JAKARTA - Industri teknologi kesehatan di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan medis berbasis teknologi dan data.
Perusahaan yang bergerak di bidang diagnostik serta layanan kesehatan berbasis bioteknologi mulai menunjukkan peran penting dalam mendukung sistem kesehatan nasional.
Di tengah perkembangan tersebut, PT Diastika Biotekindo Tbk mencatatkan kinerja pendapatan yang cukup kuat sepanjang tahun buku 2025.
Perusahaan yang dikenal dengan kode saham CHEK ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Permintaan layanan kesehatan yang terus meningkat serta penguatan model bisnis berbasis teknologi menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.
Lonjakan kinerja ini juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan diagnostik modern dan teknologi kesehatan bernilai tambah tinggi. Selain itu, ekspansi perusahaan pada berbagai sektor pelanggan turut membantu memperkuat sumber pendapatan.
Kinerja perusahaan tidak hanya mencerminkan pertumbuhan dari sisi pasar, tetapi juga menunjukkan perkembangan model bisnis yang semakin fleksibel dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri kesehatan yang dinamis.
Pendapatan Perusahaan Mengalami Lonjakan Signifikan
PT Diastika Biotekindo Tbk berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan yang cukup kuat pada tahun buku 2025. Perusahaan mengantongi pendapatan sebesar Rp201,31 miliar pada akhir tahun tersebut.
Capaian ini meningkat sekitar 30% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp154,79 miliar. Kenaikan ini mencerminkan permintaan pasar yang semakin kuat terhadap layanan kesehatan yang ditawarkan perusahaan.
Direktur Utama Diastika Biotekindo, F.X. Yoshua R menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari ekspansi organik semata, tetapi juga menjadi bukti penerimaan pasar terhadap model bisnis perusahaan.
"Perseroan juga berhasil memperkuat portofolio pendapatan melalui diversifikasi basis pelanggan, dengan porsi sektor pemerintah meningkat pesat menjadi 56,05%," jelasnya.
Peningkatan kontribusi sektor pemerintah ini turut memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra strategis dalam sejumlah proyek kesehatan nasional.
Diversifikasi Pelanggan Dorong Pertumbuhan Bisnis
Selain peningkatan kontribusi dari sektor pemerintah, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan permintaan dari sektor swasta. Permintaan dari sektor ini meningkat sebesar 16,17% sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontrak jangka panjang yang dimiliki perusahaan dengan berbagai pelanggan swasta. Stabilitas tingkat retensi pelanggan juga menjadi faktor yang mendukung kesinambungan pendapatan perusahaan.
Diversifikasi basis pelanggan dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. Dengan memperluas sumber pendapatan dari berbagai sektor, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar saja.
Pendekatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar serta dinamika industri kesehatan.
Kombinasi antara proyek pemerintah dan kontrak dengan sektor swasta menjadi fondasi yang memperkuat stabilitas pendapatan perusahaan sepanjang tahun 2025.
Layanan Genomic Sequencing Jadi Motor Pertumbuhan
Salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan berasal dari lini layanan Genomic Sequencing. Lini bisnis ini mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan layanan tersebut mencapai 136,23% dan menjadi salah satu kontributor penting terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.
Direktur Utama Diastika Biotekindo menegaskan bahwa pengembangan layanan Genomic Sequencing merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan menuju penyedia layanan teknologi kesehatan bernilai tambah tinggi.
“Layanan Genomic Sequencing memperkuat positioning kami sebagai perusahaan berbasis teknologi tinggi dan mendorong pengembangan Precision Medicine yang berkelanjutan,” tambahnya.
Penguatan layanan berbasis teknologi ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi persaingan industri kesehatan yang semakin kompetitif.
Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kapabilitas teknologi serta integrasi data untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi yang lebih canggih.
Beban Operasional Meningkat Seiring Ekspansi Usaha
Di tengah peningkatan pendapatan, perusahaan juga menghadapi peningkatan beban operasional sepanjang tahun 2025. Salah satu pos yang mengalami kenaikan cukup besar adalah beban umum dan administrasi.
Pada tahun 2025, beban umum dan administrasi perusahaan tercatat sebesar Rp48,51 miliar. Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp33,69 miliar.
Selain itu, pos beban lainnya juga mengalami kenaikan lebih dari 50%. Nilainya meningkat menjadi Rp4,7 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 miliar.
Kenaikan berbagai beban operasional tersebut memberikan tekanan terhadap profitabilitas perusahaan. Akibatnya, laba bersih perusahaan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp14 miliar.
Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun penuh 2024 yang tercatat sebesar Rp15,17 miliar.
Meski demikian, perusahaan masih memandang prospek bisnis ke depan dengan optimisme. Permintaan terhadap layanan kesehatan bernilai tinggi diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi medis dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan diagnostik yang lebih akurat.
Dengan basis pelanggan yang semakin terdiversifikasi serta kesiapan operasional yang lebih kuat, perusahaan menilai peluang ekspansi bisnis masih terbuka luas.
Ekspansi organik, kolaborasi strategis, serta berbagai inisiatif bisnis selektif akan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.