JAKARTA - Perayaan Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera.
Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, banyak orang memanfaatkan momen Lebaran untuk menikmati berbagai makanan khas yang jarang ditemui di hari biasa. Mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering tersaji hampir di setiap rumah.
Namun di balik suasana penuh kehangatan tersebut, ada satu hal yang sering menjadi keluhan setelah Lebaran usai, yakni kenaikan berat badan. Banyak orang menyadari berat badan mereka bertambah beberapa kilogram hanya dalam waktu singkat setelah perayaan Idul Fitri.
Kondisi ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Selama bulan Ramadan, pola makan cenderung lebih teratur karena waktu makan terbatas hanya saat sahur dan berbuka. Ketika Lebaran tiba, pola makan tersebut berubah drastis karena banyaknya hidangan yang tersedia sepanjang hari.
Akibatnya, banyak orang tanpa sadar makan lebih banyak dari biasanya. Jika kebiasaan ini tidak dikontrol, maka asupan kalori yang masuk ke tubuh akan meningkat dan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Perubahan Pola Makan Saat Lebaran
Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen spesial bagi umat muslim. Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk merayakan hari raya Lebaran ini, seperti berkumpul bersama keluarga tercinta, bersilaturahmi, dan menyantap hidangan khas Lebaran.
Jika pada saat puasa pola makan cenderung teratur, maka setelah Lebaran tiba hal ini biasanya dianggap sebagai ajang balas dendam. Banyak orang merasa bebas makan kapan saja dan menikmati berbagai hidangan tanpa batas.
Makan jadi tak terkontrol dan malah cenderung berlebihan. Hal ini makin diperburuk dengan jenis makanan yang banyak mengandung kalori dan kurangnya aktivitas yang membuat berat badan melonjak.
Kebiasaan Yang Memicu Berat Badan Bertambah
Kecenderungan naiknya berat badan saat Lebaran ini disebabkan karena kurang perhatiannya seseorang pada pola makan dan asupan makanan selama Lebaran.
Banyak dari kita yang cenderung mengkonsumsi hidangan khas Lebaran secara berlebihan tanpa menyadari jika kebiasaan ini dapat meningkatkan berat badan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kebiasaan saat Lebaran yang bikin berat badan naik yang perlu kamu antisipasi.
1. Makan tidak teratur
Setelah sebulan penuh berpuasa, kebanyakan dari kita akan melampiaskan keinginan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang tersaji saat Lebaran.
Hasilnya, pola makan menjadi tak teratur dan mengakibatkan berat badan naik.
Untuk mencegah lonjakan berat badan, sebaiknya atur pola makan agar tetap teratur dan seimbang. Memperbanyak asupan makanan berserat juga menjadi cara yang bisa dipilih untuk mengontrol berat badan.
2. Mengonsumsi makanan berlemak berlebihan
Lebaran identik dengan hidangan berlemak, seperti opor, rawon, dan rendang. Sayangnya, kita seringkali kalap saat Lebaran dengan mengonsumsi makanan berlemak tersebut secara berlebihan.
Padahal, makanan tinggi lemak biasanya juga mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi tanpa batas, maka kalori yang masuk ke dalam tubuh akan jauh lebih besar dari kebutuhan harian.
Untuk menyiasatinya, makan secukupnya dan perbanyak makan sayur untuk menambah serat serta membantu melancarkan sistem pencernaan.
3. Banyak makan
Berbagai hidangan lezat yang tersaji pada saat Lebaran membuat banyak orang tergoda untuk mencicipi semua hidangan yang tersedia di meja makan. Belum lagi kue khas Lebaran yang sayang jika dilewatkan begitu saja.
Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat asupan kalori dalam tubuh meningkat drastis. Apalagi jika seseorang makan berulang kali dalam satu hari karena berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya saat bersilaturahmi.
Untuk mengatasinya, gunakan piring kecil agar porsi makan tetap terkontrol. Selain itu, berhentilah makan sebelum merasa terlalu kenyang agar tubuh tidak menerima kalori berlebihan.
4. Kurang gerak
Makan berlebihan ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik yang terjadi pasca Lebaran tentu dapat meningkatkan potensi bertambahnya berat badan.
Tak bisa dimungkiri, saat Lebaran banyak orang lebih suka bersantai di rumah, duduk berbincang bersama keluarga, atau bahkan tiduran sambil bermain media sosial.
Kebiasaan tersebut membuat tubuh menjadi kurang bergerak sehingga kalori yang masuk tidak terbakar dengan optimal. Oleh karena itu, melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau stretching di pagi hari bisa membantu menjaga berat badan tetap stabil.
5. Banyak makan dan minum manis
Lebaran juga identik dengan berbagai macam makanan dan minuman manis yang siap untuk dinikmati oleh para tamu maupun keluarga.
Aneka kue kering, sirup, es buah, hingga minuman ringan biasanya menjadi suguhan wajib saat Lebaran. Rasanya yang manis memang menggoda dan membuat banyak orang sulit menolaknya.
Namun jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan dan minuman manis akan meningkatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, maka berat badan pun bisa meningkat.
Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya batasi konsumsi makanan dan minuman manis serta perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Menjaga Keseimbangan Pola Hidup Saat Lebaran
Lebaran memang menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Selain sebagai waktu untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan kerabat, momen ini juga identik dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera.
Namun demikian, menjaga pola makan tetap seimbang sangat penting agar tubuh tetap sehat setelah perayaan Lebaran berakhir. Mengontrol porsi makan, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta tetap aktif bergerak dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil.
Dengan menjaga keseimbangan pola hidup tersebut, kamu tetap bisa menikmati suasana Lebaran tanpa harus khawatir dengan kenaikan berat badan yang berlebihan.