Wajib Tahu, Ini Penyebab dan 10 Cara Mencegah Gagal Ginjal

Wajib Tahu, Ini Penyebab dan 10 Cara Mencegah Gagal Ginjal
cara mencegah gagal ginjal

Jakarta - Cara mencegah gagal ginjal perlu dipahami sejak dini karena penyakit ini tergolong serius dan dapat membahayakan nyawa, dengan biaya perawatan yang tidak sedikit. 

Penderitanya juga harus menjalani terapi cuci darah secara rutin, yang tentu memerlukan komitmen besar baik dari sisi waktu, tenaga, maupun finansial.

Di Indonesia, jumlah kasus gangguan ginjal terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. 

Berdasarkan data Riskesdas 2018, dalam kurun waktu satu dekade terakhir, angka penderita gagal ginjal tercatat meningkat hingga dua kali lipat. 

Sementara itu, pada 2021, BPJS Kesehatan melaporkan sekitar 6,3 juta kasus dengan total pembiayaan mencapai kurang lebih Rp6,5 triliun.

Tidak hanya jumlahnya yang bertambah, usia pasien pun kini semakin beragam. 

Jika dahulu penyakit ini identik dengan mereka yang berusia di atas 50 tahun, saat ini kelompok usia produktif, yakni 25–35 tahun, juga sudah banyak yang harus menjalani hemodialisis di berbagai fasilitas kesehatan. 

Karena itu, kesadaran akan cara mencegah gagal ginjal menjadi semakin penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Gagal Ginjal Kronis?

Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan secara bertahap dan berlangsung terus-menerus. 

Gangguan ini ditandai oleh adanya kerusakan pada ginjal yang terjadi setidaknya selama tiga bulan. 

Kerusakan tersebut membuat ginjal tidak lagi bekerja secara optimal dalam menyaring zat sisa dari aliran darah maupun mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh. 

Dampaknya, racun serta kelebihan cairan bisa terakumulasi dan memicu berbagai komplikasi kesehatan yang serius.

Penyebab Utama Gagal Ginjal Kronis yang Wajib Diketahui

Mengetahui faktor pemicu gangguan ginjal kronis merupakan langkah penting untuk upaya pencegahan sekaligus pengelolaan yang tepat. 

Secara global, terdapat dua penyakit kronis yang paling sering menjadi penyebab utama kondisi ini.

Diabetes Mellitus (Nefropati Diabetik)
Diabetes, terutama yang kadar gula darahnya tidak terkontrol, menjadi kontributor terbesar terhadap kerusakan ginjal jangka panjang. 

Tingginya kadar glukosa dalam darah secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di berbagai organ, termasuk ginjal. 

Kerusakan pada pembuluh darah halus di ginjal inilah yang disebut sebagai nefropati diabetik. 

Seiring waktu, kondisi tersebut menurunkan kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa dari darah secara optimal. 

Jika berlangsung lama tanpa penanganan yang baik, kerusakan ini dapat berkembang hingga menyebabkan kegagalan fungsi ginjal.

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali juga menjadi faktor besar terjadinya gangguan ginjal kronis. 

Tekanan yang terus-menerus tinggi memberi beban berlebih pada pembuluh darah kecil di ginjal. 

Akibatnya, pembuluh darah dapat mengalami penebalan dan penyempitan sehingga aliran darah menuju ginjal berkurang. 

Ketika suplai oksigen dan nutrisi tidak mencukupi, jaringan ginjal perlahan mengalami kerusakan. 

Dalam jangka panjang, penurunan fungsi ini bisa bersifat permanen dan berujung pada kegagalan ginjal.

Faktor Lain Pemicu Gagal Ginjal Kronis

Di luar diabetes dan tekanan darah tinggi, terdapat sejumlah gangguan lain yang dapat memicu penurunan fungsi ginjal secara bertahap. 

