Wapres Gibran Tinjau Pengungsi dan Pelabuhan Rusak di Sikka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:35:31 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendatangi secara langsung Pelabuhan Laurentius Say yang terdampak gempa bumi sekaligus menyapa para pengungsi serta membagikan mainan kepada anak-anak di SD Inpres Wairklau, Kabupaten Sikka, NTT.

Sebagaimana dilaporkan ANTARA di Kabupaten Sikka, NTT, Kamis, Wapres Gibran didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mendatangi posko pengungsian di SD Inpres Wairklau seusai mendarat pada Kamis siang.

Di tempat itu, Wapres berbincang bersama warga yang masih bertahan di dalam tenda darurat dan memberikan mainan serta buku bacaan kepada anak-anak pascamusibah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).

“Anaknya sudah makan?” tanya Wapres.

“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan.

Wapres pun turut membagikan sejumlah perlengkapan bayi bagi salah satu ibu di lokasi pengungsian.

Melalui agenda kunjungan ini, Wapres hendak memastikan perhatian pemerintah di sektor pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi darurat. 

Upaya pemulihan pascabencana diharapkan tak sebatas memperbaiki infrastruktur fasilitas sekolah, melainkan juga menjamin anak-anak dapat kembali menimba ilmu secara aman, nyaman, dan memperoleh pendampingan yang memadai.

Selepas memantau lokasi penampungan di Wairklau, Wapres melanjutkan peninjauan ke Pelabuhan Laurentius Say yang mengalami kerusakan imbas guncangan gempa.

Pada kesempatan tersebut, ia mengecek area dermaga bersama Menko PMK dan Kepala BNPB sebelum bertolak melihat Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure yang turut mengalami kerusakan akibat gempa.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (19/8) pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 71 jiwa.

Adapun jumlah warga mengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini menembus 59.647 jiwa, dengan konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai.

Hingga Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB, penyaluran logistik lewat jalur udara telah menembus 165 ton dari total 398 ton bantuan yang terkirim sejak 15-18 Agustus 2026. Bantuan logistik tersebut tetap mengandalkan jalur darat sebagai moda penyuplai utama.

Tags

Terkini