JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki perluasan pasar kerja bagi pekerja migran Indonesia (PMI) menuju Amerika Serikat lewat kerja sama bersama perwakilan RI di negara tersebut.
Hal itu diutarakan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, pada pertemuan secara daring bersama Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo beserta jajaran Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Amerika Serikat pada Jumat (21/8/2026).
"Kami sepakat membangun kerja sama yang lebih erat melalui asistensi verifikasi job order dan regulasi penempatan serta dukungan Perwakilan RI untuk mengenalkan pasar dan mengidentifikasi peluang kerja di AS," kata Christina dalam siaran pers KP2MI yang diterima di Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan penjelasannya, kolaborasi dengan Perwakilan RI terhitung vital lantaran pembukaan pasar kerja baru membutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan tenaga kerja, aturan hukum, hingga mekanisme ketenagakerjaan pada negara tujuan.
Kendati demikian, menurutnya, peluang tersebut tetap mesti ditindaklanjuti lewat studi dan koordinasi lebih lanjut, termasuk mengenai ketentuan visa yang menjadi salah satu faktor krusial pada penempatan pekerja migran ke AS.
"Memang masih ada sejumlah hal yang perlu kami luruskan dan dalami, terutama terkait visa. Tetapi dari informasi yang kami dapatkan, terdapat peluang dan ini yang akan kami tindaklanjuti bersama," katanya.
Christina menerangkan bahwa penjajakan pasar AS bukan cuma berfokus pada target angka penempatan pekerja migran, melainkan juga demi menjamin kejelasan kriteria kebutuhan tenaga kerja serta terpenuhinya pelindungan PMI.
"Intinya, kami ingin membuka peluang di AS dengan bantuan Perwakilan RI, tetapi tetap memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan dan perlindungan pekerja migran menjadi prioritas," katanya.
Wamen berharap sinergi antara KP2MI, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, dan KJRI di AS sanggup terjalin makin solid, sehingga peluang pasar kerja yang potensial bisa dipetakan serta ditindaklanjuti secara nyata.
Adapun bidang yang berpotensi dikembangkan untuk penempatan pekerja migran di AS di antaranya mencakup awak kapal, industri perhotelan, pengasuh, tenaga keperawatan, jasa pengelasan terampil, dan pengemudi truk.