JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Jumat (7/8/2026), di zona hijau. Sejumlah saham seperti ISAT, INDY, sampai BUMI mencatatkan kenaikan hingga sesi penutupan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menanjak 1,04% menuju level 6.409,65. Rentang pergerakan indeks sepanjang hari berada di kisaran 6.347,43—6.409,65. Perdagangan mencatat sebanyak 373 saham menguat, 245 saham melemah, dan 345 saham bergerak stagnan.
Pada kelompok saham LQ45, penguatan paling tinggi dipimpin oleh PT Indosat Tbk. (ISAT) yang melesat 14,21% ke Rp2.170, disusul PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang naik 5,88% ke Rp2.700, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terangkat 4,47% ke Rp187.
Tren kenaikan juga dialami oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang menguat 4,03% ke Rp7.750, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang naik 3,77% ke Rp550, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang naik 3,52% ke Rp2.940.
Di sisi lain, koreksi melanda PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang merosot 5,03% ke Rp1.605, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melemah 0,92% ke Rp5.400, dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang turun 0,70% ke Rp1.420.
Hal serupa dialami PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang terkikis 0,63% ke Rp3.140, PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang tertekan 0,53% ke Rp23.675, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang menyusut 0,45% ke Rp2.200.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada transaksi hari ini seiring pengumuman sosok calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan bakal ditetapkan pekan ini.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda berpandangan, pengumuman nama calon Gubernur BI akan menjadi penggerak utama pasar karena dianggap menentukan penetapan kebijakan moneter dan stabilitas kurs rupiah ke depan.
"Pasar akan mencermati pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan diputuskan pekan ini karena akan menjadi penentu arah kebijakan moneter dan stabilitas rupiah ke depan," kata Reza dalam rilis analisisnya, Jumat (7/8/2026).
Di samping itu, pelaku pasar juga menantikan penerbitan sejumlah indikator ekonomi domestik, yaitu cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan bertahan di area US$145,6 miliar serta Indeks Harga Properti yang diproyeksikan tumbuh 0,8% secara tahunan.
Dari mancanegara, sorotan pasar tertuju pada publikasi neraca perdagangan China yang diproyeksikan mencatat surplus pada kisaran US$107 miliar. Data tersebut dinilai menjadi tolok ukur krusial untuk mengukur kekuatan denyut perdagangan dan permintaan global.
Melalui pendekatan teknikal, Reza menilai pola penguatan IHSG masih terjaga selama indeks sanggup bertahan di atas kisaran support 6.270—6.300.
"IHSG berpeluang kembali menguat untuk menguji resistance psikologis di level 6.400. Apabila mampu breakout dan bertahan di atas level tersebut, kondisi tersebut berpotensi menjadi awal fase penguatan baru," terangnya.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.300 dan resistance 6.400 pada perdagangan hari ini.