bahwa stabilitas energi Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan dengan Vietnam dalam konteks ketahanan energi nasional.

Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah dalam memperkuat sektor energi, baik melalui diversifikasi sumber energi maupun penguatan cadangan energi nasional.

"Dari sisi ketahanan energi, kita lebih stabil. Sedangkan untuk ketahanan ekonomi, kita harus melakukan industrialisasi," ujarnya.

Menurut Hamid, penguatan sektor industri menjadi langkah penting agar ketahanan ekonomi nasional dapat berjalan seiring dengan ketahanan energi yang terus diperkuat.

Dengan industrialisasi yang lebih kuat, pemanfaatan energi di dalam negeri juga dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Cadangan Energi Perkuat Ketahanan Nasional

Selain pengembangan energi baru dan terbarukan, pemerintah juga terus berupaya mencari cadangan energi baru untuk memperkuat pasokan energi nasional.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi masa transisi energi global.

Hamid menjelaskan bahwa pemerintah melalui berbagai badan usaha milik negara terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan minyak baru.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global. Saat ini Indonesia diketahui memiliki cadangan minyak terbukti atau proven reserves yang cukup signifikan.

Jumlah cadangan minyak terbukti tersebut mencapai sekitar 4,4 miliar barel. Cadangan tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan energi nasional hingga sekitar sepuluh tahun ke depan.

Keberadaan cadangan energi yang memadai memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan proses transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Dengan langkah diversifikasi energi, pengembangan energi terbarukan, serta penguatan cadangan energi nasional, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat dalam menghadapi berbagai tantangan energi global.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat tetap optimistis terhadap kondisi energi dalam negeri sekaligus mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.

Terkini