BNI

BNI Sasaran Kinerja KPR Tumbuh 13% pada 2026

BNI Sasaran Kinerja KPR Tumbuh 13% pada 2026
BNI Sasaran Kinerja KPR Tumbuh 13% pada 2026

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mematok target ambisius untuk sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 2026. 

Dengan optimisme tinggi, bank milik negara ini menilai bahwa pasar properti akan semakin cerah, didorong oleh berbagai kebijakan dan insentif dari pemerintah yang menyasar sektor perumahan. 

Menurut Dewi Julianti, Department Head Division Sales Strategy and Execution BNI, pihaknya menargetkan pencairan KPR atau new booking sepanjang tahun 2026 bisa mencapai angka Rp 24 triliun. 

Dengan pencapaian tersebut, BNI optimistis portofolio KPR mereka dapat tumbuh hingga 13% secara tahunan (YoY), dengan target total portofolio KPR BNI pada akhir tahun 2026 mencapai Rp 81 triliun.

Penurunan Segmen Harga Rumah Mendorong Pencairan KPR

Dewi Julianti menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut akan tercapai, mengingat kapasitas BNI yang memadai dalam hal strategi pemasaran, eksekusi, dan jaringan kantor yang luas. 

Salah satu faktor penting yang turut mendukung prediksi tersebut adalah perbaikan daya beli masyarakat yang didorong oleh kebijakan pemerintah, khususnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Menurutnya, pengaruh kebijakan ini terhadap pasar properti, terutama di sektor penjualan rumah, sangat signifikan.

Pada bulan Desember 2025, BNI mencatatkan pencairan KPR yang sangat tinggi, yakni sebesar Rp 1,9 triliun, yang sebagian besar didorong oleh insentif pajak tersebut. Dewi menambahkan, pencapaian ini menjadi yang tertinggi secara bulanan sepanjang tahun 2025. 

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari keputusan pengembang properti yang mulai menyesuaikan harga rumah dengan kemampuan pasar. 

Sebagai contoh, pengembang besar Sinarmas Land pada tahun lalu meluncurkan produk perumahan dengan harga di bawah Rp 2 miliar, yang tentu saja lebih terjangkau bagi banyak calon pembeli.

Strategi BNI dan Beragam Pilihan Skema KPR

Dari sisi produk, BNI menawarkan berbagai macam pilihan skema KPR yang cukup menarik bagi calon debitur. Salah satunya adalah bunga fixed mulai dari 2,75%, yang memberikan kepastian bagi nasabah selama masa kredit. 

Selain itu, terdapat pilihan skema KPR dengan bunga fixed to floating, bunga berjenjang, hingga bunga tetap sepanjang tenor. Dewi menekankan bahwa dengan variasi skema ini, nasabah dapat memilih sesuai dengan kondisi finansial mereka.

Walaupun BNI masih belum berencana untuk menurunkan suku bunga KPR pada tahun 2026, mereka tetap memberikan promo-promo menarik di event-event tertentu yang diadakan bekerja sama dengan pengembang. 

BNI juga menawarkan suku bunga floating di kisaran 13%, yang tentunya menarik bagi segmen pasar tertentu yang lebih fleksibel dengan fluktuasi bunga.

Kinerja BNI dalam Sektor KPR Tahun 2025 dan Prospek 2026

Memasuki akhir tahun 2025, BNI berhasil mencatatkan total outstanding KPR sebesar Rp 71,9 triliun, mencatatkan kenaikan 8,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 66,5 triliun. 

Angka ini mencerminkan kinerja yang cukup solid di tengah dinamika pasar properti yang terus berkembang. Dewi optimis, dengan kondisi pasar dan kebijakan pemerintah yang mendukung, BNI akan dapat menjaga tren positif ini dan bahkan memperkuat posisinya dalam industri KPR di tahun 2026.

Dengan adanya insentif PPN DTP dan kebijakan pemerintah lainnya, BNI mengharapkan bahwa penyaluran KPR pada tahun 2026 akan semakin meningkat, mengingat daya beli masyarakat yang mulai membaik. Dengan demikian, target pertumbuhan 13% YoY untuk KPR BNI pada 2026 bukanlah hal yang mustahil untuk tercapai. 

Dukungan penuh dari pemerintah dalam sektor perumahan menjadi salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan pasar ini, di samping strategi internal yang dilakukan oleh BNI dalam mengembangkan produk dan layanan KPR yang semakin beragam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index