Penyebab KM Virgo Transport 8 Tenggelam Diminta Dibuktikan Lewat Kajian Teknis

Minggu, 20 September 2026 | 12:34:00 WIB
Penyebab KM Virgo Transport 8 Tenggelam Diminta Dibuktikan Lewat Kajian Teknis

NARASIINDONESIA.ID — Alumnus Teknik Perkapalan ITS, Rakhmatika Ardianto, meminta publik menahan diri menyimpulkan penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Perairan Jawa. Menurut dia, modifikasi kapal, riwayat lintasan di negara asal, dan kedalaman perairan belum bisa dijadikan pemicu tunggal tanpa kajian menyeluruh. Kesimpulan prematur dinilai berisiko menyesatkan proses investigasi yang tengah berjalan.

Rakhmatika Ardianto menegaskan, setiap perubahan desain kapal memiliki mekanisme pengesahan dan pengawasan yang ketat. Dia merujuk pada Peraturan Menteri Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pengesahan Gambar Rancang Bangun Kapal, Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan dan Pengerjaan Kapal.

Aturan itu mengikat pemilik kapal agar tidak mengubah konstruksi sesuka hati. Gambar rancang bangun, perhitungan teknis, proses pengesahan, hingga pengawasan pekerjaan wajib melewati Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

"Pemilik kapal tidak dibenarkan mengubah konstruksi sesuka hati. Ada gambar rancang bangun, perhitungan teknis, proses pengesahan, serta pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla serta Biro Klasifikasi Indonesia atau BKI," ujar Rakhmatika kepada awak media di Jakarta, Ahad (20/9/2026).

Modifikasi Kapal Dinilai Praktik Lazim di Industri Pelayaran

Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menyatakan, praktik modifikasi atau perubahan desain kapal merupakan hal biasa dalam industri pelayaran. Sejumlah kapal yang masih beroperasi hari ini pernah mengalami perubahan desain maupun fungsi selama masa operasinya.

Dia mencontohkan Kapal Doulos Phos. Kapal itu dibangun pada 1914 di Amerika Serikat dengan nama SS Medina sebagai kapal barang, lalu beralih fungsi menjadi kapal peziarah dan penumpang dengan nama SS Roma.

Selanjutnya kapal tersebut menjadi kapal pesiar MS Franca, beroperasi sebagai perpustakaan terapung MV Doulos pada 1977-2009, hingga direvitalisasi menjadi Doulos Phos The Ship Hotel di Bintan sejak 2019.

Contoh lain, kapal Shinka Maru dikonversi dari kapal Ro-Ro barang menjadi kapal penumpang dengan nama Our Lady of Medjugorje. Kapal Shinsei Maru juga berubah menjadi Our Lady of Sacred Heart.

"Ini menunjukkan bahwa perubahan desain maupun fungsi kapal merupakan hal lazim dalam industri pelayaran, sepanjang dilakukan melalui proses teknis dan memenuhi persyaratan keselamatan serta klasifikasi," ucap Rakhmatika.

Sertifikat Kelas Jadi Indikator Stabilitas Kapal

KM Virgo Transport 8 diketahui mengalami modifikasi berupa penambahan ramp door samping. Menurut Rakhmatika, apabila kapal tidak memenuhi perhitungan stabilitas, kapal tersebut tidak akan memperoleh sertifikat kelas.

Dia menilai, jika perubahan konstruksi membuat stabilitas kapal negatif, kapal akan mengalami kemiringan sejak kondisi kosong atau sebelum mengangkut muatan. Gejala itu semestinya terdeteksi lebih awal.

"Buktinya, kapal tersebut telah beroperasi lebih dari satu bulan dengan lebih dari 30 rit. Pada saat kejadian kecelakaan, kapal telah menempuh perjalanan sekitar 190 mil laut dari total jarak pelayaran 240 mil laut," jelas Rakhmatika.

Karena itu, Rakhmatika meminta publik menunggu hasil kajian teknis sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan. Dia menekankan, kesimpulan mengenai modifikasi kapal, riwayat lintasan di negara asal, maupun kedalaman perairan perlu dibuktikan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi yang keliru.

Terkini