Bank Oke

Bank Oke Perkirakan Pertumbuhan DPK 10% pada 2026

Bank Oke Perkirakan Pertumbuhan DPK 10% pada 2026
Bank Oke Perkirakan Pertumbuhan DPK 10% pada 2026

JAKARTA - PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) memproyeksikan akan tercapai pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10% pada tahun 2026, didorong oleh kondisi likuiditas yang relatif longgar di sektor perbankan. 

Menutup tahun 2025 dengan kinerja positif, Bank Oke mencatatkan pertumbuhan DPK yang signifikan sebesar 19% secara tahunan (YoY) di akhir tahun tersebut, sementara penyaluran kredit tercatat tumbuh sebesar 15% YoY. 

Namun, meskipun likuiditas pasar cukup longgar, persetujuan penyaluran kredit akan sangat bergantung pada kualitas permintaan serta profil risiko debitur yang diajukan.

Pertumbuhan DPK di Tengah Likuiditas Longgar

Direktur PT Bank Oke Indonesia, Efdinal Alamsyah, menjelaskan bahwa kondisi likuiditas perbankan yang longgar saat ini memberikan ruang lebih bagi bank untuk menyalurkan kredit. Ini membuka peluang bagi bank-bank seperti OK Bank untuk memperluas portofolio pinjaman mereka. 

Meski demikian, ia menekankan bahwa meskipun likuiditas tersedia, penyaluran kredit tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan didasarkan pada analisis mendalam terhadap kualitas permintaan dan profil risiko debitur.

“Likuiditas yang longgar memang membuka ruang, tetapi penyaluran kredit tetap sangat bergantung pada kualitas permintaan kredit dan profil risiko debitur,” ujar Efdinal, menjelaskan pentingnya selektivitas dalam memberikan pinjaman.

Sebagai tambahan, ia menegaskan bahwa apabila permintaan kredit masih relatif lemah, maka likuiditas yang longgar harus dikelola dengan bijaksana agar tetap produktif dan tidak membebani profitabilitas bank. 

Hal ini menyiratkan bahwa meskipun bank memiliki dana yang cukup, mereka akan sangat berhati-hati dalam penyaluran kredit dan akan lebih fokus pada kualitas daripada volume.

Strategi Pengelolaan DPK yang Berfokus pada Efisiensi Biaya

Bank Oke memutuskan untuk lebih fokus pada pengumpulan dana yang stabil dan berbiaya efisien, salah satunya dengan mengoptimalkan pengumpulan dana murah atau current account saving account (CASA). Menurut Efdinal, dengan strategi ini, bank dapat menjaga kestabilan likuiditas tanpa harus bergantung pada dana dengan biaya tinggi yang dapat menekan profitabilitas.

Selain itu, OK Bank juga akan menetapkan harga deposito dengan sangat hati-hati agar tidak mengorbankan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). 

Menjaga agar NIM tetap stabil merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa bank dapat tetap mempertahankan kinerja yang sehat meskipun menghadapi kondisi ekonomi yang berfluktuasi.

“Likuiditas harus dijaga pada level yang optimal, tidak berlebihan. Pertumbuhan DPK juga disesuaikan dengan pipeline kredit yang ada,” tambah Efdinal, yang menunjukkan bahwa OK Bank akan mengatur pertumbuhan dana dengan memperhatikan kebutuhan dan peluang kredit yang tersedia.

Proyeksi Pertumbuhan DPK dan Kredit di Tahun 2026

Melihat proyeksi yang lebih konservatif di tahun 2026, Bank Oke memperkirakan bahwa DPK akan tumbuh sebesar 10% secara tahunan, sementara kredit diperkirakan akan meningkat sekitar 9,5% YoY. 

Proyeksi ini mempertimbangkan kondisi likuiditas yang lebih stabil dan kebutuhan untuk mengelola risiko yang lebih efisien, sekaligus memastikan pertumbuhan yang sehat dan terkontrol.

Dengan proyeksi pertumbuhan DPK yang lebih moderat di tahun 2026, Efdinal menyatakan bahwa Bank Oke akan terus menyesuaikan strategi pengelolaan dana dan kredit mereka sesuai dengan kondisi pasar yang ada. 

Meski demikian, bank tetap optimistis untuk mencapai target yang realistis dan berfokus pada kestabilan finansial jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Menjaga Keberlanjutan Kinerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Meski sektor perbankan menunjukkan tren positif dalam hal likuiditas dan pertumbuhan kredit pada tahun 2025, Efdinal mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global dan domestik yang masih penuh ketidakpastian akan tetap mempengaruhi prospek pertumbuhan bank di tahun-tahun mendatang. 

Oleh karena itu, strategi manajemen risiko yang matang dan pengelolaan likuiditas yang hati-hati akan menjadi kunci utama bagi Bank Oke untuk tetap mempertahankan kinerja yang solid.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dapat berubah dengan cepat, Bank Oke juga akan terus memantau kondisi pasar dan mengatur kebijakan internal mereka agar tetap dapat menghadapi fluktuasi ekonomi tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan. 

Terlebih lagi, menjaga hubungan baik dengan debitur serta memastikan pemenuhan kebutuhan kredit yang tepat guna menjadi bagian dari strategi jangka panjang bank ini.

Dengan demikian, meskipun proyeksi pertumbuhan DPK dan kredit Bank Oke di tahun 2026 sedikit lebih konservatif, langkah-langkah yang diambil oleh bank akan memastikan bahwa pertumbuhan tersebut tetap dapat dicapai dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab. 

Hal ini penting agar bank tetap bisa berkontribusi pada perekonomian nasional, memberikan layanan terbaik bagi nasabah, serta tetap mempertahankan posisi keuangannya di pasar yang semakin kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index