IHSG Melemah 0,69 Persen di Sesi I, BBRI dan BBCA Jadi Pemberat

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:06:03 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi saat penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (24/8/2026). Indeks tergerus 45 poin atau 0,69 persen menuju posisi 6.480.

Pelemahan IHSG beriringan dengan pergerakan mayoritas sektor saham yang terperosok di zona merah. Sektor kesehatan (IDX Health) mencatatkan penurunan paling tajam, yaitu sebesar 2,31 persen. 

Disertai sektor transportasi dan logistik (IDX Trans) yang menyusut 1,16 persen. Sektor keuangan (IDX Finance) juga tertekan 0,93 persen, diikuti sektor properti (IDX Property) yang melorot 0,84 persen.

Sementara itu, sektor barang konsumen primer (IDX Non-Cyclicals) tergerus 0,29 persen, sektor energi (IDX Energy) menyusut 0,32 persen, serta sektor teknologi (IDX Techno) melemah 0,40 persen.

Di sisi lain, sektor industri (IDX Industry) menjadi salah satu sektor yang sanggup bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,15 persen. Lonjakan tertinggi dicatatkan oleh sektor barang baku (IDX Basic) yang menanjak 0,71 persen.

Deretan saham berkapitalisasi pasar jumbo turut menjadi beban pergerakan IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkikis 2,17 persen menuju level Rp 3.160 per saham. 

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergelincir 1,55 persen ke Rp 6.350 per saham. Adapun saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan koreksi paling dalam di jajaran saham penekan (laggards), yakni melorot 2,88 persen ke angka Rp 15.150 per saham.

Secara berlawanan, sejumlah saham justru berhasil membukukan lonjakan yang cukup tinggi. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memimpin penguatan setelah melonjak 6,96 persen ke posisi Rp 8.450 per saham.

Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terangkat 4,32 persen menuju Rp 725 per saham. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga terkerek 1,90 persen ke level Rp 1.070 per saham.

Sebagai informasi, IHSG mengawali perdagangan pada kisaran 6.544,002. Pada pembukaan awal, indeks sempat menguat hingga menyentuh posisi tertinggi di level 6.551,003. Meski demikian, laju penguatan tersebut tak bertahan lama. 

IHSG lantas berbalik melemah dan terus bergerak merosot sepanjang rentang perdagangan sesi pertama. IHSG bahkan sempat menembus titik terendah di level 6.474,572, sebelum akhirnya menguat tipis ke angka 6.480,645.

Berdasarkan pencatatan data perdagangan, sebanyak 370 saham bergerak turun, 233 saham mencatatkan penguatan, dan 186 saham selebihnya stagnan.

Volume perdagangan tercatat mencapai 24,797 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,025 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 1.390.961 kali.

Tags

Terkini