JAKARTA - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi penyintas diabetes memerlukan perhatian khusus, terutama dalam mengatur asupan makanan dan minuman saat sahur maupun berbuka. Kondisi tubuh yang tidak menerima asupan selama berjam-jam dapat menyebabkan kadar gula darah menurun.
Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan saat berbuka justru berisiko memicu lonjakan gula darah secara drastis. Karena itu, pemilihan nutrisi yang tepat menjadi faktor penting agar puasa tetap aman dan nyaman dijalani.
Pemahaman mengenai hubungan antara puasa dan kestabilan gula darah juga perlu ditingkatkan. Sahur berfungsi sebagai fondasi energi sepanjang hari sehingga tidak boleh dilewatkan, khususnya bagi penderita diabetes yang berisiko mengalami hipoglikemia ketika kadar gula turun terlalu rendah.
Sementara itu, berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan pilihan minuman bernutrisi yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah mendadak. Dengan strategi yang tepat, penyintas diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa tanpa mengorbankan kesehatan.
Pentingnya Pengaturan Nutrisi Saat Puasa
Ketika tubuh tidak memperoleh asupan makanan dalam waktu lama, mekanisme metabolisme akan menyesuaikan diri dengan menggunakan cadangan energi yang tersedia.
Pada penyintas diabetes, perubahan ini harus dikendalikan melalui pola makan teratur dan pemilihan nutrisi yang tepat. Konsumsi minuman tinggi serat, protein, serta karbohidrat kompleks dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Selain itu, edukasi kesehatan juga berperan penting. dr. Novita Qurrota A'ini mengingatkan bahwa konsumsi makanan manis tanpa diimbangi aktivitas fisik berpotensi mengganggu kestabilan gula darah.
Ia menyarankan pembatasan makanan manis, asin, dan berlemak, serta memperbanyak asupan tinggi serat dan rutin berolahraga agar metabolisme tetap optimal selama puasa. Anjuran ini menegaskan bahwa pengelolaan diabetes saat Ramadan tidak hanya bergantung pada pilihan makanan, tetapi juga gaya hidup secara keseluruhan.
Peran Minuman Bernutrisi Dalam Menjaga Gula Darah
Minuman yang tepat dapat membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama tanpa menyebabkan lonjakan gula darah. Kandungan serat memperlambat proses pencernaan, sementara protein membantu rasa kenyang bertahan lebih panjang. Karbohidrat kompleks juga berperan dalam pelepasan energi secara bertahap, sehingga tubuh tidak mengalami perubahan kadar gula yang ekstrem.
Pemilihan minuman bernutrisi saat sahur dapat menjaga kestabilan energi hingga waktu berbuka. Sementara itu, konsumsi minuman sehat saat berbuka membantu tubuh beradaptasi kembali setelah seharian berpuasa tanpa memicu sugar spike. Oleh karena itu, memahami komposisi nutrisi dalam setiap produk menjadi langkah penting bagi penyintas diabetes.
Rekomendasi Minuman Aman Untuk Sahur Dan Berbuka
Berikut beberapa pilihan minuman yang dapat menjadi pertimbangan bagi penyintas diabetes selama menjalankan ibadah puasa:
1. Dianesia Multigrain
Minuman nutrisi berbasis multigrain ini mengandung kombinasi biji-bijian, serat tinggi, protein nabati, serta vitamin dan mineral. Kandungan tersebut membantu energi dilepaskan secara perlahan sehingga kadar gula darah lebih terkontrol selama puasa.
Serat yang tinggi juga memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu mencegah keinginan mengonsumsi camilan manis berlebihan saat berbuka. Konsumsi saat sahur direkomendasikan agar gula darah tetap stabil hingga waktu berbuka. Produk ini tersedia di berbagai platform belanja daring dengan kisaran harga sekitar Rp140.000 per kemasan.
2. Mganik
Mganik merupakan minuman nutrisi berbahan nabati organik yang mengandung serat alami, vitamin, dan antioksidan. Kombinasi nutrisi tersebut membantu penyerapan energi berlangsung lebih terkontrol sehingga gula darah tidak melonjak drastis.
Selain itu, serat alaminya mendukung kesehatan pencernaan selama puasa. Produk ini cocok dikonsumsi saat berbuka sebagai alternatif minuman manis yang lebih aman, dengan kisaran harga sekitar Rp299.000.
3. Vitameal
Vitameal mengandung protein tinggi, serat, serta vitamin dan mineral yang menunjang kebutuhan nutrisi selama puasa. Kandungan ini membantu rasa kenyang bertahan lebih lama karena proses pencernaan berlangsung perlahan.
Konsumsi saat sahur dapat membantu meminimalkan risiko penurunan gula darah terlalu cepat di siang hari. Harga produk bervariasi tergantung varian dan ukuran kemasan.
4. Flimeal
Flimeal mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan protein nabati yang membantu pelepasan energi secara bertahap. Dengan kadar gula relatif rendah, produk ini dirancang untuk mendukung kestabilan gula darah selama puasa.
Rasa kenyang yang lebih lama juga membantu mengontrol asupan kalori sekaligus mendukung pengaturan berat badan. Harga Flimeal per Februari 2026 berkisar Rp197.000 hingga Rp229.000 per kotak berisi dua belas sachet, tergantung varian dan promo yang tersedia.
5. Nutriflakes
Nutriflakes berbasis gandum utuh dengan kandungan serat tinggi yang membantu pelepasan energi secara perlahan. Gandum utuh dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah mendadak.
Produk ini cocok dikonsumsi saat berbuka sebagai tahap awal sebelum makan besar agar tubuh dapat beradaptasi secara bertahap setelah seharian berpuasa.
Puasa Aman Dengan Pilihan Yang Tepat
Menjalani puasa bagi penyintas diabetes bukanlah hal yang mustahil selama disertai pengaturan pola makan yang bijak. Sahur tidak boleh dilewatkan karena berfungsi menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari.
Saat berbuka, konsumsi makanan dan minuman perlu dilakukan secara bertahap serta menghindari kandungan gula berlebihan.
Pemilihan minuman bernutrisi tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga keseimbangan energi sekaligus mengontrol kadar gula darah.
Dukungan edukasi kesehatan, aktivitas fisik teratur, serta kesadaran dalam memilih asupan menjadi kunci agar ibadah puasa tetap berjalan aman dan nyaman. Dengan langkah yang tepat, penyintas diabetes tetap dapat merasakan keberkahan Ramadan tanpa mengabaikan kondisi kesehatannya.