BPS: Penumpang Kereta dan Laut Naik pada Juli 2026

Selasa, 01 September 2026 | 20:14:31 WIB
Suasana antrean penumpang Kereta Jarak Jauh [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merekam pertumbuhan volume penumpang di beberapa moda transportasi sepanjang Juli 2026 bila disandingkan dengan kurun waktu setara pada tahun sebelumnya.

 Lonjakan jumlah penumpang paling tinggi terjadi pada angkutan laut domestik yang terangkat 8,26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,19 juta penumpang.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan bahwa penguatan angka penumpang turut dialami oleh moda angkutan penyeberangan serta kereta api.

"Selama Juli 2026, terjadi peningkatan keberangkatan penumpang pada beberapa moda transportasi dibandingkan Juli 2025 (y-on-y)," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, pada Selasa (1/9/2026).

Volume penumpang angkutan penyeberangan (ASDP) terdata bertumbuh 4,30 persen hingga menyentuh 4,62 juta penumpang.

Sementara itu, volume penumpang moda kereta api terangkat 4,03 persen menjadi 52,12 juta penumpang. Kendati demikian, tren pertumbuhan tersebut tak dialami oleh seluruh jenis transportasi.

Jumlah penumpang angkutan udara rute internasional terdata menyusut 2,67 persen menjadi 1,78 juta penumpang. Penurunan yang kian tajam dibukukan oleh angkutan udara rute domestik, di mana jumlah penumpangnya terkoreksi 8,28 persen menjadi 5,01 juta penumpang.

Bukan sebatas penumpang, BPS pun mencatat penguatan volume logistik/barang yang diangkut menggunakan beberapa moda transportasi sepanjang Juli 2026. 

Moda angkutan laut domestik mendistribusikan 46,01 juta ton barang pada Juli 2026. Angka tersebut melonjak 9,30 persen dibandingkan capaian Juli 2025.

Ateng menyampaikan, pertumbuhan juga dibukukan oleh moda angkutan kereta api. Volume logistik yang didistribusikan lewat moda itu menyentuh 6,53 juta ton, alias bertumbuh 4,71 persen secara tahunan.

Berbanding terbalik, volume muatan barang yang dikirim lewat angkutan udara domestik mencatatkan penyusutan. Pihak BPS merekam angka barang yang didistribusikan lewat angkutan udara domestik terkoreksi 12,77 persen menjadi 50.000 ton pada Juli 2026.

Tags

Terkini