JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke India guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS.
Dalam agenda tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, rombongan delegasi Indonesia mendarat di Air Force Station (AFS) Palam, New Delhi, India, pada Jumat (11/9/2026) pukul 22.00 waktu setempat.
Saat tiba, Presiden Prabowo disambut dengan jajar pasukan kehormatan serta pertunjukan tarian tradisional khas India.
"Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral,” tulis Sekretariat Presiden dalam keterangan resminya.
Usai tiba di India, Prabowo langsung menuju hotel tempatnya menginap.
Kontribusi BRICS
Dalam forum internasional tersebut, Prabowo menyampaikan pidato yang menyoroti peran penting BRICS dalam memperkuat kapasitas kolektif demi mendukung ketahanan global.
Hal ini diutarakannya saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” yang menjadi bagian dari rangkaian KTT BRICS 2026.
"BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kami kekuatan kolektif yang sangat besar," ujar Prabowo, Sabtu (12/9/2026).
Prabowo menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan kolektif BRICS untuk memperkokoh tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta membuka peluang pembangunan yang lebih luas bagi negara-negara berkembang.
Menurutnya, penghimpunan sumber daya untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi dapat meningkatkan kemampuan "Global South" dalam membiayai masa depannya secara mandiri.
"BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kami sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kami dapat memperkuat kapasitas 'Global South' untuk membiayai masa depannya sendiri," ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo menjelaskan bahwa kekuatan kolektif tersebut dapat dimaksimalkan melalui konektivitas yang lebih erat antara pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan di antara negara-negara anggota BRICS.
"Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kami terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang," kata Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, ia menegaskan pentingnya membangun sistem multilateral yang lebih kokoh dan mampu mengakomodasi kebutuhan serta kepentingan seluruh negara, baik yang besar maupun kecil, kuat maupun lemah.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat dari sistem multilateral.
Namun, PBB perlu direformasi agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat dunia.
"PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kami. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kami juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai," ujar Prabowo.
Disambut Diaspora
Tiba di lobi hotel, Prabowo langsung disambut oleh puluhan diaspora Indonesia yang bermukim di India. Suasana penyambutan berlangsung hangat dengan hadirnya anak-anak diaspora yang mengenakan pakaian adat daerah dari Indonesia.
Dua anak di antaranya turut menyerahkan buket bunga kepada Presiden Prabowo.
Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat negara dan perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi.
Salah satu mahasiswa yang berkesempatan berdialog langsung dengan Presiden Prabowo adalah Hilyatu Zahra, mahasiswa program doktoral Biochemical Engineering and Biotechnology di Indian Institute of Technology (IIT) Delhi.
Bagi Hilyatu Zahra, momen tersebut merupakan pengalaman pertamanya berhadapan langsung dengan Presiden Prabowo.
“Ini pertama kali saya bertemu dengan Presiden Prabowo dan Presiden Prabowo sangat ramah sekali, dan menanyakan kepada kami semua di sini mahasiswa apakah junjungannya apa juga. Terus kami sempat berbincang sebentar, Bapak Presiden menanyakan dari jurusan apa, jenjangnya apa, di kampus mana,” kata Hilyatu.
Prabowo kemudian memberikan apresiasi serta berpesan agar Hilyatu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
“Presiden Prabowo mengatakan, selamat ya dan selamat belajar dengan baik sehingga bisa sukses,” ujarnya.
Hilyatu berharap partisipasi Presiden dalam KTT ke-18 BRICS dapat semakin mempererat hubungan diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain.
"Jadi bukan hanya sekadar dialog, tapi juga berupa suatu implementasi yang bisa semakin memperkuat posisi Indonesia ke depannya,” lanjut Hilyatu.
Pertemuan dengan Modi hingga Putin
Keesokan harinya, Sabtu (12/9/2026), Prabowo menghadiri agenda utama KTT BRICS. Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi acara menggunakan kendaraan kenegaraan dengan mengenakan jas hitam dan kopiah.
Saat tiba di gedung acara, Prabowo langsung disambut oleh Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi. Keduanya saling berjabat tangan dan berpelukan, dilanjutkan dengan bertegur sapa serta berfoto bersama sebelum memasuki ruang utama.
Di sela-sela KTT BRICS, Prabowo juga menyempatkan diri berbincang dengan para pemimpin negara anggota BRICS lainnya. Selain PM Modi, Prabowo tampak berdiskusi dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
Dalam unggahan video di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Prabowo bersama para pemimpin negara tersebut terlihat berbincang dalam suasana yang penuh keakraban.
“Di sela KTT BRICS ke-18 di India, Presiden Prabowo Subianto sempat berbincang hangat dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping. Keempat pemimpin tampak berbincang dalam suasana hangat dan bersahabat sebelum sesi pembukaan dimulai,” demikian pernyataan yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sabtu.
KTT BRICS
Pada KTT ke-18 BRICS di India, para pemimpin negara anggota membahas berbagai agenda strategis terkait penguatan kerja sama antarnegara berkembang.
Forum ini juga diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam mengokohkan kolaborasi di sektor pangan, energi, pembiayaan pembangunan, dan perdagangan.
KTT BRICS 2026 diselenggarakan pada 12 dan 13 September 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pemimpin dunia, antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand R Marcos Jr, serta Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa.
Turut hadir pula Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala, Presiden New Development Bank (NDB) Dilma Rousseff, dan Presiden Asian Infrastructure Investment Bank Zou Jiayi.