Berbagai kondisi ini perlu mendapatkan penanganan medis sedini mungkin agar kerusakan tidak berkembang menjadi permanen.

Glomerulonefritis: Kondisi ini merupakan peradangan pada glomerulus, yaitu struktur penyaring darah berukuran sangat kecil di dalam ginjal. 

Peradangan bisa dipicu oleh infeksi, gangguan autoimun seperti lupus, maupun faktor lain. 

Jika berlangsung lama tanpa terapi yang tepat, peradangan tersebut dapat meninggalkan kerusakan menetap pada jaringan ginjal.

Penyakit ginjal polikistik: Kelainan bawaan ini ditandai dengan munculnya banyak kista berisi cairan di dalam ginjal. 

Kista dapat terus membesar dan menggantikan jaringan ginjal yang sehat, sehingga kemampuan organ tersebut dalam menyaring darah semakin menurun. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan kegagalan fungsi ginjal.

Infeksi saluran kemih yang berulang: ISK yang sering kambuh atau tidak ditangani dengan baik dapat menjalar hingga ke ginjal. 

Infeksi berulang di organ tersebut berpotensi menimbulkan peradangan dan jaringan parut, yang lambat laun merusak struktur serta menurunkan kinerjanya.

Sumbatan saluran kemih jangka panjang: Hambatan aliran urine dapat menyebabkan penumpukan cairan dan tekanan balik ke ginjal, sehingga memicu kerusakan. 

Beberapa penyebab sumbatan antara lain:
o Batu ginjal: Batu yang menyumbat saluran kemih dapat meningkatkan tekanan di dalam ginjal.
o Pembesaran prostat: Pada pria, pembesaran kelenjar prostat bisa menghambat pengeluaran urine dan menyebabkan aliran balik ke ginjal.
o Tumor: Pertumbuhan massa di sekitar saluran kemih juga dapat menghalangi aliran urine dan mengganggu fungsi ginjal.

Peran Gaya Hidup terhadap Risiko Gangguan Ginjal

Kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat turut meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal kronis. Faktor-faktor ini sering kali memperburuk penyakit utama yang sudah ada.

Asupan makanan tinggi garam, gula, serta lemak jenuh dapat memperparah tekanan darah tinggi dan diabetes. 

Konsumsi garam berlebihan berkontribusi pada peningkatan tekanan darah, sedangkan pola makan tinggi gula mendorong terjadinya resistensi insulin. 

Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan dapat merusak pembuluh darah dan menambah beban kerja ginjal.

Kurang bergerak juga berperan dalam munculnya obesitas, diabetes, serta hipertensi—tiga faktor risiko penting gangguan ginjal. 

Di samping itu, penggunaan obat pereda nyeri tertentu secara terus-menerus tanpa pengawasan tenaga medis, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, dapat berdampak negatif pada ginjal apabila dipakai dalam jangka panjang.

10 Cara Mencegah Gagal Ginjal

Untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal, ada sejumlah langkah yang dapat diterapkan sebagai cara mencegah gagal ginjal agar risiko gangguan kesehatan pada organ tersebut bisa diminimalkan.

1. Mengurangi Konsumsi Gula

Langkah awal menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan mengontrol asupan gula harian. 

Batas aman gula tambahan umumnya tidak melebihi 50 gram per hari atau sekitar 3–4 sendok teh. 

Tanpa disadari, kandungan gula sering tersembunyi dalam minuman kemasan, kopi siap saji, hingga teh berperisa. Jika dikonsumsi berlebihan, gula dapat meningkatkan risiko diabetes. 

Data dari WHO menunjukkan bahwa sekitar seperempat kasus gangguan ginjal kronis berkaitan dengan diabetes melitus.

2. Mengontrol Asupan Garam

Kebutuhan natrium setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi tubuh dan lingkungan tempat tinggal. 

Di wilayah beriklim dingin, kebutuhan garam relatif lebih rendah dibandingkan daerah tropis yang membuat tubuh lebih sering berkeringat. Meski begitu, banyak orang mengonsumsi garam jauh di atas batas yang dianjurkan. 

WHO merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 2.000 mg per hari atau setara satu sendok teh untuk membantu menjaga kesehatan ginjal dan tekanan darah.

3. Mencukupi Kebutuhan Air Putih

Asupan cairan yang cukup berperan penting dalam mendukung fungsi ginjal. Air membantu proses penyaringan zat sisa serta mencegah pembentukan endapan yang dapat mengganggu kinerja ginjal. 

Secara umum, kebutuhan cairan harian dapat dihitung sekitar 40 mililiter per kilogram berat badan per hari. 

Misalnya, seseorang dengan berat badan 50 kg memerlukan kurang lebih dua liter air setiap hari.

4. Membatasi Makanan dengan Bahan Tambahan

Ginjal bertugas menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan tubuh, termasuk bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan perisa buatan. 

Konsumsi makanan olahan secara berlebihan dapat meningkatkan beban kerja ginjal. 

Oleh karena itu, memilih makanan segar dan minim proses pengolahan menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatannya.

5. Menjauhi Konsumsi Alkohol

Selain menyaring limbah, ginjal juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 

Konsumsi alkohol dapat mengganggu kemampuan tersebut karena berpotensi menyebabkan dehidrasi. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menurunkan fungsi ginjal. 

Menghindari atau membatasi alkohol merupakan salah satu langkah penting untuk mempertahankan kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

6. Menjaga Tekanan Darah dalam Batas Normal

Tekanan darah tinggi merupakan faktor utama yang paling sering memicu gangguan ginjal. 

Data WHO tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 45 persen kasus berkaitan dengan hipertensi, angka ini bahkan melampaui diabetes melitus. 

Di sisi lain, ketika fungsi ginjal menurun, tekanan darah juga cenderung meningkat sehingga keduanya saling memperburuk kondisi. 

Untuk mencegah hal tersebut, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 30 tahun, setidaknya setahun sekali. 

Selain itu, membatasi konsumsi garam, tidur yang cukup, serta mengelola stres dengan baik juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

7. Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan ginjal. 

Kandungan nikotin dapat merangsang sistem saraf simpatis sehingga tekanan darah dan denyut jantung meningkat. 

Sementara itu, zat seperti tar dan karbon monoksida berpotensi merusak lapisan pembuluh darah serta unit penyaring ginjal (nefron). 

Dengan tidak merokok, risiko kerusakan pembuluh darah dan penurunan fungsi ginjal dapat ditekan.

8. Bijak Mengonsumsi Obat

Penggunaan obat yang tidak sesuai aturan atau tanpa pengawasan medis dapat membebani ginjal. 

Konsumsi obat di luar dosis yang dianjurkan atau tanpa indikasi jelas berisiko menimbulkan gangguan, termasuk cedera ginjal akut. 

Karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menggunakan obat, terutama dalam jangka panjang.

9. Rutin Berolahraga

Kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan terjadinya hipertensi dan diabetes, dua faktor risiko utama gangguan ginjal. 

Aktivitas fisik membantu melancarkan sirkulasi darah, memperkuat otot jantung, serta menjaga berat badan tetap ideal. 

Disarankan melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu atau sekitar 20–30 menit setiap hari agar manfaatnya optimal.

10. Melakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal Secara Berkala

Tes laboratorium seperti pemeriksaan ureum, kreatinin, dan asam urat dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ginjal. 

Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan sejak dini sehingga perubahan pola makan atau gaya hidup dapat segera dilakukan sebelum kerusakan bertambah parah. 

Deteksi awal memberikan peluang lebih besar untuk mempertahankan fungsi ginjal tetap baik.

Sebagai penutup, dengan disiplin menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri, cara mencegah gagal ginjal dapat dilakukan sejak dini demi masa depan lebih baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index