JAKARTA - Harga emas pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8/2026), terpantau melompat tinggi di pasar domestik. Banderol emas Antam di Logam Mulia naik Rp80.000 menjadi Rp2.725.000 per gram. Lonjakan harga turut membalut emas Galeri 24, Antam, hingga UBS di gerai Pegadaian.
Mengutip laporan resmi laman Logam Mulia, patokan harga emas Antam pecahan 1 gram kini bertengger pada kisaran Rp2.725.000 per gram. Angka tersebut melesat Rp80.000 bila dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.645.000 per gram.
Di lain sisi, nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam hari ini menguat ke posisi Rp2.585.000 per gram, alias bertambah Rp80.000 dari posisi terdahulu Rp2.505.000 per gram.
Daftar harga emas Antam hari ini
Berikut rincian banderol emas Antam Logam Mulia pada Kamis (20/8/2026) merujuk data pembaruan jam 08.30 WIB:
0,5 gram: Rp1.412.500
1 gram: Rp2.725.000
2 gram: Rp5.390.000
3 gram: Rp8.060.000
5 gram: Rp13.400.000
10 gram: Rp26.745.000
25 gram: Rp66.737.000
50 gram: Rp133.395.000
100 gram: Rp266.712.000
250 gram: Rp666.515.000
500 gram: Rp1.332.820.000
1.000 gram (1 kilogram): Rp2.665.600.000
Harga emas hari ini di Pegadaian
Sementara itu, pergerakan harga emas di Pegadaian pada Kamis (20/8/2026) siang turut memperlihatkan tren penguatan dibanding angka pembaruan sesi pagi.
Berdasarkan laporan data terkini Pegadaian, varian emas Galeri 24, Antam, serta UBS kompak mengalami kenaikan untuk ukuran 1 gram.
Patokan emas Galeri 24 ukuran 1 gram melonjak Rp53.000 dari semula Rp2.645.000 menjadi Rp2.698.000 per gram.
Sementara itu, pecahan 1 gram emas Antam di Pegadaian menguat Rp81.000 dari Rp2.685.000 ke posisi Rp2.766.000 per gram. Adapun varian emas UBS ukuran 1 gram merangkak Rp55.000 dari Rp2.717.000 menjadi Rp2.772.000 per gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Galeri 24, Antam, dan UBS di gerai Pegadaian merujuk pembaruan Kamis (20/8/2026) siang:
Harga emas Galeri 24 hari ini
0,5 gram: Rp1.415.000
1 gram: Rp2.698.000
2 gram: Rp5.332.000
5 gram: Rp13.232.000
10 gram: Rp26.393.000
25 gram: Rp65.626.000
50 gram: Rp131.149.000
100 gram: Rp262.168.000
250 gram: Rp653.811.000
500 gram: Rp1.307.621.000
1.000 gram (1 kilogram): Rp2.615.241.000
Harga emas Antam hari ini di Pegadaian
0,5 gram: Rp1.435.000
1 gram: Rp2.766.000
2 gram: Rp5.471.000
3 gram: Rp8.181.000
5 gram: Rp13.601.000
10 gram: Rp27.147.000
25 gram: Rp67.739.000
50 gram: Rp135.396.000
100 gram: Rp270.713.000
Harga emas UBS hari ini di Pegadaian
0,5 gram: Rp1.499.000
1 gram: Rp2.772.000
2 gram: Rp5.502.000
5 gram: Rp13.595.000
10 gram: Rp27.047.000
25 gram: Rp67.484.000
50 gram: Rp134.691.000
100 gram: Rp269.275.000
250 gram: Rp672.988.000
500 gram: Rp1.344.396.000
Harga emas dunia
Di lanskap internasional, harga emas melambung melampaui 3 persen pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026) waktu setempat atau Kamis (20/8/2026) pagi WIB.
Eskalasi harga ini dipicu oleh rilis intervensi likuiditas Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang menekan imbal hasil surat utang serta nilai tukar dolar AS.
Menyadur laporan Reuters, harga emas pasar spot melesat 3,6 persen ke level 4.487,91 dolar AS per ons. Pada sesi transaksi terdahulu, nilainya sempat menyentuh 4.499,20 dolar AS per ons, yang merupakan posisi tertinggi sejak 4 Juni 2026.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 2,8 persen ke level 4.545,30 dolar AS per ons.
Secara kalkulasi teknikal, grafik emas spot melampaui ambang batas rata-rata pergerakan 100 hari di kisaran 4.381 dolar AS per ons.
Departemen Keuangan AS mengonfirmasi langkah penggandaan kapasitas program buyback obligasi jangka panjang demi menopang likuiditas pasar.
Kebijakan ini berujung pada penurunan tajam yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun yang sebelumnya sempat bertengger di puncaknya dalam kurun 19 tahun.
Indeks dolar AS turut menyusut 0,8 persen. Pelemahan mata uang tersebut menjadikan instrumen emas terhitung lebih terjangkau bagi pemegang mata uang asing, sehingga mendongkrak minat beli investor pada logam mulia.
Di sisi lain, catatan risalah rapat kebijakan The Fed memperlihatkan barisan pejabat bank sentral AS siap mendongkrak suku bunga pada pertemuan 28-29 Juli. Penyesuaian lanjutan dipandang perlu bilamana laju inflasi bergeming dari target sasaran 2 persen.
Meski begitu, ekspektasi pasar terhadap proyeksi suku bunga berbalik arah pascarilis barisan data ekonomi terbaru AS yang memburuk. Menurut kalkulasi CME Group FedWatch Tool, probabilitas The Fed menahan posisi suku bunga acuan pada pertemuan 15-16 September kini mencapai 65 persen.