KKP: Pengembangan PPN Kejawanan Cirebon Tingkatkan Produksi Ikan

Kamis, 17 September 2026 | 18:12:01 WIB
Peletakan batu pertama pengembangan PPN Kejawanan [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Lotharia Latif mengutarakan bahwa proyek pembenahan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, sanggup mendongkrak hasil produksi ikan tangkap sekaligus memperluas kapasitas daya tampung kapal.

"Produksi ikan juga diproyeksikan meningkat dari 5.600 ton per tahun menjadi 32 ribu ton per tahun," kata Lotharia Latif di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, saat groundbreaking proyek integrated fishing ports and international fish market Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan.

Menurut dia, pembenahan PPN Kejawanan Cirebon ini dilaksanakan demi mendirikan pelabuhan perikanan bertaraf internasional yang terpadu dan modern.

Ia menerangkan bahwa PPN Kejawanan Cirebon diproyeksikan sanggup mendongkrak hasil produksi ikan tangkap, serta mampu menampung hingga 500 armada kapal nelayan dari yang sebelumnya cuma berkisar 241 unit.

Latif menyambung bahwa pelabuhan tersebut pun diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dari semula 2.900 orang menjadi 8.000 orang.

"Tentunya Investasi pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat jangka panjang bagi sektor kelautan dan perikanan Indonesia khususnya di wilayah Cirebon dan Jawa Barat," ujarnya.

Tak cuma itu, kata Latif, PPN Kejawanan Cirebon turut diproyeksikan mampu mendongkrak penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada sektor kelautan.

"Selain itu kontribusi penerima negara bukan pajak diproyeksikan meningkat dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar," katanya.

Pembenahan PPN Kejawanan Cirebon, ucap dia, ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dengan pengerjaan konstruksi bergulir sejak Agustus 2026 hingga Agustus 2028 atau selama 730 hari dengan alokasi biaya proyek mencapai Rp496 miliar.

Tags

Terkini