JAKARTA - Camilan rumahan kini tidak lagi soal rasa semata, tetapi juga tampilan. Di tengah tren makanan visual yang menggugah selera, keripik tempe pelangi hadir sebagai pilihan unik yang memadukan kelezatan tradisional dengan sentuhan warna-warni modern.
Tak hanya renyah dan gurih, camilan ini juga menawarkan nilai gizi dari tempe yang dikenal kaya protein nabati. Keripik tempe pelangi cocok disajikan sebagai teman minum teh, suguhan acara keluarga, hingga ide usaha rumahan.
Warna-warninya berasal dari pewarna makanan maupun bahan alami, sehingga tampil cantik tanpa menghilangkan cita rasa khas tempe. Proses pembuatannya memang membutuhkan ketelatenan, namun hasil akhirnya sepadan dengan usaha yang dilakukan.
Resep ini melansir dari laman Cookpad @didowardah dan dirancang agar mudah diikuti, bahkan oleh pemula. Dengan mengikuti tahapan secara runtut, kamu bisa menghasilkan keripik tempe pelangi yang renyah, tidak berminyak, dan tahan disimpan.
Daya Tarik Keripik Tempe Pelangi
Keunikan keripik tempe pelangi terletak pada kombinasi tekstur dan visual. Irisan tempe tipis berpadu dengan balutan tepung berwarna yang membuat tampilannya lebih menarik dibanding keripik tempe biasa.
Warna cerah ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga memberi kesan ceria dan menggoda selera, terutama bagi anak-anak.
Dari sisi kesehatan, tempe tetap menjadi bahan utama yang kaya protein, serat, dan hasil fermentasi yang baik untuk pencernaan. Jika digoreng dengan teknik yang tepat, keripik ini tidak menyerap terlalu banyak minyak sehingga tetap nyaman dikonsumsi sebagai camilan.
Selain itu, keripik tempe pelangi memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Dengan kemasan menarik, camilan ini berpotensi menjadi produk UMKM yang diminati pasar, baik secara offline maupun online.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Bahan utama:
Calon tempe sebanyak 4 papan atau sekitar 600–800 gram
Tips: gunakan perbandingan tempe dan tepung 1:1 agar rasa tempe tetap terasa
Tepung tapioka 600 gram
Pewarna makanan sesuai selera sebanyak 2–4 warna
Contoh: pink, biru, hijau
Bubuk kunyit 1 sendok teh (opsional, untuk warna kuning alami)
Bumbu pencelup:
Bubuk bawang putih 1 sendok teh
Micin ½ sendok teh (opsional)
Garam sekitar 1 sendok makan atau ±15 gram
Air 1 liter
Cara Membuat Keripik Tempe Pelangi
Menyiapkan tepung berwarna
Bagi tepung tapioka menjadi empat bagian masing-masing 150 gram
Masukkan satu bagian tepung ke grinder, teteskan pewarna makanan sekitar 3–4 tetes
Proses hingga warna tercampur merata
Sangrai tepung selama 5–7 menit hingga kembali kering
Ayak dan dinginkan
Lakukan langkah yang sama untuk warna lainnya
Untuk warna kunyit, larutkan bubuk kunyit dengan 4 sendok makan air suhu ruang sebelum dicampurkan ke tepung
Menyiapkan calon tempe
Bagi calon tempe menjadi empat bagian
Gunakan sendok atau centong, hindari menyentuh tempe dengan tangan
Campurkan satu bagian tempe dengan satu bagian tepung berwarna
Membungkus dan fermentasi
Aduk tempe dan tepung hingga tercampur rata
Bungkus menggunakan plastik roll berdiameter sekitar 8 cm
Padatkan adonan agar tempe tidak mudah hancur
Tusuk-tusuk permukaan plastik dengan tusuk gigi
Gantung tempe dan diamkan selama 36–48 jam hingga fermentasi sempurna
Mengiris dan membumbui
Iris tempe setipis mungkin menggunakan cutter
Campurkan semua bahan bumbu pencelup hingga rata
Panaskan minyak dengan suhu sekitar 150 derajat Celsius
Celupkan irisan tempe sebentar ke bumbu, lalu goreng
Menggoreng hingga renyah
Gunakan api sedang di awal agar keripik kokoh
Kecilkan api dan lanjutkan menggoreng hingga matang
Besarkan api sekitar 20 detik sebelum diangkat agar tidak menyerap minyak
Angkat dan tiriskan
Tips Penyajian dan Penyimpanan
Setelah dingin, simpan keripik tempe pelangi dalam wadah kedap udara agar kerenyahannya terjaga. Keripik ini bisa dinikmati langsung atau dikemas sebagai camilan siap jual.
Untuk variasi rasa, kamu bisa menambahkan bumbu tabur seperti balado, keju, atau barbeque setelah digoreng.
Dengan tampilan menarik, rasa gurih, dan bahan yang relatif terjangkau, keripik tempe pelangi menjadi camilan cantik yang tidak hanya lezat tetapi juga bernilai gizi. Cocok untuk konsumsi keluarga maupun peluang usaha rumahan yang menjanjikan.