Mentan: Beras Fortifikasi Palsu Tembus Rp 56.000, Picu Inflasi

Rabu, 02 September 2026 | 01:05:01 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa maraknya kasus beras fortifikasi palsu menjadi salah satu pemicu utama tingginya inflasi pada Mei 2026.

"Kemarin salah satu kami cek karena stok banyak kan, berarti bukan karena stok kan beras banyak. Masalahnya adalah sementara kami selidiki tapi sesuai hasil lab 90 persen yang kami cek fortifikasi melanggar," ungkap Amran di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, (2/9/2026).

Amran menjelaskan, mayoritas beras fortifikasi yang beredar di pasaran nyatanya tidak sesuai klaim lantaran tidak sungguh-sungguh mengandung ragam vitamin sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pemerintah. 

Ironisnya, beras fortifikasi yang tak sesuai standar tersebut dipatok dengan tarif melambung, berada di rata-rata Rp 22.000 per kilogram, bahkan ditemui yang menembus Rp 42.000 hingga Rp 56.000 per kilogram.

Padahal semestinya, harga beras fortifikasi yang tidak sesuai ketentuan tersebut berada di kisaran Rp 13.000 per kilogram, sehingga tercipta selisih yang lebar hingga Rp 22.000 per kilogram.

"Harusnya harganya Rp 13.500, dia jual Rp 40.000 per kilogram. Menurut Anda menambah inflasi enggak? Penyumbang (inflasi) enggak?" sambung dia.

Melonjaknya harga beras fortifikasi dinilai sangat membebani masyarakat karena sanggup menyeret naik harga pasaran beras secara menyeluruh, yang pada akhirnya mendongkrak laju inflasi.

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa pergerakan kenaikan harga beras menjadi salah satu pendorong dominan inflasi periode Mei 2026 yang berada di level 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) serta 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, memaparkan bahwa di samping beras, terdapat beberapa komoditas pangan lain yang turut memicu inflasi.

"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau di antaranya adalah cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras," jelas Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Tags

Terkini