BPS Proyeksikan Potensi Produksi Beras Capai 9,33 Juta Ton

Selasa, 01 September 2026 | 19:42:02 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan estimasi potensi produksi beras sepanjang rentang waktu Agustus-Oktober 2026 menyentuh angka 9,33 juta ton, atau mengalami kontraksi tipis sebesar 0,90 persen jika disandingkan dengan kurun waktu setara pada tahun lalu (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwasanya estimasi luas panen padi sepanjang kurun waktu tersebut diproyeksikan berada di angka 3,07 juta hektare atau terkoreksi 1,29 persen dibandingkan periode Agustus-Oktober 2025.

Proyeksi tersebut, menurut pandangannya, berjalan seiring dengan perkiraan hasil produksi padi yang berada pada kisaran 16,18 juta ton gabah kering giling (GKG).

Di samping itu, angka realisasi luas panen padi sepanjang Juli 2026 berada di level 0,93 juta hektare atau menyusut 1,05 persen bila dibandingkan dengan kondisi Juli 2025 yang sempat menyentuh 0,94 juta hektare.

Selaras dengan pengurangan area panen itu, produksi padi pada Juli 2026 ditaksir sebesar 4,75 juta ton GKG, atau meluncur turun 1,00 persen bila dibandingkan dengan capaian Juli 2025 yang berada di angka 4,80 juta ton GKG.

Sementara itu, torehan produksi beras pada Juli 2026 terdata berada di angka 2,74 juta ton, alias melorot 0,99 persen bila disandingkan dengan kurun waktu setara pada tahun lalu.

Meskipun begitu, dalam hitungan kumulatif, realisasi area panen padi sepanjang rentang Januari-Juli 2026 mampu menggapai 7,24 juta hektare atau tumbuh 0,57 persen dibandingkan kurun waktu Januari-Juli 2025.

Bukan cuma beras, pihak BPS pun menghimpun pergerakan produksi komoditas jagung, yang mana angka realisasi luas panen pada Juli 2026 bertengger di kisaran 0,23 juta hektare atau menyusut 6,06 persen bila dikomparasikan dengan Juli 2025.

Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada Juli 2026 diperkirakan menyentuh 1,38 juta ton, terkoreksi 6,33 persen dari kurun waktu Juli tahun lalu.

Walaupun demikian, secara akumulasi total produksi JPK KA 14 persen dalam jangka rentang Januari-Juli 2026 mampu menggapai 10,08 juta ton, yakni naik 0,45 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Sebelumnya, BPS merilis informasi bahwa angka nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada Agustus 2026 berada di posisi 129,19 atau mengalami penguatan 1,05 persen dari kondisi Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh penguatan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,14 persen, yang mana melampaui pertumbuhan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yaitu sebesar 0,09 persen.

BPS turut melaporkan bahwa rerata harga beras pada Agustus 2026 memperlihatkan tren kenaikan pada semua tingkatan. Jika dihitung secara bulanan, tarif beras pada level penggilingan menguat 1,32 persen, skala grosir menguat 0,80 persen, serta pada skala eceran terangkat 0,42 persen.

Tags

Terkini