Sebanyak 75 Desa Rejang Lebong Mulai Bangun Gerai KMPDK

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:41:04 WIB
Sebanyak 75 Desa Rejang Lebong Mulai Bangun Gerai KMPDK

JAKARTA - Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tengah gencar mendorong pembangunan gerai Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan (KMPDK) sebagai upaya penguatan ekonomi lokal. 

Program ini menyasar seluruh desa dan kelurahan di wilayah itu, dengan target penyelesaian secara menyeluruh pada pertengahan 2026. Hingga saat ini, sebanyak 75 dari 156 desa dan kelurahan telah memulai pembangunan fisik gerai.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Rejang Lebong, Anes Rahman, menjelaskan bahwa pembangunan gerai KMPDK bukan hanya untuk menambah sarana perdagangan, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi desa. 

“Tiga gerai telah selesai 100 persen, yakni di Desa Lubuk Ubar, Air Putih Baru, dan Pungguk Lalang, namun operasionalnya masih menunggu pendistribusian sarana pendukung dan pasokan kebutuhan pokok,” kata Anes.

Gerai ini nantinya akan menyediakan berbagai barang dagangan, seperti sembako dan kebutuhan pokok lain, sehingga diharapkan dapat menjadi pusat distribusi sekaligus memudahkan masyarakat setempat. 

Meskipun pembangunan fisik menjadi fokus utama, struktur kepengurusan dan badan hukum di semua desa dan kelurahan sudah terbentuk sejak awal program.

Kendala Lahan dan Penempatan Strategis

Meskipun semangat pembangunan tinggi, sejumlah desa menghadapi kendala lahan. Anes Rahman menuturkan bahwa banyak desa atau kelurahan belum bisa memulai pembangunan fisik karena keterbatasan lahan. 

“Posisi gerai harus strategis, idealnya di pinggir jalan besar. Jika berada di gang atau jauh dari akses utama, fungsi gerai sebagai pusat dagang akan kurang optimal,” ujarnya.

Program KMPDK memberikan hibah untuk bangunan beserta isinya, namun pengadaan lahan tetap menjadi tanggung jawab desa. Desa bisa menggunakan aset pemerintah daerah atau lahan masyarakat yang tidak terpakai. Hal ini mendorong desa untuk memanfaatkan potensi aset lokal agar program berjalan sesuai rencana.

Dalam beberapa kasus, desa yang mengalami keterbatasan lahan didorong untuk berinovasi dengan membangun gedung bertingkat. Konsep vertikal ini memungkinkan lantai bawah difungsikan sebagai gerai KMPDK dan lantai atas sebagai kantor desa, sehingga memaksimalkan penggunaan ruang terbatas.

Manfaat Ekonomi dan Sosial bagi Desa

Gerai KMPDK tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan hadirnya gerai, diharapkan distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih efisien dan harga barang lebih stabil karena dikelola langsung oleh koperasi desa. 

Selain itu, gerai ini diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM lokal karena produk-produk lokal dapat dipasarkan melalui gerai tersebut.

Anes Rahman menekankan bahwa keberadaan gerai KMPDK juga dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mengelola ekonomi desa. 

“Program ini memberikan peluang bagi desa untuk memanfaatkan aset dan memberdayakan warga setempat. Ini bukan hanya bangunan, tetapi sarana peningkatan ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” katanya.

Selain aspek ekonomi, gerai KMPDK juga memiliki nilai sosial. Gerai yang terletak strategis memudahkan warga mengakses kebutuhan pokok tanpa harus pergi jauh. 

Kehadiran gerai diharapkan menekan ketergantungan pada pusat distribusi di luar desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.

Tahapan Pembangunan dan Perencanaan Lanjutan

Pembangunan gerai KMPDK dilakukan bertahap. Tahap awal fokus pada desa dan kelurahan yang memiliki lahan memadai, sementara desa dengan keterbatasan lahan menunggu opsi gedung bertingkat. 

Pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memastikan tata kelola pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Anes Rahman menyebutkan bahwa sesuai petunjuk pelaksanaan dan teknis, anggaran program hanya diperuntukkan untuk pembangunan fisik dan fasilitas gerai, bukan pengadaan lahan. Oleh karena itu, kesiapan desa menyediakan lahan menjadi kunci percepatan pembangunan. 

“Sangat disayangkan jika desa melewatkan kesempatan ini hanya karena masalah lahan. Hibah ini mencakup bangunan dan perlengkapannya, jadi manfaatnya sangat besar,” ujarnya.

Selama pelaksanaan, koordinasi lintas kecamatan juga penting. Desa yang sudah menyelesaikan pembangunan fisik akan segera menerima pendistribusian barang dagangan, sehingga gerai bisa mulai beroperasi. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari gerai KMPDK dapat langsung dirasakan masyarakat.

Melalui program ini, Rejang Lebong berharap seluruh desa dan kelurahan dapat memiliki gerai KMPDK yang berfungsi sebagai pusat ekonomi lokal, meningkatkan kemandirian desa, dan memberdayakan masyarakat. 

Inovasi gedung bertingkat juga membuka peluang untuk mengatasi keterbatasan lahan, sehingga seluruh desa dapat menikmati manfaat program tanpa terkendala ruang. 

Dengan perencanaan matang dan koordinasi yang baik, gerai KMPDK diharapkan menjadi model penguatan ekonomi desa yang sukses di Provinsi Bengkulu.

Terkini