IHSG Diprediksi Konsolidasi Hari Ini, Cermati Saham Pilihan Analis

Kamis, 10 September 2026 | 00:23:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada dalam fase konsolidasi pada perdagangan Kamis (10/9/2026), usai ditutup melemah tipis dan gagal menembus level psikologis 6.700 pada Rabu pekan ini.

Adapun IHSG pada perdagangan Rabu (9/9/2026) terkoreksi 0,12 persen menuju level 6.678.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwasanya pelemahan IHSG terutama dipicu oleh timbulnya rejection di level psikologis 6.700, serta aksi ambil untung (profit taking) usai indeks menguat pada sesi perdagangan sebelumnya.

“IHSG Rabu ditutup terkoreksi tipis 0,12 persen ke level 6.678. Secara teknikal, pelemahan lebih disebabkan oleh rejection di level psikologis 6.700 dan aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Kamis pagi ini.

Sentimen dari luar negeri terhadap pasar saham domestik terpantau masih bervariasi.

Meningkatnya dinamika konflik di kawasan Timur Tengah memacu lonjakan harga minyak bumi sehingga menjadi salah satu penahan laju penguatan IHSG.

Di sisi lain, menguatnya sejumlah harga komoditas seperti batu bara (coal) dan tembaga (copper) tetap menjadi amunisi positif bagi saham-saham sektor komoditas.

“Dari domestik, sentimen cukup terbantu oleh kenaikan consumer confidence Indonesia ke 118,5 pada Agustus,” lanjut mereka.

Untuk perdagangan Kamis ini, BRI Danareksa memprediksikan IHSG masih berpotensi bergerak konsolidasi di rentang 6.600-6.720.

Titik support terdekat IHSG berada pada level 6.600, sedangkan posisi resistance bertengger di area 6.700.

Sepanjang level 6.600 sanggup bertahan, peluang IHSG untuk kembali menguji level 6.700 masih terbuka lebar.

Arah pergerakan IHSG ke depan bakal banyak dipengaruhi oleh tensi konflik di Timur Tengah, serta dinamika harga komoditas, khususnya minyak bumi dan batu bara.

Bukan hanya itu, para pemodal bakal mencermati sejumlah indikator ekonomi yang siap dipublikasikan pekan ini. Salah satunya yakni data penjualan ritel (retail sales) Indonesia periode Juli yang ditaksir berada di posisi -3,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Dari pasar Amerika Serikat, para pelaku pasar juga siap memantau data Producer Price Index (PPI) serta Consumer Price Index (CPI). Kedua rilis data tersebut mendapat perhatian khusus investor lantaran berpotensi memengaruhi proyeksi arah kebijakan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed).

Guna menghadapi sesi perdagangan hari ini, BRI Sekuritas menyodorkan tiga saham pilihan, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Pada saham TOWR, BRI Danareksa menyarankan strategi day trade. Area pembelian dipatok pada kisaran Rp 475-Rp 485, dengan target penjualan di rentang Rp 490-Rp 510.

 Adapun batas toleransi risiko (stop loss) ditetapkan apabila harga merosot di bawah Rp 460.

Sementara itu, saham PTBA masuk dalam deretan rekomendasi swing trade. Kisaran beli saham ini berada di Rp 3.050-Rp 3.100, dengan target pelepasan Rp 3.180-Rp 3.240. Pemodal dianjurkan membatasi potensi kerugian bilamana harga jatuh melampaui level Rp 3.000.

Saham ANTM turut menempati rekomendasi day trade. Titik beli ditetapkan di atas posisi Rp 3.200, dengan target penjualan Rp 3.250-Rp 3.310. Batas kerugian dikunci apabila harga terdepresiasi ke bawah Rp 3.100.

Di sisi lain, MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Timah Tbk (TINS), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

BIPI dengan harga penutupan di level Rp 158 direkomendasikan buy on weakness. Selanjutnya, HMSP pada posisi Rp 745 disematkan rekomendasi trading buy.

Sementara itu, TINS dengan angka penutupan Rp 4.600 turut disodorkan rekomendasi buy on weakness.

Berseberangan dengan tiga saham terdahulu, PTBA pada kisaran harga Rp 3.100 direkomendasikan sell on strength.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini