Luhut Klaim AI di E-Katalog Hemat Anggaran Hingga 30%

Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:42:02 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pengaplikasian kecerdasan buatan (AI) mampu menghemat anggaran berkisar 20% hingga 30%.

Menurut keterangannya, lewat pengintegrasian sistem dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pemerintah menargetkan efisiensi anggaran dari proses pengadaan barang dan jasa tersebut.

"Melalui integrasi E-Katalog, kemarin kami mengadakan rapat di kantor saya, kami bisa menghemat sekitar 20% hingga 30% dari anggaran ini," ucapnya di Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Luhut menilai sebelum teknologi AI diterapkan secara menyeluruh, pemerintah masih menemui sejumlah kejanggalan dalam sistem.

 Meski demikian, menurut penjelasannya, pemanfaatan AI membuat celah deviasi tersebut kian sulit dilakukan.

Bahkan penggunaan AI mendorong sebuah program berjalan secara transparan dan presisi sehingga sanggup mempermudah pekerjaan.

Luhut membeberkan pemerintah juga sedang merancang dashboard presiden yang memungkinkan Presiden memantau data secara real-time.

Dashboard tersebut bakal menyatukan data lintas kementerian. AI nantinya difungsikan untuk membaca, menyelaraskan, serta memadukan bermacam data yang tersedia.

“Kami sedang mempersiapkan dashboard presiden, sehingga presiden dapat melihat secara langsung data apa pun yang ingin diperoleh. Jadi, Anda tidak bisa berbohong dengan sistem ini,” katanya.

Luhut mengutarakan, dashboard tersebut bakal mengintegrasikan data lintas kementerian. AI nantinya digunakan untuk membaca, menyinkronkan, dan menyelaraskan berbagai data yang tersedia.

Dorong SDM Lokal Kembangkan AI

Selain itu, menurut penjelasannya, pemerintah terus memacu peningkatan transaksi digital dan platform pertukaran digital yang nantinya terkoneksi dengan National Single Window di Kementerian Keuangan.

Luhut mengutarakan pemerintah masih melakukan pembenahan terhadap portal tersebut lantaran menjumpai sejumlah masalah.

 Namun, Luhut menegaskan pengembangan sistem dieksekusi oleh tim teknis dalam negeri tanpa bantuan dari pihak luar.

“Kami tidak mendapatkan dukungan dari luar negeri; kami mengerjakannya sendiri dengan tim teknis kami,” ujar Luhut.

Luhut menyebut tengah berupaya memberdayakan tim teknis Indonesia demi membuktikan kapabilitas dalam membangun teknologi digital.

Menurut pandangannya, Indonesia tidak semestinya hanya menggantungkan diri pada kemampuan teknologi dari China dan Amerika Serikat.

“Saya mengatakan kepada mereka, mengapa hanya China dan Amerika? Mengapa bukan Indonesia?” tuturnya.

Luhut mengklaim dalam kurun enam bulan terakhir tim teknis Indonesia telah memperlihatkan kemampuannya untuk membangun sistem, termasuk mengembangkan teknologi dari blockchain menuju teknologi yang diistilahkannya sebagai Personal Knowledge Container.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami bisa melakukan perbaikan. Kami juga dapat mengembangkan teknologi dari blockchain menjadi apa yang kami sebut Personal Knowledge Container,” jelasnya.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan sebut penggunaan kecerdasan buatan (AI) mampu menghemat anggaran pemerintah sebesar 20% hingga 30%.

Tags

Terkini