IHSG Anjlok 1,37 Persen ke 6.451, Saham MDKA hingga ANTM Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 19:04:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi transaksi dengan bergerak melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026). Saat pembukaan pasar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di posisi 6.533,87, terkoreksi 0,11 persen bila disandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di angka 6.541,38.

Akan tetapi, laju koreksi di bursa saham berlanjut makin dalam. Merujuk data transaksi pukul 09.23 WIB, IHSG terlempar ke level 6.451,57 atau terperosok 89,81 poin setara 1,37 persen.

Pada sesi pagi tersebut, sebanyak 151 saham mencatatkan kenaikan, 496 saham mengalami koreksi, serta 316 saham lainnya bergerak stagnan.

Akumulasi volume perdagangan saham menyentuh 6,333 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,125 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 429.900 kali.

Nilai kapitalisasi pasar dibukukan berada pada angka Rp 11.271 triliun.

Mayoritas sektor tertekan

Di awal perdagangan, hanya ada tiga indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian menguat 0,27 persen, sektor barang konsumen primer atau non-siklikal terkerek 0,12 persen, dan sektor properti merambat naik tipis 0,01 persen.

Sebaliknya, dorongan pelemahan paling berat bersumber dari sektor barang baku yang terjerembet 1,55 persen. Kemudian sektor transportasi melandai 1 persen dan sektor infrastruktur merosot 0,88 persen.

Seiring berjalannya durasi perdagangan, pelemahan IHSG kian menajam yang tecermin dari dominasi deretan saham yang berada di zona merah.

Top losers saham LQ45

Sejumlah emiten pertambangan menjadi pemberat indeks LQ45 di awal sesi. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menduduki salah satu saham dengan koreksi terdalam, yakni anjlok 2,95 persen.

Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melorot 1,89 persen dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melemah 1,06 persen.

Sementara itu, beberapa penghuni indeks LQ45 masih sanggup mencetak kenaikan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melaju 2,47 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,25 persen, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) terkerek 1,43 persen.

Rupiah melemah

Tekanan yang melanda bursa saham terjadi seirama dengan depresiasi nilai tukar rupiah atas dollar AS. Merujuk data Stockbit pada sesi awal transaksi, rupiah berada pada posisi Rp17.590 per dollar AS.

Posisi tersebut terdepresiasi 19,10 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di tingkat Rp17.570,90 per dollar AS.

Bursa Asia bervariasi

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia pada Senin pagi turut menunjukkan tren bervariasi.

SSE Composite Index China merosot 0,06 persen, Nikkei 225 Jepang tergerus 0,84 persen, serta Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,17 persen. Di sisi lain, S&P/ASX 200 Australia menguat 0,15 persen.

Tekanan yang lebih berat membayangi KOSPI Korea Selatan yang anjlok 2,34 persen. Indeks The Asia Dow juga tercatat melandai 1,04 persen.

Tags

Terkini