HUT Ke-81 RI di Lokasi Bencana, Menko PMK Tegaskan Penanganan Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:39:31 WIB
Sejumlah pekerja mengamati kondisi bangunan Bank NTT [FOTO: NET].

JAKARTA — Pemerintah menegaskan percepatan penanganan darurat serta pemulihan pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di sela-sela peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).

Pratikno menyampaikan bahwa kehadiran jajaran menteri serta pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama bencana menandakan komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat terdampak.

“Sejak hari pertama kejadian, kami sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” kata Pratikno dalam keterangan, Senin (17/8/2026).

Menurut Pratikno, penanganan darurat dijalankan secara terintegrasi di bermacam wilayah terdampak. Pemerintah membagi tugas guna mempercepat penyaluran bantuan, termasuk ke Kecamatan Reo di Manggarai serta kawasan terisolasi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Koordinasi juga dilangsungkan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI maupun kementerian dan lembaga terkait, baik secara langsung atau lewat konferensi video, guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengutarakan bahwa Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI.

“Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere,” kata Suharyanto.

Posko Utama Labuan Bajo melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, serta Ngada. Sementara itu, Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Guna menjangkau wilayah yang terisolasi akibat kondisi geografis, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, hingga udara. Sebanyak enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere. Armada tersebut mencakup helikopter guna menopang evakuasi medis darurat.

Pemerintah turut memobilisasi truk logistik berukuran besar di beberapa titik penyaluran utama. Distribusi bantuan melalui jalur laut didukung kapal Pelni serta kapal feri menuju deretan wilayah kepulauan, termasuk Pulau Palue.

Adapun sampai Senin (17/8/2026) sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tercatat mencapai 68 orang. Sementara itu, pendataan korban luka-luka masih terus dilakukan.

Suharyanto menginstruksikan pemerintah daerah agar melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang lewat metode by name by address. Pendataan tidak perlu menunggu seluruh data terkumpul supaya proses perbaikan dapat langsung dieksekusi.

Menurut Suharyanto, rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama. Usai kebutuhan permukiman warga terpenuhi, pendataan kerusakan fasilitas umum, mencakup kantor bupati, menjadi prioritas berikutnya.

“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kami proses agar penanganan berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

Tags

Terkini