LPDB Koperasi Dorong Lurik Prasojo Klaten Tembus Pasar Global

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:36:01 WIB
Menteri Perdanganan (Mendag) Budi [FOTO: NET].

JAKARTA — Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menuturkan bahwasanya dukungan pembiayaan yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi diharapkan sanggup menjadi pijakan bagi Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) untuk mengeskalasi usahanya hingga menembus pasar internasional.

"Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara," kata Wamenkop dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut dirinya, kain lurik bukan sebatas warisan budaya semata, dan koperasi wastra khas Klaten, Jawa Tengah ini menyimpan peluang besar untuk menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang sanggup menjangkau pasar lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara.

Peluang tersebut, lanjut dia, tampak nyata dari rekam jejak pengembangan Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Koperasi yang telah menaungi para perajin lurik sejak 1950 ini terus didorong untuk mengokohkan kapasitas usaha serta memperlebar ekosistem bisnisnya lewat suntikan pembiayaan.

Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen LPDB Koperasi dalam memperkuat koperasi sektor riil agar tidak sekadar menjadi tempat berhimpun ekonomi anggota, melainkan sanggup berkembang sebagai pelaku usaha yang menghasilkan produk bernilai tambah serta berdaya saing tinggi.

"Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik," ujar Farida.

Agenda kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Bisnis LPDB Koperasi Oetje Koesoema Prasetia, Kepala Biro Humas, Tata Usaha, dan Teknologi Informasi Kementerian Koperasi Darmono, serta Ketua Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera Maharani.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyampaikan, kucuran pembiayaan kepada koperasi sektor riil seperti Koperasi Aji Tera merupakan bagian dari langkah LPDB Koperasi guna memastikan dana bergulir memberikan dampak konkrit terhadap pertumbuhan usaha koperasi.

Menurut pandangannya, koperasi memegang posisi strategis untuk menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan cakupan pasar yang lebih luas. 

Oleh sebab itu, penyaluran pembiayaan mesti dibarengi dengan penguatan kapasitas usaha, inovasi produk, perluasan pasar, hingga pembentukan ekosistem yang melibatkan para anggota dan pelaku usaha di lingkungan sekitar koperasi.

"Kami ingin dana bergulir tidak berhenti pada aspek pembiayaan. Dana tersebut harus menjadi pengungkit agar koperasi semakin produktif, memperluas usahanya, meningkatkan nilai tambah produk, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggota serta masyarakat," kata Krisdianto.

Ia menambahkan, Koperasi Aji Tera berhasil membuktikan bagaimana koperasi dapat berdiri sebagai rumah bersama bagi pelestarian budaya sekaligus pusat pengembangan ekonomi produktif.

Keberadaan Lurik Prasojo yang mampu bertahan selama puluhan tahun menjadi modal berharga untuk membina merek wastra lokal yang berkarakter kuat. 

Berbekal dukungan pembiayaan dan konsolidasi ekosistem usaha, potensi ini dapat dipacu menjadi komoditas yang semakin kompetitif di pasar nasional maupun global.

Pengembangan Lurik Prasojo turut menyedot perhatian dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Menurut Irene, lurik memiliki prospek cerah untuk diterima oleh pasar internasional, sebab tidak sekadar menawarkan produk busana, melainkan turut mengusung kisah, filosofi, serta nilai budaya yang terpancar pada tiap motifnya.

"Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan. Wastra kita bisa menjadi media healing bagi masyarakat dunia," kata Irene.

Potensi besar ini membuka celah kolaborasi yang kian luas antara pihak koperasi, pemerintah, penggerak ekonomi kreatif, perancang busana, hingga sektor industri fesyen dan pariwisata.

Pemerintah juga mendorong pengenalan Lurik Prasojo melalui beragam saluran promosi, termasuk peluang publikasi pada media penerbangan nasional serta penyatuan wastra tenun ke dalam ekosistem ekonomi kreatif dan budaya populer yang dekat dengan generasi muda.

LPDB Koperasi menilai pengembangan Koperasi Aji Tera bukan sekadar tentang membesarkan skala bisnis satu entitas koperasi semata. 

Lebih jauh dari itu, penguatan koperasi diharapkan memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perajin, anggota koperasi, perempuan pelaku usaha, hingga warga di sekitar kawasan sentra produksi.

Dengan demikian, mata rantai nilai lurik dapat tumbuh berkelanjutan dari hulu sampai hilir, mulai dari perajin, tahapan produksi, perancangan desain, pemasaran, hingga jaringan distribusi.

Krisdianto menegaskan, model pengembangan semacam ini berjalan searah dengan koridor transformasi koperasi yang diusung LPDB Koperasi, yakni memperkuat koperasi sektor riil agar kian produktif, profesional, serta sanggup menjadi bagian penting dalam rantai pasok perekonomian nasional.

"Potensi seperti yang dimiliki Koperasi Aji Tera harus terus dikembangkan. Koperasi tidak hanya menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Inilah yang kami dorong melalui dukungan dana bergulir," kata Krisdianto.

Ke depan, koperasi-koperasi produktif seperti Aji Tera juga diharapkan dapat terintegrasi dalam ekosistem yang lebih luas, termasuk menopang keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai etalase produk lokal dari pelbagai pelosok Nusantara.

Dengan topangan pembiayaan, penguatan kapasitas, inovasi produk, serta pembukaan akses pasar, lurik Klaten diharapkan tidak lagi sekadar menjadi kisah warisan masa lalu, melainkan tumbuh menjadi narasi baru tentang koperasi Indonesia yang berhasil membawa produk lokal ke panggung dunia.

Tags

Terkini