JAKARTA - Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan.
Bagi sebagian masyarakat yang merantau, kesempatan untuk kembali ke kampung halaman menjadi hal yang sangat dinantikan setiap tahunnya. Untuk mendukung kelancaran perjalanan tersebut, berbagai program transportasi gratis kerap disediakan oleh pemerintah daerah.
Di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi kembali menghadirkan program mudik dan balik gratis bagi masyarakat yang berasal dari Pulau Sapudi dan Pulau Raas di Kabupaten Sumenep, Madura. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk mempermudah mobilitas warga kepulauan yang ingin pulang kampung saat Lebaran.
Keberangkatan perdana kapal feri mudik gratis dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Pulau Raas berlangsung pada Ahad malam, 8 Maret 2026. Pada pelayaran pertama tersebut, kapal feri berhasil mengangkut ratusan penumpang yang memanfaatkan fasilitas mudik gratis dari pemerintah provinsi.
Program ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi para pemudik, tetapi juga membantu mengurangi beban biaya perjalanan bagi masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman saat momen Lebaran.
Antusiasme Warga Manfaatkan Program Mudik Gratis
Program mudik gratis yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Pada keberangkatan perdana dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas, kapal feri dipenuhi oleh pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman.
Kasi Teknik Kepelabuhanan UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyono, menjelaskan bahwa kapal mudik gratis diberangkatkan pada malam hari sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Pada malam ini kapal mudik gratis program Pemprov Jatim diberangkatkan pukul 22.00 WIB dan mengangkut sebanyak 331 pemudik dan 122 unit sepeda motor," kata Tri Wahyono di Situbondo.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari kapasitas kapal yang terisi penuh pada pelayaran perdana tersebut. Kapal feri yang digunakan dalam program ini adalah KMP Wicitra Dharma I.
Tri Wahyono juga menyampaikan bahwa program angkutan mudik gratis ini memang difokuskan untuk mengangkut penumpang serta kendaraan roda dua milik para pemudik.
"Antusiasme pemudik memanfaatkan kapal mudik gratis ini sehingga kapal feri KMP Wicitra Dharma I terisi penuh," katanya.
Selain memberikan akses perjalanan gratis, program ini juga membantu memperlancar mobilitas masyarakat kepulauan yang selama ini bergantung pada transportasi laut.
Fasilitas Angkutan Khusus Penumpang dan Sepeda Motor
Dalam pelaksanaannya, program mudik gratis ini memiliki ketentuan tertentu terkait jenis kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal feri. Pemerintah provinsi menetapkan bahwa layanan ini hanya diperuntukkan bagi penumpang dan kendaraan roda dua.
Hal tersebut dilakukan agar kapasitas kapal dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengangkut pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman. Dengan pembatasan tersebut, diharapkan lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari program mudik gratis ini.
Tri Wahyono menjelaskan bahwa petugas di pelabuhan tidak menerima jenis angkutan lain selain sepeda motor milik penumpang.
Kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga kelancaran proses naik turun penumpang di pelabuhan serta memastikan perjalanan kapal dapat berjalan dengan aman dan tertib.
Program ini menjadi solusi transportasi yang cukup efektif bagi masyarakat kepulauan, terutama bagi mereka yang membawa sepeda motor untuk digunakan selama berada di kampung halaman.
Harapan Warga Terhadap Program Mudik Gratis
Bagi para perantau asal kepulauan di Kabupaten Sumenep, program mudik gratis ini memberikan manfaat yang sangat besar. Salah satu pemudik asal Pulau Raas, Andi, mengungkapkan rasa senangnya karena dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah provinsi.
Ia menilai program mudik gratis ini sangat membantu masyarakat perantau yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan yang besar.
"Program mudik gratis Pemprov Jatim rutin digelar tiap tahun, tentu harapan kami di tahun berikutnya tetap dilaksanakan, terima kasih Ibu Gubernur Khofifah," tuturnya.
Program ini memang telah menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Timur setiap menjelang Lebaran. Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan transportasi bagi warga di wilayah kepulauan.
Dengan adanya program tersebut, masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil memiliki akses perjalanan yang lebih mudah saat musim mudik tiba.
Jadwal Mudik dan Balik Gratis Rute Kepulauan Madura
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah jadwal keberangkatan kapal untuk melayani program mudik dan balik gratis pada Lebaran 2026. Jadwal ini mencakup beberapa rute pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju pulau-pulau di Kabupaten Sumenep.
Berikut jadwal mudik gratis Lebaran 2026:
1. Rute Jangkar – Raas
8 Maret 2026 pukul 22.00 WIB
12 Maret 2026 pukul 22.00 WIB
15 Maret 2026 pukul 22.00 WIB
17 Maret 2026 pukul 22.00 WIB
2. Rute Jangkar – Sapudi
11 Maret 2026 pukul 06.00 WIB
16 Maret 2026 pukul 06.00 WIB
Selain jadwal mudik, pemerintah juga menyediakan jadwal balik gratis bagi masyarakat setelah perayaan Lebaran.
3. Rute Raas – Jangkar
29 Maret 2026 pukul 06.00 WIB
2 April 2026 pukul 06.00 WIB
4 April 2026 pukul 06.00 WIB
6 April 2026 pukul 06.00 WIB
4. Rute Sapudi – Jangkar
27 Maret 2026 pukul 11.00 WIB
31 Maret 2026 pukul 11.00 WIB
Dengan adanya jadwal yang telah disiapkan tersebut, masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik maupun kembali dari kampung halaman dengan lebih teratur.
Program mudik gratis ini diharapkan mampu membantu masyarakat kepulauan agar dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dengan perjalanan yang lebih mudah, aman, dan terjangkau.