JAKARTA - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa keberadaan kapal induk Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada bakal memacu kebangkitan industri pertahanan (indhan) domestik.
Perlunya pelibatan tersebut ditegaskan Rico lantaran ke depannya Kemhan dipastikan bakal menggandeng indhan dalam negeri pada agenda perawatan hingga pembenahan mesin.
"Ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kemampuan dan keterlibatan industri pertahanan maritim nasional," kata Rico, Kamis (27/8/2026).
Menurut pemaparan Rico, peningkatan mutu indhan tersebut sanggup terealisasi berkat skema transfer of technology (ToT) antara indhan Italia selaku manufaktur Giuseppe Garibaldi dengan indhan di tanah air.
Melalui skema ToT ini, indhan dalam negeri mengantongi kesempatan untuk mengadopsi pembaruan teknologi yang dapat difungsikan untuk pemeliharaan KRI Gajah Mada sekaligus mengerek kualitas lini produk pertahanan lainnya.
Bukan cuma itu, Rico mempertegas bahwa kapasitas sumber daya manusia (SDM) di ranah indhan juga bakal kian terasah dengan bergulirnya ToT ini.
Maka dari itu, dirinya menjamin indhan dalam negeri bakal menyerap banyak peran pada proses pemeliharaan serta optimalisasi kapal induk KRI Gajah Mada.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan bahwa calon kapal induk TNI AL yaitu Giuseppe Garibaldi bakal mengalami perombakan sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia di fasilitas galangan kapal lokal, yakni PT. Penataran Angkatan Laut (PAL).
"Insya Allah Garibaldi akan datang di Indonesia tahun 2026 tapi kami akan merapikan karena kami punya industri PT PAL mampu untuk merapikan (kapal induk)," kata Sjafrie saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026).
Kendati demikian, Sjafrie tak menguraikan secara mendalam sektor mana saja yang bakal dimodifikasi pada kapal induk tersebut.
Dirinya cuma menegaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan besaran anggaran guna merombak kapal tersebut di fasilitas PT. PAL.
"Untuk anggaran tanya sama Dirjen Renhan (Perencanaan Pertahanan) ya. Tapi saya memutuskan, jadi kalau dibilang efisien, efektif, saya siap," jelas dia.