JAKARTA - Ketersediaan energi menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Di tengah meningkatnya mobilitas dan konsumsi energi, pemerintah melalui Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan seluruh pasokan tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Upaya ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga stabilitas energi nasional. Terlebih, pelaksanaan posko tahun ini berlangsung di tengah tantangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi.
Namun demikian, pemerintah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti.
Pelaksanaan Posko Berjalan Aman Dan Terkendali
Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yudhiawan Wibisono mengatakan posko nasional sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah berhasil menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di tengah tantangan kondisi geopolitik.
"Posko ini bukan hanya sekadar pusat pengendalian, tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Idul Fitri. Di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu, rangkaian kegiatan Posko Hari Idul Fitri tahun 2026 berhasil kita lalui dengan aman, lancar, dan terkendali,” kata Yudhiawan.
Posko nasional sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah yang berlangsung sejak 12 Maret 2026 resmi ditutup pada Selasa ini. Yudhiawan Wibisono, yang mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam seremoni penutupan itu, menyatakan pelaksanaan posko berjalan aman, lancar dan terkendali.
Selama masa Posko sektor ESDM RAFI 2026 ini, kata dia, Indonesia menghadapi tantangan berat dengan kondisi geopolitik yang kurang kondusif.
Untuk itu, dia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Posko beserta seluruh jajaran sektor energi dalam melaksanakan Posko Nasional Sektor ESDM ini.
Pemantauan Langsung Dan Kesiapan Infrastruktur Energi
Kondisi yang aman, lancar dan terkendali tersebut, kata Yudhiawan, tidak hanya berdasarkan laporan harian posko saja. Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM, ujar dia, telah membuktikan dengan terjun langsung ke berbagai wilayah.
“Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM, LPG, gas bumi, dan keandalan pasokan listrik, yang Alhamdulillah semuanya dapat dikendalikan dengan baik. Termasuk juga kesiapan untuk antisipasi bencana oleh Badan Geologi,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026 yang juga Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati menyampaikan, melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antarinstansi, Posko Nasional Sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Posko Nasional Sektor ESDM dan para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan posko sejak persiapan, pembukaan, pelaksanaan, hingga hari ini,” ujarnya.
Ketahanan Stok Dan Tren Konsumsi Energi
Erika memaparkan, selama periode posko, ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman, baik untuk jenis Gasoline, Gasoil, Kerosene, maupun Avtur dengan ketahanan yang terjaga rata-rata di atas 20 hari.
“Peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM selama periode posko dibandingkan kondisi penyaluran normal, paling signifikan terlihat pada jenis Gasoline dengan kenaikan sebesar 15 persen, sedangkan Gasoil turun sebesar 18 persen. Adapun avtur naik sebesar 7,2 persen dibanding penyaluran normal,” kata dia.
BPH Migas telah melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran BBM harian, serta melakpkan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM yang tersebar di 67 kabupaten/kota dan 21 provinsi.
Sebanyak 21 provinsi itu meliputi wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimatan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Untuk LPG juga dilaporkan dalam kondisi aman. Ketahanan stok LPG nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG sebesar 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rerata normal.
Di bidang gas bumi, secara umum tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Subholding Gas Pertamina telah berhasil menyalurkan gas bumi kepada lebih dari 3.290 pelanggan komersial industri, sekitar 2.900 pelanggan kecil, 818 ribu pelanggan rumah tangga, dan pembangkit listrik termasuk PLN Group secara andal.
Keandalan Listrik Dan Antisipasi Risiko Geologi
Kondisi pasokan aman juga terjadi pada sektor ketenagalistrikan. Sebanyak 17 sistem normal selama periode Posko yaitu Sumatera, Batam-Bintan, Belitung, Interkoneksi Kalimantan, Tarakan, Sulutgo, Ambon, Ternate-Tidore, Manokwari, Sorong, Wamena, Merauke, Nabire, Tambora, Timor, Flores, dan Jawa-Bali.
Sementara pada sektor geologi, terjadi sejumlah kejadian kebencanaan yaitu terdapat dua gunung api dengan status siaga yaitu Gunung Merapi dan Gunung Semeru. Selain itu, terjadi 43 gerakan tanah, 35 kejadian gempa bumi.
“Seluruh aktivitas gempa bumi, gunung api, dan gerakan tanah, tidak berdampak terhadap kondisi pasokan maupun kelancaran penyaluran energi, baik di sektor BBM, LPG, gas bumi, maupun ketenagalistrikan,” kata Erika.
Hadir dalam acara ini, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Anggota Komite BPH Migas yaitu Arif Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Fathul Nugroho, Harya Adityawarman, dan Hasbi Anshory.
Keberhasilan pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM ini menjadi bukti bahwa koordinasi lintas sektor mampu menjaga stabilitas energi nasional, bahkan dalam situasi penuh tantangan.
Dengan kesiapan infrastruktur dan pengawasan yang ketat, masyarakat dapat menjalani momentum Ramadan dan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.