Ketergantungan Impor Pangan RI Disorot Menko Pangan Zulhas

Jumat, 04 September 2026 | 20:10:32 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan yang masih dianggap sebagai hal biasa.

"Hampir semua makan kami ini impor. Tahun 2024 kami impor beras itu 4,5 juta ton. Tapi, kami sudah biasa, sudah ada beras, ya sudah. Kami kalau enggak ada beras impor saja," Ucap Zulhas dalam acara peluncuran buku "Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul" di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Ketergantungan terhadap produk luar negeri ini tidak terbatas pada komoditas beras saja. Indonesia juga tercatat masih menggantungkan pemenuhan kebutuhan daging sapi dari pasokan impor.

Saban tahun, Indonesia mendatangkan setidaknya 1 juta ekor sapi dari negara lain. Begitu pula dengan komoditas kedelai yang angka impornya menembus 4 juta ton setiap tahunnya.

Tidak berhenti di situ, Indonesia memasok gula putih dari luar negeri hingga mencapai 6 juta ton per tahun. Sementara untuk komoditas gandum, kuota impornya menyentuh angka 13 juta ton per tahun akibat karakteristik tanaman yang sulit tumbuh dengan optimal di Tanah Air.

Zulhas memberikan penekanan bahwa tingginya ketergantungan terhadap pangan impor tidak sepantasnya dinormalisasi dan dibiarkan begitu saja. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan cerminan langsung dari kondisi serta tingkat peradaban sebuah bangsa.

"Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada pangan. Oleh karena itu, Pak Prabowo mengatakan swasembada itu kehormatan. Kehormatan siapa? Ya kehormatan kami sebagai bangsa, kehormatan keluarga kami, kehormatan petani kami, nelayan kami, peternak kami yang jumlahnya 100 juta lebih," ungkap Zulhas.

Oleh sebab itu, pihak pemerintah terus mengakselerasi jalannya program swasembada pangan. Memasuki dua tahun periode kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mengklaim telah berhasil mengantarkan delapan komoditas pangan mencapai status swasembada.

Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, serta cabai rawit.

Saat ini, pemerintah terus berupaya mencapai target mandiri pangan pada beberapa komoditas lainnya, termasuk daging sapi atau kerbau dan bawang putih. Khusus komoditas daging sapi, Presiden Prabowo mematok target agar Indonesia dapat berdiri mandiri dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Tags

Terkini