Terdampak Abu Anak Krakatau, 5 Bandara Kini Kembali Beroperasi

Selasa, 08 September 2026 | 22:36:01 WIB
Kondisi Check in Counter Bandara Soekarno-Hatta [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebanyak lima bandar udara yang sempat terimbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah dibuka kembali dan mulai beroperasi pada Selasa (8/9/2026). 

Kelima bandara tersebut meliputi Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, Budiarto, Pondok Cabe, serta Salakanagara Tanjung Lesung.

Kendati kegiatan operasional telah pulih, para pilot tetap diimbau untuk mewaspadai kemunculan awan abu vulkanik di jalur penerbangan.

“Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan,” ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro.

“Pilot juga diingatkan untuk tetap berhati-hati selama proses kedatangan dan keberangkatan,” lanjut dia.

Bandara Radin Inten II beroperasi kembali merujuk pada NOTAM B1159/26 yang berlaku mulai jam 09.45 WIB sampai 23.59 WIB pada 8 September 2026. 

Melalui pemberitahuan itu, kondisi operasional bandara resmi dinyatakan “Aerodrome open and resumed operations”.

Disamping Radin Inten II, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas turut kembali melayani penerbangan berdasarkan NOTAM C1136/26 sejak pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB.

Sementara itu, Bandara Budiarto mulai dibuka lagi merujuk pada NOTAM C1131/26 sejak pukul 03.01 WIB. Bandara Pondok Cabe menyusul beroperasi berdasarkan NOTAM C1133/26 terhitung mulai pukul 03.04 WIB.

Adapun Bandara Salakanagara Tanjung Lesung kembali aktif berdasarkan NOTAM C1138/26 sejak jam 09.50 WIB hingga 23.59 WIB.

Keputusan membuka kembali kelima bandara itu diambil menyusul adanya perubahan dinamika arah dan sebaran abu vulkanik yang memengaruhi jalur navigasi penerbangan. 

AirNav menyatakan bahwa ketetapan ini berpatokan pada hasil kajian keselamatan serta rilis informasi aeronautika terkini.

Di samping itu, situasi nyata di area lapangan turut dijadikan dasar penilaian, salah satunya mengacu pada pengujian paper test volcanic ash yang digelar berkala di beberapa bandara terimbas. Hasil dari pemeriksaan tersebut mengonfirmasi status negatif.

“AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait,” ujar dia.

“Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan,” tegasnya.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini