Autopedia

Pendapatan Autopedia Tembus 1 Triliun Perkuat Bisnis Mobil Bekas

Pendapatan Autopedia Tembus 1 Triliun Perkuat Bisnis Mobil Bekas
Pendapatan Autopedia Tembus 1 Triliun Perkuat Bisnis Mobil Bekas

JAKARTA - Di tengah dinamika industri otomotif nasional, pasar kendaraan bekas justru menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. 

Ketika sebagian masyarakat semakin selektif dalam membelanjakan uangnya, mobil bekas menjadi alternatif yang lebih rasional dibandingkan kendaraan baru. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi perusahaan yang bergerak dalam ekosistem bisnis mobil bekas.

Salah satu perusahaan yang berhasil memanfaatkan peluang tersebut adalah PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. Emiten dengan kode saham ASLC ini mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan pertumbuhan pendapatan serta laba bersih yang menunjukkan tren peningkatan.

Kinerja tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa bisnis kendaraan bekas masih memiliki prospek cerah di tengah berbagai tantangan ekonomi. 

Dengan strategi penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi, perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperluas pangsa pasar.

Berdasarkan laporan perusahaan, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp1 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut tumbuh 14,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tidak hanya dari sisi pendapatan, kinerja perusahaan juga tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp45 miliar pada tahun buku 2025. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar otomotif nasional.

Kinerja Pendapatan Tumbuh Seiring Menguatnya Pasar Mobil Bekas

Pertumbuhan pendapatan perusahaan tidak terlepas dari meningkatnya permintaan terhadap kendaraan bekas. Kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam pengeluaran turut mendorong minat terhadap mobil bekas yang dinilai lebih terjangkau.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, mengatakan bahwa capaian kinerja tersebut mencerminkan prospek bisnis mobil bekas yang tetap kuat.

Menurutnya, pertumbuhan yang diraih perusahaan merupakan hasil dari strategi agresif dalam memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas secara terintegrasi.

“Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek, dan keunggulan operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (25/3/2026).

Strategi tersebut mencakup berbagai lini bisnis yang saling terhubung, mulai dari penjualan ritel, lelang kendaraan, hingga layanan pembiayaan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menciptakan ekosistem yang memudahkan konsumen maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi kendaraan bekas.

Dengan ekosistem yang semakin kuat, perusahaan optimistis dapat terus mempertahankan pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Kontribusi Besar Dari Platform Ritel Caroline.id

Salah satu kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan berasal dari lini bisnis ritel melalui platform Caroline.id. Platform jual beli mobil bekas berbasis online to offline ini menjadi salah satu motor pertumbuhan utama bagi perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, Caroline.id mencatatkan penjualan sebesar Rp730,5 miliar. Nilai tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan perusahaan.

Dari sisi volume penjualan, platform ini berhasil menjual hampir 4.500 unit mobil bekas sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat 24,5% dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi mobil bekas yang aman dan transparan. Melalui pendekatan online to offline, konsumen dapat mencari kendaraan secara digital sekaligus melakukan pengecekan fisik sebelum membeli.

Model bisnis tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pasar mobil bekas.

Dengan performa tersebut, Caroline.id terus memperkuat posisinya sebagai salah satu platform penjualan mobil bekas yang berkembang pesat di Indonesia.

Unit Lelang Dan Pembiayaan Turut Dorong Pertumbuhan

Selain bisnis ritel, perusahaan juga mendapatkan kontribusi pendapatan dari unit lelang kendaraan melalui JBA Indonesia. Unit bisnis ini tetap menjadi pemain dominan dalam pasar lelang kendaraan di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, JBA Indonesia berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 124.000 unit kendaraan melalui mekanisme lelang. Aktivitas tersebut menghasilkan pendapatan sebesar Rp272,5 miliar bagi perusahaan.

Di sisi lain, lini bisnis pembiayaan melalui MotoGadai yang masih dalam tahap awal pengembangan justru mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Pendapatan dari MotoGadai tercatat mencapai Rp5,4 miliar atau tumbuh sebesar 72% secara tahunan. Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa layanan pembiayaan berbasis kendaraan mulai mendapatkan respons positif dari pasar.

Seiring dengan kinerja positif tersebut, perusahaan juga semakin agresif memperkuat ekosistem mobil bekas terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membuka cabang MotoHub di Serpong.

Fasilitas ini memungkinkan pelanggan untuk mengecek unit kendaraan sekaligus mengakses layanan pembiayaan dalam satu lokasi yang sama.

“Ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan MotoGadai dengan dealer rekanan dan pelaku usaha mobil bekas lainnya,” jelas Jany Candra.

Bagi pelaku usaha mobil bekas, kehadiran MotoHub membuka saluran distribusi baru yang dapat memperluas jangkauan pasar. Sementara bagi konsumen, seluruh proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien karena tersedia dalam satu ekosistem layanan.

Optimisme Bisnis Mobil Bekas Tetap Terjaga Tahun Mendatang

Memasuki tahun 2026, manajemen perusahaan tetap optimistis terhadap prospek industri mobil bekas di Indonesia. Meskipun terdapat ketidakpastian global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka.

Menurut manajemen, kendaraan bekas masih menjadi pilihan rasional bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil dengan harga yang lebih terjangkau.

Di tengah daya beli masyarakat yang semakin selektif, mobil bekas dianggap mampu memberikan solusi kebutuhan mobilitas tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar membeli kendaraan baru.

“Mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif,” terangnya.

Dengan strategi penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk optimistis dapat terus mempertahankan pertumbuhan bisnisnya dalam beberapa tahun ke depan.

Sinergi antara platform ritel, unit lelang, serta layanan pembiayaan diyakini akan semakin memperkuat posisi perusahaan dalam industri kendaraan bekas nasional.

Jika tren ini terus berlanjut, pasar mobil bekas berpotensi menjadi salah satu segmen industri otomotif yang paling stabil di tengah perubahan kondisi ekonomi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index