Rupiah Dibuka Melesat ke Rp17.567 Jelang Survei Konsumen

Rabu, 09 September 2026 | 01:20:02 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengawali sesi perdagangan Rabu (9/9) dengan kinerja impresif melawan dolar Amerika Serikat (AS). Para investor saat ini cenderung mengambil sikap wait and see guna menantikan rilis data Survei Kepercayaan Konsumen Indonesia periode Agustus yang dijadwalkan meluncur siang ini.

Mengutip data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda melonjak tajam 0,37 persen atau menguat 65 poin menuju posisi Rp17.567 per dolar AS.

Rupiah sukses memimpin deretan mata uang yang menguat terhadap dolar AS di kawasan Asia. Penguatan tersebut disusul oleh peso Filipina yang naik 0,23 persen, yen Jepang terangkat 0,21 persen, serta dolar Taiwan yang menguat 0,15 persen.

Selanjutnya, won Korea Selatan bertambah 0,08 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen, dan dolar Singapura naik 0,03 persen. 

Sebaliknya, rupee India tergerus 0,35 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen, sementara yuan China bergerak stagnan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah cenderung berkonsolidasi dengan ruang penguatan terbatas terhadap dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

"Para investor saat ini mengambil sikap wait and see menantikan rilis data Survei Kepercayaan Konsumen Indonesia periode Agustus yang dijadwalkan keluar siang ini," ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Di samping itu, laju pasar turut terbayangi oleh dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak mentah dunia, serta kewaspadaan investor menanti rilis data inflasi AS yang diperkirakan sedikit melandai pada bulan Agustus.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.550 – Rp17.700 per dolar AS sepanjang hari ini.

Tags

Terkini