BI Proyeksikan Perekonomian Jakarta Tetap Tumbuh Kuat di 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 | 21:27:01 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta memproyeksikan laju perekonomian di wilayah daerah khusus ibu kota akan terus menunjukkan pertumbuhan yang kokoh meski berada dalam bayang-bayang ketidakpastian global.

“Perekonomian DKI Jakarta diprakirakan tetap tumbuh kuat didukung oleh terjaganya permintaan domestik dan keberlanjutan pengerjaan proyek strategis nasional maupun daerah,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Bambang Arianto di Jakarta, Jumat (7/8/2026)

Menurut penjelasannya, maraknya pelaksanaan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta pentas kebudayaan sampai penghujung tahun ini turut memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, lanjutnya, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, laju stabilitas inflasi dapat terus terkendali dalam rentang target yang ditetapkan.

Di samping itu, percepatan transformasi digital diharapkan menjadi tumpuan utama guna menopang daya beli masyarakat.

“Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2026 berada pada tren positif yang solid, selaras dengan penguatan posisi Jakarta sebagai pusat bisnis dan jasa berskala internasional,” ujar Bambang.

Bambang memaparkan, bila ditinjau dari sisi lapangan usaha maupun sektor penopang, pertumbuhan ekonomi Jakarta disokong oleh performa positif sektor perdagangan besar dan eceran yang mencatatkan kenaikan 6,83 persen year-on-year (yoy) serta bidang konstruksi yang tumbuh 5,96 persen (yoy).

“Kinerja sektor terkait ekonomi kreatif juga menunjukkan penguatan nyata,” tutur Bambang.

Lebih jauh, ia menguraikan bahwa lapangan usaha di bidang penyediaan akomodasi, kuliner, dan pariwisata mengalami pertumbuhan tinggi mencapai 9,52 persen (yoy). Kenaikan ini berbanding lurus dengan melonjaknya tingkat kunjungan pelancong dan okupansi hotel.

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi mencatatkan pertumbuhan 5,97 persen (yoy), yang mencerminkan pesatnya pemanfaatan layanan serta transaksi digital berbasis aplikasi, konten, dan media di Jakarta.

“Sektor kreatif lainnya, seperti fesyen dan kerajinan (kriya) turut mencatatkan perluasan pasar melalui dorongan digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan ekosistem QRIS yang semakin inklusif,” tutur Bambang.

Berdasarkan laporan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh meyakinkan di angka 5,52 persen year-on-year (yoy), melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen (yoy).

Capaian positif tersebut disokong oleh kuatnya tingkat permintaan domestik, akselerasi investasi, serta performa solid dari berbagai sektor usaha utama.

Ditinjau dari komponen permintaan, konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 5,18 persen (yoy) yang didorong oleh tingginya frekuensi perhelatan besar seperti Jakarta Fair Kemayoran serta momentum libur sekolah.

Sedangkan untuk komponen investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,52 persen (yoy), dan konsumsi pemerintah melonjak tinggi sebesar 14,70 persen (yoy) seiring dengan pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tags

Terkini