JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Federasi Rusia pada Rabu (2/9/2026) pukul 10.45 waktu setempat.
Kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok merupakan pemenuhan undangan Presiden Rusia, Vladimir Putin, guna memegang peran sebagai tamu kehormatan utama dalam ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang diselenggarakan di Far Eastern Federal University (FEFU). Ia bertindak sebagai tamu kehormatan dalam gelaran forum tersebut.
Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, mendaratnya Prabowo disongsong langsung oleh Vice Governor of Primorye Region, Said Yusupov bersama Minister of Foreign Relations of Vladivostok, Konstantin Sidorenko.
Di samping itu, Kepala Negara turut disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares dan Atase Pertahanan KBRI Moskow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho.
Kedatangan Kepala Negara di Vladivostok menjadi bagian dari langkah penguatan jalinan hubungan Indonesia dan Rusia yang kian bertumbuh di pelbagai sektor.
Kehadiran Presiden selaku tamu kehormatan utama pun turut mencerminkan betapa eratnya kemitraan kedua negara.
Sebelumnya, pada tahun 2025 lalu, Presiden pun pernah hadir selaku tamu kehormatan pada ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF).
Partisipasi Presiden kali ini sekaligus meneruskan peran aktif Indonesia pada berbagai forum ekonomi internasional.
Secara lebih luas, agenda kunjungan Presiden ke Vladivostok menjadi momentum krusial guna memperluas jangkauan kerja sama antara Indonesia dan Rusia di bermacam bidang.
Berbagai isu strategis meliputi sektor ekonomi, perdagangan, investasi, hingga bidang potensial lainnya bakal menjadi bagian utama pada agenda kunjungan ini.
Sebelumnya, Presiden beserta rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Selasa (1/9/2026) pukul 23.20 WIB.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Federasi Rusia yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.