Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 15 September 2026

Selasa, 15 September 2026 | 23:29:32 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada transaksi perdagangan Selasa (15/9/2026), dengan perkiraan berada pada rentang Rp17.660-Rp17.710 per dolar AS.

Berdasarkan pencatatan data TradingView, rupiah pada sesi perdagangan Senin (14/9) mengakhiri posisi dengan melemah 0,33% ke angka Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan turut menimpa mayoritas mata uang kawasan Asia, seperti baht Thailand yang tergerus 0,56%, ringgit Malaysia 0,14%, serta rupee India 0,12%.

 Peso Filipina ikut merosot 0,24%, dolar Taiwan turun 0,42%, won Korea tergerus 0,33%, dolar Singapura susut 0,28%, dan yen Jepang melorot 0,49%. Sementara itu, yuan China menjadi satu-satunya mata uang yang bergerak menguat tipis.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan rupiah salah satunya terdorong eskalasi ketegangan antara Iran dan AS yang tak kunjung mendingin. Dinamika tersebut dinilai merintangi jalur pasokan minyak krusial di wilayah Timur Tengah.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi mengonfirmasi pertemuan tingkat regional antara Iran dan negara-negara Teluk mengalami penundaan. Padahal, sentimen seputar agenda pertemuan yang mulanya dijadwalkan pada Senin tersebut sempat meredam laju kenaikan harga minyak pada pekan lalu.

“Namun, dengan ditundanya pertemuan tersebut tanpa batas waktu yang jelas, Selat Hormuz kemungkinan akan tetap menjadi wilayah yang diperebutkan dalam waktu dekat. Pasokan minyak melalui jalur tersebut telah menyusut drastis hingga jauh di bawah tingkat sebelum perang menyusul memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran pada bulan Agustus,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Menilik kabar dari AS, rilis data inflasi Agustus mengindikasikan indeks harga konsumen (IHK) inti menanjak 0,3% secara bulanan. Ibrahim menilai data itu memperkuat ekspektasi para pelaku pasar terkait keputusan arah suku bunga The Fed pada pertemuan pekan ini.

Ibrahim memaparkan bahwa sebanyak 88% pasar memperkirakan potensi kenaikan suku bunga pada September 2026.

“Kenaikan suku bunga juga dapat memicu ketegangan politik bagi The Fed. Presiden Donald Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga pada hari Minggu, melanjutkan kritik terbarunya terhadap sikap kebijakan bank sentral tersebut,” tegasnya.

Memperhatikan kondisi internal, pemerintah dipandang masih memiliki ruang untuk menjalankan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjaga ambang defisit APBN konsisten di bawah 3%.

 Meski begitu, mempertahankan defisit di bawah batas tersebut dinilai memerlukan koreksi besaran belanja yang tergolong cukup dalam.

Ibrahim mengungkapkan pemerintah wajib menjaga efektivitas pos belanja. Apabila ruang efisiensi pada Badan Gizi Nasional (BGN) masih terbuka, pemangkasan anggaran dinilai layak untuk dilanjutkan.

“Efisiensi dapat dilakukan dengan memangkas pemborosan operasional, biaya dapur yang tidak efisien, logistik, maupun cakupan program yang terlalu longgar. Dengan demikian, penghematan anggaran tidak harus mengorbankan tujuan utama program MBG,” tegasnya.

Menatap agenda perdagangan Selasa (15/9/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif serta berpotensi ditutup melemah pada kisaran level Rp17.660-Rp17.710 per dolar AS.

LIVE TIMELINE

09:06 WIB — Rupiah dibuka stagnan 

Rupiah mengawali transaksi dengan stagnan pada level Rp17.669 per dolar AS pukul 09.05 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau menguat 0,21% menuju posisi 99,60.

10:52 WIB — Rupiah melemah 11 poin 

Rupiah terkoreksi 0,06% atau tergerus 11 poin ke posisi Rp17.680 per dolar AS pukul 10.53 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,21% ke area 99,60.

13:54 WIB — Rupiah masih tertekan 

Rupiah tertekan 0,19% atau tergerus 33 poin ke kisaran Rp17.702 per dolar AS pada pukul 13.55 WIB.

15:28 WIB — Rupiah ditutup melemah 

Rupiah mengakhiri perdagangan dengan melemah 0,14% menuju posisi Rp17.694 per dolar AS.

Tags

Terkini