JAKARTA - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), kian semarak lewat persembahan Paduan Suara Sekolah Rakyat Orkestra.
Sebanyak 100 murid Sekolah Rakyat dari pelbagai daerah di tanah air berkesempatan hadir dan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka.
Mereka tampil membawakan tembang "Hari Merdeka" berkolaborasi dengan Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara.
Para murid terlihat antusias dan ceria kala mengumandangkan lagu-lagu kemerdekaan. Mereka juga mengibarkan bendera Merah Putih berukuran mini. Berbalut seragam safari Sekolah Rakyat lengkap beserta topi baret serta lencana identitas sekolah, para siswa tampak kompak sepanjang acara.
Tujuh siswa berprestasi turut tampil
Dari 100 murid yang memeriahkan acara, tujuh di antaranya merupakan pelajar berprestasi Sekolah Rakyat yang telah menorehkan kebanggaan di tingkat nasional.
Mereka ialah Akbar Farrel Areva dari SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat; Ajeng Irma Azil Liyah dari SRMA 7 Palembang, Sumatera Selatan; Agustina Ramadani dari SRMA Kota Samarinda, Kalimantan Timur; serta Zahira Al Zahra dari SRMP 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Di samping itu, terdapat Salwa Dzakila Asmar dan Fahrani Ramadhani dari SRMA 26 Makassar, Sulawesi Selatan, serta Ribka Elisabeth Rumpampam dari SRMA 29 Jayapura, Papua.
Ketujuh murid tersebut mengukir prestasi di beragam bidang. Akbar menyabet medali emas Olimpiade Tingkat Nasional OSSN bidang Matematika.
Ajeng mengandaskan persaingan dengan meraih medali emas Tingkat Nasional Kompetensi Sains Nusantara (LKN).
Agustina memenangkan medali perak Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional. Sementara itu, Zahira merebut medali emas cabang olahraga silat tingkat nasional dalam Kejuaraan Lomba Ariska Championship (LAC) 2026.
Salwa dan Fahrani masing-masing memboyong medali emas Olimpiade Nasional Indonesia 15 di cabang Biologi dan Matematika. Adapun Ribka meraih tempat ketiga kategori Paduan Suara pada Festival Senandung Anak Bangsa.
Persiapan tampil di Istana Merdeka
Penampilan di Istana Merdeka tersebut dimantapkan melalui rangkaian latihan berjenjang. Para murid perwakilan Sekolah Rakyat telah berlatih sepanjang Agustus di daerah asal masing-masing.
Selanjutnya, gladi terpadu di Jakarta digelar sebanyak dua kali guna menyempurnakan keselarasan nada, harmoni, dan kekompakan sebelum menginjajkan kaki di panggung upacara HUT ke-81 RI.
Salah satu murid yang terlibat, Raisya Putri Ahmad dari SRT 4 DKI Jakarta, mengekspresikan kegembiraannya karena beroleh kesempatan mengudara di Istana Merdeka.
"Senang, bahagia, dan excited banget karena kapan lagi bisa ke sini," ujar Raisya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026).
Menurut penjelasan Raisya, ia bersama rekan-rekannya melakoni gladi secara intensif selama kurang lebih dua pekan serta mengikuti gladi bersih sebanyak dua hingga tiga kali di tempat.
Pengalaman tampil di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menjadi momen berharga bagi dirinya. Ia mengaku kian percaya diri karena sanggup mempertontonkan bakat yang selama ini belum teruji di muka umum.
"Di sini aku bisa tampil di depan semua orang dengan percaya diri. Terus bisa menunjukkan bakat aku yang selama ini terpendam," katanya.
Raisya turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas pendirian Sekolah Rakyat yang dinilainya telah memberi ruang bagi anak-anak untuk kembali merajut asa dan cita-cita.
"Pak Prabowo Subianto, terima kasih sudah menciptakan Sekolah Rakyat yang bikin kami bisa bangkit lagi dan mulai mimpi kami lagi," tutur Raisya.
Sementara itu, murid lainnya, Ridho Rudiyansyah dari SRT 4 DKI Jakarta, mengungkapkan rasa gembiranya sebab pertunjukan di Istana Merdeka menjadi momen perdana baginya.
"Senang banget, karena baru pertama kali," kata Ridho.
Bagi Raisya dan Ridho, kesempatan berada di panggung Istana Merdeka menjadi memori berharga yang langka. Raisya beroleh panggung menunjukkan kebolehannya di depan khalayak luas, sedangkan bagi Ridho, ajang tersebut menjadi momen perdana yang tak terlupakan.
Di antara alunan nada yang melebur bersama Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara serta kibaran kecil bendera Merah Putih, para murid Sekolah Rakyat dari penjuru daerah itu pun resmi mencatatkan nama dalam peringatan kemerdekaan di panggung nasional.