Bengkulu Ekspor Perdana 19 Ton Kopi ke Italia, Kontrak Rp1,2 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 22:19:02 WIB
Bengkulu melepas ekspor perdana kopi ke Itali [FOTO: NET].

JAKARTA - Provinsi Bengkulu secara resmi melepas pengiriman ekspor kopi perdana menuju Italia dengan volume mencapai 19,2 ton pada Senin (7/9/2026). Komoditas kopi yang diekspor tersebut dipasok dari wilayah Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong. Total nilai kontrak transaksi penjualan kopi ke Italia itu menembus Rp1,2 miliar.

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selama ini alokasi ekspor kopi asal Bengkulu ditujukan ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, namun tidak menggunakan identitas merek asli Bengkulu. Begitu pula dari sisi pintu pengiriman yang tidak melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

"Selama ini ekspornya kopi Bengkulu namun branding-nya bukan Bengkulu karena diklaim oleh wilayah lain," jelas Zurdi.

Langkah kolaborasi ke depan, kata dia, bakal dioptimalkan secara bersama-sama melibatkan Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.

"Hari ini juga dilaksanakan penandatanganan bersama tiga kepala daerah kerja sama penguatan rantai pasok kopi dari hulu ke hilir. Membuat standardisasi branding, dan pemasaran bersama. Riset bersama, pelatihan bersama berkaitan dengan kopi," tambahnya.

Zurdi merasa meyakini target Bengkulu sebagai lumbung kopi nasional dapat direalisasikan manakala sinergi terus dijalankan. Kabupaten Kepahiang sendiri mencatatkan hamparan perkebunan kopi setuas 34 ribu hektar dengan volume panen menyentuh 26 ribu ton per tahun.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa lembaganya telah memberikan pendampingan kepada para petani kopi dari sektor hulu hingga hilir sejak 2024.

"Ekspor 19,2 ton kopi ke Italia semoga bisa berlanjut serta diikuti oleh yang lainnya," kata Wahyu.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam seremoni pelepasan ekspor kopi perdana ke Italia mengutarakan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan BI.

"Hari ini sebuah langkah penting, pelepasan ekspor perdana kopi Bengkulu," sebut Mian.

Ia menegaskan, tingkat produksi kopi, program pembinaan, serta pengawalan petani bakal terus ditingkatkan. Langkah serupa juga akan diterapkan pada status kepemilikan lahan kebun kopi yang masih bertabrakan dengan kawasan hutan.

"Produksi harus ditingkatkan, persoalan lahan di kawasan hutan yang sudah ditanami kopi maka akan kami dorong menuju perhutanan sosial," jelasnya.

Seorang petani kopi asal Kabupaten Kepahiang, Likwan Johari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah, BI, serta pihak eksportir yang telah mendampingi petani sampai produk kopi mereka mampu ditembuskan ke pasar Italia.

"Kami bersyukur pada banyak pihak, BI, pemda Kepahiang, dan eksportir sudah banyak membantu hingga ekspor dapat terwujudkan," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Likwan, pihaknya sebagai kelompok petani telah mencoba secara mandiri mempelajari mekanisme ekspor kopi ke Oman.

"Kami sebelumnya sudah ekspor kopi ke Oman, memang usaha ekspornya dilakukan secara otodidak belum melibatkan pemerintah. Hari ini dibantu banyak pihak, kami tentu senang," demikian Likwan.

Tags

Terkini