Polisi Minta SPF Terbitkan Surat Resmi Soal 34 Uang Kertas Palsu di Kasino Singapura

Minggu, 20 September 2026 | 09:13:00 WIB
Polisi Minta SPF Terbitkan Surat Resmi Soal 34 Uang Kertas Palsu di Kasino Singapura

NARASIINDONESIA.ID — Kepolisian Resor Tangerang Selatan meminta Singapore Police Force menerbitkan surat resmi yang menyatakan 34 lembar uang kertas pecahan S$10 ribu tahun 1973 yang disita di kasino Resorts World Sentosa adalah palsu. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan Zoom pada 14 September bersama perwakilan SPF, termasuk atase kepolisian Singapura di Jakarta. Hingga kini penyidik Indonesia baru memegang salinan tanda terima penyitaan yang menyebut uang tersebut "diduga tidak asli".

"Dalam pertemuan tersebut, kami meminta SPF menerbitkan surat yang menyatakan bahwa 34 lembar uang kertas pecahan S$10 ribu tahun 1973 yang telah disita tersebut adalah palsu," kata Boy.

Boy menambahkan penyidik Indonesia baru menerima salinan tanda terima penyitaan yang menyebut uang tersebut sebagai "diduga tidak asli". Penyidik saat ini tengah memanggil sejumlah saksi untuk melengkapi berkas.

Dugaan Penggunaan Uang Palsu Selama Tiga Kunjungan ke Kasino

Total 34 lembar uang kertas palsu itu diduga digunakan seorang pengusaha Indonesia yang teridentifikasi sebagai Steven selama tiga kunjungan ke kasino pada Juni. Straits Times melaporkan uang kertas tersebut diterima dan ditukar dengan chip kasino sebelum terdeteksi palsu.

Juru bicara SPF mengonfirmasi laporan telah dibuat dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Versi Pengacara: Steven Mengaku Korban Penipuan

Pengacara Steven yang berbasis di Jakarta, Yosia Ginting, mengatakan kliennya adalah korban penipuan dan tidak mengetahui uang kertas tersebut palsu. Pernyataan itu disampaikan kepada Straits Times pada 17 September.

Menurut Yosia, uang kertas dolar Singapura itu diberikan kepada Steven sebagai pembayaran untuk sebuah ruko yang sedang ia jual di Tangerang Selatan. Steven menerima uang tersebut dari seorang pria bernama Anthony yang dikenalkan oleh temannya, yang hanya diidentifikasi sebagai Rangga.

Pada pertemuan 8 Juni di sebuah kafe di Jakarta, Anthony menyerahkan selembar uang kertas senilai S$10 ribu dengan alasan ingin menukarkannya karena sudah kedaluwarsa. Rangga disebut meyakinkan Steven bahwa uang kertas itu telah diperiksa di cabang OCBC di Indonesia dan dinyatakan asli.

Jejak Perjalanan Uang Kertas hingga Berakhir di Kasino

Steven terbang ke Singapura keesokan harinya. Seorang penukar uang menolak menerima uang kertas itu karena nilainya terlalu besar.

Yosia mengatakan kliennya sempat mengunjungi bank, tetapi diberitahu harus membuka rekening untuk menukar uang kertas tersebut dengan pecahan lebih kecil. Steven tidak dapat memenuhi syarat itu.

Saat berkunjung ke Resorts World Sentosa, Steven diperkenalkan kepada seorang petugas VIP yang menyarankan agar ia menukarkan uang kertas tersebut di kasino. Uang kertas itu kemudian diduga diverifikasi dan ditukar dengan chip kasino.

Penyelidikan kepolisian Singapura masih berjalan sementara penyidik Indonesia terus mengumpulkan keterangan saksi. Status hukum Steven belum ditetapkan dan dugaan pelanggaran masih dalam tahap penyelidikan.

Terkini